<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prof Wiku Buktikan Meski 2 Kali Divaksin Tak Kebal Covid-19</title><description>Wiku mengatakan, meski dirinya telah mendapatkan suntikan vaksinasi dua kali, namun kini dinyatakan positif Covid-19.</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/06/23/620/2429452/prof-wiku-buktikan-meski-2-kali-divaksin-tak-kebal-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/06/23/620/2429452/prof-wiku-buktikan-meski-2-kali-divaksin-tak-kebal-covid-19"/><item><title>Prof Wiku Buktikan Meski 2 Kali Divaksin Tak Kebal Covid-19</title><link>https://www.okezone.com/read/2021/06/23/620/2429452/prof-wiku-buktikan-meski-2-kali-divaksin-tak-kebal-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/06/23/620/2429452/prof-wiku-buktikan-meski-2-kali-divaksin-tak-kebal-covid-19</guid><pubDate>Rabu 23 Juni 2021 08:36 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/23/620/2429452/prof-wiku-buktikan-meski-2-kali-divaksin-tak-kebal-covid-19-TcoM2IzoVE.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Juru Bisara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/06/23/620/2429452/prof-wiku-buktikan-meski-2-kali-divaksin-tak-kebal-covid-19-EfZqoROYEf.jpeg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/23/620/2429452/prof-wiku-buktikan-meski-2-kali-divaksin-tak-kebal-covid-19-TcoM2IzoVE.jpeg</image><title>Juru Bisara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan, penularan Covid-19 di masyarakat masih terjadi. Bahkan, meski sudah divaksin tak berarti kebal dari Covid-19..
Wiku membuktikan meski dirinya telah mendapatkan suntikan vaksinasi dua kali, namun kini dinyatakan positif Covid-19.
&amp;ldquo;Saya telah memperoleh vaksin lengkap sebanyak dua kali dan saat ini dinyatakan positif Covid-19,&amp;rdquo; kata pria bergelar profesor itu dalam siaran pers yang diterima, Rabu (23/6/2021).
&amp;ldquo;Hal ini memperlihatkan bahwa penularan masih ada dan vaksin tidak sepenuhnya melindungi dari penularan, kekebalan individu tidaklah cukup dalam meredam penularan dan untuk mengatasinya dibutuhkan kekebalan komunitas (herd immunity),&amp;rdquo; papar Wiku.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kasus Covid-19 Meningkat 92%, Satgas: Sangat Tajam, Tidak Dapat Ditoleransi!
Sementara itu, melengkapi seluruh upaya pengendalian Covid-19, pemerintah juga terus berupaya memasifkan vaksinasi. Salah satunya dengan mendatangkan vaksin Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi di dalam negeri.
Di mana, pemerintah Indonesia pada 20 Juni 2021, kembali menerima kedatangan vaksin bulk (bahan baku) dari Sinovac yang menjadi kedatangan ke-17 Covid-19, sebanyak 10 juta dosis.
Wiku mengatakan dengan kedatangan tambahan vaksin ini, menjadi upaya pemerintah untuk mengakselerasi tercapainya herd immunity. &amp;ldquo;Sehingga diharapkan masyarakat dapat ikut serta dalam program vaksinasi dan juga tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan sehingga dapat meminimalisasi penularan yang dapat terjadi,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;RSUP Fatmawati Tak Lagi Terima Pasien Non-Covid</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan, penularan Covid-19 di masyarakat masih terjadi. Bahkan, meski sudah divaksin tak berarti kebal dari Covid-19..
Wiku membuktikan meski dirinya telah mendapatkan suntikan vaksinasi dua kali, namun kini dinyatakan positif Covid-19.
&amp;ldquo;Saya telah memperoleh vaksin lengkap sebanyak dua kali dan saat ini dinyatakan positif Covid-19,&amp;rdquo; kata pria bergelar profesor itu dalam siaran pers yang diterima, Rabu (23/6/2021).
&amp;ldquo;Hal ini memperlihatkan bahwa penularan masih ada dan vaksin tidak sepenuhnya melindungi dari penularan, kekebalan individu tidaklah cukup dalam meredam penularan dan untuk mengatasinya dibutuhkan kekebalan komunitas (herd immunity),&amp;rdquo; papar Wiku.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kasus Covid-19 Meningkat 92%, Satgas: Sangat Tajam, Tidak Dapat Ditoleransi!
Sementara itu, melengkapi seluruh upaya pengendalian Covid-19, pemerintah juga terus berupaya memasifkan vaksinasi. Salah satunya dengan mendatangkan vaksin Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi di dalam negeri.
Di mana, pemerintah Indonesia pada 20 Juni 2021, kembali menerima kedatangan vaksin bulk (bahan baku) dari Sinovac yang menjadi kedatangan ke-17 Covid-19, sebanyak 10 juta dosis.
Wiku mengatakan dengan kedatangan tambahan vaksin ini, menjadi upaya pemerintah untuk mengakselerasi tercapainya herd immunity. &amp;ldquo;Sehingga diharapkan masyarakat dapat ikut serta dalam program vaksinasi dan juga tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan sehingga dapat meminimalisasi penularan yang dapat terjadi,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;RSUP Fatmawati Tak Lagi Terima Pasien Non-Covid</content:encoded></item></channel></rss>
