<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Ingin Kurikulum Universitas Diarahkan ke Industri</title><description>Menurutnya, teknologi paling dasar adalah pembelajaran memanfaatkan teknologi digital.</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/07/27/620/2446668/jokowi-ingin-kurikulum-universitas-diarahkan-ke-industri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/07/27/620/2446668/jokowi-ingin-kurikulum-universitas-diarahkan-ke-industri"/><item><title>Jokowi Ingin Kurikulum Universitas Diarahkan ke Industri</title><link>https://www.okezone.com/read/2021/07/27/620/2446668/jokowi-ingin-kurikulum-universitas-diarahkan-ke-industri</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/07/27/620/2446668/jokowi-ingin-kurikulum-universitas-diarahkan-ke-industri</guid><pubDate>Selasa 27 Juli 2021 13:40 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/27/620/2446668/jokowi-ingin-kurikulum-universitas-diarahkan-ke-industri-GP1FSupSBY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Biro Setpres)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/07/27/620/2446668/jokowi-ingin-kurikulum-universitas-diarahkan-ke-industri-mVpQhUA9s0.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/27/620/2446668/jokowi-ingin-kurikulum-universitas-diarahkan-ke-industri-GP1FSupSBY.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Biro Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin kurikulum pembelajaran di universitas diarahkan lebih besar ke industri. Dengan demikian, mahasiswa bisa belajar langsung dengan para praktisinya.
Ia menilai bahwa lembaga pendidikan tinggi mau tidak mau harus memperkuat posisinya sebagai edutech institutions. Menurutnya, teknologi paling dasar adalah pembelajaran memanfaatkan teknologi digital.
Lebih jauh, pembelajaran digital bukan hanya digunakan untuk memfasilitasi pengajaran oleh dosen internal kampus kepada mahasiswa, tetapi juga memfasilitasi mahasiswa untuk belajar kepada siapa pun, di mana pun, dan tentang apa pun. Pembelajaran dari para praktisi, termasuk pelaku industri, sangat penting untuk difasilitasi.
&quot;Kurikulum harus memberikan bobot SKS yang jauh lebih besar bagi mahasiswa untuk belajar dari praktisi dan industri. Eksposur mahasiswa dan dosen kepada industri teknologi masa depan harus ditingkatkan,&quot; kata Jokowi saat membuka Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) 2021, sebagaimana dikutip dari rilis Biro Pers Sekretariat Presiden, Selasa (27/6/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Menpan-RB: ASN Harus Tegak Lurus Ikuti Pemerintah soal Penanganan Covid-19
&quot;Pengajar dan mentor dari pelaku industri, magang mahasiswa ke dunia industri, dan bahkan industri sebagai tenant di dalam kampus harus ditambah, termasuk organisasi praktisi lainnya juga harus diajak berkolaborasi,&quot; lanjutnya.
Jokowi berujar pandemi Covid-19 telah berdampak besar pada sejumlah sektor kehidupan, bukan hanya kesehatan dan ekonomi, melainkan juga pada dunia pendidikan. Proses pendidikan harus dijalankan dengan pembatasan interaksi dan pertemuan fisik.
Baca juga:&amp;nbsp;Luncurkan Core Values ASN Berakhlak, Jokowi Tak Ingin Ada Ego Sektoral
Di sisi lain, pandemi Covid-19 juga merupakan sebuah ujian bagi ketangguhan bangsa untuk mengukur sejauh mana bangsa Indonesia mampu menghadapi tekanan di segala bidang, termasuk ketangguhan dunia pendidikan Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin kurikulum pembelajaran di universitas diarahkan lebih besar ke industri. Dengan demikian, mahasiswa bisa belajar langsung dengan para praktisinya.
Ia menilai bahwa lembaga pendidikan tinggi mau tidak mau harus memperkuat posisinya sebagai edutech institutions. Menurutnya, teknologi paling dasar adalah pembelajaran memanfaatkan teknologi digital.
Lebih jauh, pembelajaran digital bukan hanya digunakan untuk memfasilitasi pengajaran oleh dosen internal kampus kepada mahasiswa, tetapi juga memfasilitasi mahasiswa untuk belajar kepada siapa pun, di mana pun, dan tentang apa pun. Pembelajaran dari para praktisi, termasuk pelaku industri, sangat penting untuk difasilitasi.
&quot;Kurikulum harus memberikan bobot SKS yang jauh lebih besar bagi mahasiswa untuk belajar dari praktisi dan industri. Eksposur mahasiswa dan dosen kepada industri teknologi masa depan harus ditingkatkan,&quot; kata Jokowi saat membuka Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) 2021, sebagaimana dikutip dari rilis Biro Pers Sekretariat Presiden, Selasa (27/6/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Menpan-RB: ASN Harus Tegak Lurus Ikuti Pemerintah soal Penanganan Covid-19
&quot;Pengajar dan mentor dari pelaku industri, magang mahasiswa ke dunia industri, dan bahkan industri sebagai tenant di dalam kampus harus ditambah, termasuk organisasi praktisi lainnya juga harus diajak berkolaborasi,&quot; lanjutnya.
Jokowi berujar pandemi Covid-19 telah berdampak besar pada sejumlah sektor kehidupan, bukan hanya kesehatan dan ekonomi, melainkan juga pada dunia pendidikan. Proses pendidikan harus dijalankan dengan pembatasan interaksi dan pertemuan fisik.
Baca juga:&amp;nbsp;Luncurkan Core Values ASN Berakhlak, Jokowi Tak Ingin Ada Ego Sektoral
Di sisi lain, pandemi Covid-19 juga merupakan sebuah ujian bagi ketangguhan bangsa untuk mengukur sejauh mana bangsa Indonesia mampu menghadapi tekanan di segala bidang, termasuk ketangguhan dunia pendidikan Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
