<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perawatan Pasien Covid-19 Berdasarkan Tingkatan Gejala</title><description>Setiap orang yang terinfeksi Covid-19 memiliki respon tubuh yang berbeda-beda. Ada orang yang mengalami tanpa gejala</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/06/28/620/2431905/perawatan-pasien-covid-19-berdasarkan-tingkatan-gejala</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/06/28/620/2431905/perawatan-pasien-covid-19-berdasarkan-tingkatan-gejala"/><item><title>Perawatan Pasien Covid-19 Berdasarkan Tingkatan Gejala</title><link>https://www.okezone.com/read/2021/06/28/620/2431905/perawatan-pasien-covid-19-berdasarkan-tingkatan-gejala</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/06/28/620/2431905/perawatan-pasien-covid-19-berdasarkan-tingkatan-gejala</guid><pubDate>Senin 28 Juni 2021 10:44 WIB</pubDate><dc:creator>Leonardus Selwyn Kangsaputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/28/620/2431905/perawatan-pasien-covid-19-berdasarkan-tingkatan-gejala-7NNAVXJX7b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/06/28/620/2431905/perawatan-pasien-covid-19-berdasarkan-tingkatan-gejala-dIGlIm3XyH.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/28/620/2431905/perawatan-pasien-covid-19-berdasarkan-tingkatan-gejala-7NNAVXJX7b.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)</title></images><description>SETIAP orang yang terinfeksi Covid-19 memiliki respon tubuh yang berbeda-beda. Ada orang yang mengalami tanpa gejala, gejala ringan, sedang, bahkan berat.
Untuk itu, penting memahami penatalakaanaan pasien Covid-19 berdasarkan tingkat gejala yang dialaminya. Berikut penjelasannya sesuai anjuran Kemenkes yang dirangkum dari akun Instagram @kemenkes_ri.
1. Pasien Tanpa Gejala 

Gejala: Frekuensi napas 12-20 kali per menit. Saturasi oksigen lebih atau sama dengan 95%.
Tempat perawatan: Isolasi mandiri di rumah, fasilitas isolasi pemerintah.
Terapi: vitamin C, vitamin D, zinc.
Lama perawatan: 10 hari isolasi sejak terkonfirmasi positif.
Baca Juga : Potret Maria Vania Pakai Swimsuit Putih Bikin Netizen Mimisan
2. Pasien dengan Gejala Ringan 

Gejala: Demam, batuk (umumnya batuk kering ringan), kelelahan ringan, anoreksia, sakit kepala, kehilangan indra penciuman/anosmia, kehilangan indra pengecapan/ageusia, malgia dan nyeri tulang, nyeri tenggorokan, pilek dan bersin, mual, muntah, nyeri perut, diare, konjungtivitas, kemerahan pada kulit atau perubahan warna pada jari-jari kaki, frekuensi napas 12-20 kali per menit, dan saturasi oksigen lebih atau sama dengan 95%.
Tempat perawatan: Fasilitas isolasi pemerintah, isolasi mandiri di rumah bagi yang memenuhi syarat.
Terapi: Oseltamivir atau favipiravir, azitromisin, vitamin C, vitamin D, dan zinc.
Lama perawatan: 10 hari isolasi sejak timbul gejala, dan minimal tiga hari bebas gejala.</description><content:encoded>SETIAP orang yang terinfeksi Covid-19 memiliki respon tubuh yang berbeda-beda. Ada orang yang mengalami tanpa gejala, gejala ringan, sedang, bahkan berat.
Untuk itu, penting memahami penatalakaanaan pasien Covid-19 berdasarkan tingkat gejala yang dialaminya. Berikut penjelasannya sesuai anjuran Kemenkes yang dirangkum dari akun Instagram @kemenkes_ri.
1. Pasien Tanpa Gejala 

Gejala: Frekuensi napas 12-20 kali per menit. Saturasi oksigen lebih atau sama dengan 95%.
Tempat perawatan: Isolasi mandiri di rumah, fasilitas isolasi pemerintah.
Terapi: vitamin C, vitamin D, zinc.
Lama perawatan: 10 hari isolasi sejak terkonfirmasi positif.
Baca Juga : Potret Maria Vania Pakai Swimsuit Putih Bikin Netizen Mimisan
2. Pasien dengan Gejala Ringan 

Gejala: Demam, batuk (umumnya batuk kering ringan), kelelahan ringan, anoreksia, sakit kepala, kehilangan indra penciuman/anosmia, kehilangan indra pengecapan/ageusia, malgia dan nyeri tulang, nyeri tenggorokan, pilek dan bersin, mual, muntah, nyeri perut, diare, konjungtivitas, kemerahan pada kulit atau perubahan warna pada jari-jari kaki, frekuensi napas 12-20 kali per menit, dan saturasi oksigen lebih atau sama dengan 95%.
Tempat perawatan: Fasilitas isolasi pemerintah, isolasi mandiri di rumah bagi yang memenuhi syarat.
Terapi: Oseltamivir atau favipiravir, azitromisin, vitamin C, vitamin D, dan zinc.
Lama perawatan: 10 hari isolasi sejak timbul gejala, dan minimal tiga hari bebas gejala.</content:encoded></item></channel></rss>
