<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>9 Tanda Bahaya Anak Positif Covid-19 Harus Segera Dibawa ke RS</title><description>Memiliki imunitas tinggi, anak menjadi golongan dengan risiko rendah terpapar Covid-19. Namun, bukan berarti anak terbebas</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/07/01/620/2433806/9-tanda-bahaya-anak-positif-covid-19-harus-segera-dibawa-ke-rs</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/07/01/620/2433806/9-tanda-bahaya-anak-positif-covid-19-harus-segera-dibawa-ke-rs"/><item><title>9 Tanda Bahaya Anak Positif Covid-19 Harus Segera Dibawa ke RS</title><link>https://www.okezone.com/read/2021/07/01/620/2433806/9-tanda-bahaya-anak-positif-covid-19-harus-segera-dibawa-ke-rs</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/07/01/620/2433806/9-tanda-bahaya-anak-positif-covid-19-harus-segera-dibawa-ke-rs</guid><pubDate>Kamis 01 Juli 2021 13:31 WIB</pubDate><dc:creator>Leonardus Selwyn Kangsaputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/01/620/2433806/9-tanda-bahaya-anak-positif-covid-19-harus-segera-dibawa-ke-rs-3ElZy5dmO5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Livescience)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/07/01/620/2433806/9-tanda-bahaya-anak-positif-covid-19-harus-segera-dibawa-ke-rs-kcIDPZa5Ec.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/01/620/2433806/9-tanda-bahaya-anak-positif-covid-19-harus-segera-dibawa-ke-rs-3ElZy5dmO5.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Livescience)</title></images><description>MEMILIKI imunitas tinggi, anak menjadi golongan dengan risiko rendah terpapar Covid-19. Namun, bukan berarti anak terbebas dan tidak akan terinfeksi Covid-19.
Anak masih mungkin terkena Covid-19. Dengan imunitas yang tinggi, anak-anak memiliki peluang lebih besar untuk sembuh dari Covid-19. Selain itu anak-anak juga biasanya hanya mengalami gejala ringan, bahkan tanpa gejala saat terinfeksi.
Namun dalam beberapa kasus tertentu, anak-anak bisa saja mengalami peningkatan kasus menjadi sedang atau berat. Merangkum dari laman Instagram pribadi @yovitaananta, Dokter Spesialis Anak Konselor Laktasi RS Pondok Indah, dr. Yovita Ananta, Sp.A, MHSM, IBCLC, menjelaskan beberapa tanda-tanda bahaya Covid-19 pada anak.
Baca Juga : Wajib Tahu! 14 Aturan Isolasi Mandiri Anak-Anak

Ia mengimbau para orangtua atau pengasuh untuk segera membawa anak menuju dokter atau fasilitas kesehatan yang menangani Covid-19. Tanda bahaya tersebut meliputi:
1. Anak banyak tidur atau kesadaran menurun.
2. Napas cepat
3. Cekungan di dada, hidung kembang kempis.
4. Saturasi oksigen &amp;lt;95 persen.
5. Muntah, mencret, dan tidak masuk asupan.
6. Tanda dehidrasi.
7. Kejang.
8. Demam terus-menerus disertai mata merah, ruam, leher bengkak.
9. Anak dengan penyakit penyerta atau penyakit kronik.</description><content:encoded>MEMILIKI imunitas tinggi, anak menjadi golongan dengan risiko rendah terpapar Covid-19. Namun, bukan berarti anak terbebas dan tidak akan terinfeksi Covid-19.
Anak masih mungkin terkena Covid-19. Dengan imunitas yang tinggi, anak-anak memiliki peluang lebih besar untuk sembuh dari Covid-19. Selain itu anak-anak juga biasanya hanya mengalami gejala ringan, bahkan tanpa gejala saat terinfeksi.
Namun dalam beberapa kasus tertentu, anak-anak bisa saja mengalami peningkatan kasus menjadi sedang atau berat. Merangkum dari laman Instagram pribadi @yovitaananta, Dokter Spesialis Anak Konselor Laktasi RS Pondok Indah, dr. Yovita Ananta, Sp.A, MHSM, IBCLC, menjelaskan beberapa tanda-tanda bahaya Covid-19 pada anak.
Baca Juga : Wajib Tahu! 14 Aturan Isolasi Mandiri Anak-Anak

Ia mengimbau para orangtua atau pengasuh untuk segera membawa anak menuju dokter atau fasilitas kesehatan yang menangani Covid-19. Tanda bahaya tersebut meliputi:
1. Anak banyak tidur atau kesadaran menurun.
2. Napas cepat
3. Cekungan di dada, hidung kembang kempis.
4. Saturasi oksigen &amp;lt;95 persen.
5. Muntah, mencret, dan tidak masuk asupan.
6. Tanda dehidrasi.
7. Kejang.
8. Demam terus-menerus disertai mata merah, ruam, leher bengkak.
9. Anak dengan penyakit penyerta atau penyakit kronik.</content:encoded></item></channel></rss>
