<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pekan ASI Sedunia, Kenali Pentingnya Vaksin Covid-19 untuk Ibu Menyusui   </title><description>Menurut WHO, tidak ada yang cukup untuk menyimpulkan adanya penularan vertikal COVID-19 melalui menyusui.</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/08/02/620/2449543/pekan-asi-sedunia-kenali-pentingnya-vaksin-covid-19-untuk-ibu-menyusui</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/08/02/620/2449543/pekan-asi-sedunia-kenali-pentingnya-vaksin-covid-19-untuk-ibu-menyusui"/><item><title>Pekan ASI Sedunia, Kenali Pentingnya Vaksin Covid-19 untuk Ibu Menyusui   </title><link>https://www.okezone.com/read/2021/08/02/620/2449543/pekan-asi-sedunia-kenali-pentingnya-vaksin-covid-19-untuk-ibu-menyusui</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/08/02/620/2449543/pekan-asi-sedunia-kenali-pentingnya-vaksin-covid-19-untuk-ibu-menyusui</guid><pubDate>Senin 02 Agustus 2021 13:30 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/02/620/2449543/pekan-asi-sedunia-kenali-pentingnya-vaksin-covid-19-untuk-ibu-menyusui-v9vmXhu8Ue.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/08/02/620/2449543/pekan-asi-sedunia-kenali-pentingnya-vaksin-covid-19-untuk-ibu-menyusui-zFvjHxDOvE.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/02/620/2449543/pekan-asi-sedunia-kenali-pentingnya-vaksin-covid-19-untuk-ibu-menyusui-v9vmXhu8Ue.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>AWAL Agustus ini seluruh dunia memang memperingati pekan Menyusui Sedunia. Belum berakhirnya pandemi Covid-19 membuat tantangan tersendiri bagi para ibu menyusui.

Pasalnya, ASI membantu melindungi anak dari berbagai penyakit seperti diare dan pneumonia, mengurangi risiko anak terkena obesitas atau berat badan berlebih dan tidak rentan mengalami penyakit-penyakit tidak menular di masa dewasa.

Oleh karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF mengingatkan para ibu yang positif COVID-19 untuk tetap menyusui bayi mereka, begitu pun dengan mereka yang sudah divaksin.

Karenanya, para ibu dianjurkan menyusui bayinya walaupun terkonfirmasi positif dan sedang menjalani isolasi mandiri di rumah. Menurut WHO, tidak ada yang cukup untuk menyimpulkan adanya penularan vertikal COVID-19 melalui menyusui.

Di sisi lain, risiko bayi yang disusui terkena COVID-19 rendah. Kalaupun terinfeksi biasanya ringan atau tanpa gejala, sementara konsekuensi tidak menyusui dan pemisahan antara ibu dan anak dapat menjadi signifikan.

WHO menyatakan, saat memberi ASI, ibu perlu patuh menerapkan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian infeksi untuk mencegah penularan kontak antara ibu yang diduga atau dikonfirmasi COVID-19 dengan bayi mereka.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOC8wMi8xLzEzNzMyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Protokol pencegahan ini meliputi memakai masker medis secara benar dan menggantinya berkala, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menghindari memegang hidung dan mata serta membersihkan dan mendisinfeksi permukaan yang sering disentuh ibu.

Tetapi, bila ibu terlalu sakit untuk menyusui bayinya secara   langsung, maka sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis. Bila   memungkinkan, ibu bisa memerah ASI-nya lalu memberikannya pada bayi atau   meminta bantuan anggota keluarga yang tidak terkena COVID-19 untuk   memberi ASI pada bayi menggunakan sendok yang bersih.

Lebih lanjut anjuran tetap menyusui juga diperuntukkan pada ibu yang   sudah divaksin COVID-19. Perwakilan UNICEF Indonesia, Debora Comini   mengatakan, penting memastikan ibu mendapatkan vaksin COVID-19 agar   mereka terlindungi dari virus SARS-CoV-2 sehingga mampu mengasuh dan   merawat anak mereka.

&quot;Saat ini, dukungan terhadap ibu menyusui sangat dibutuhkan agar ibu   dapat memberikan anak-anaknya awal yang terbaik dalam hidup mereka.   Untuk itu, kita harus pastikan semua ibu menyusui menerima vaksin   COVID-19 agar mereka terlindung dari virus corona sehingga mampu   mengasuh dan merawat anaknya,&quot; kata dia seperti dikutip dari laman resmi   UNICEF Indonesia.</description><content:encoded>AWAL Agustus ini seluruh dunia memang memperingati pekan Menyusui Sedunia. Belum berakhirnya pandemi Covid-19 membuat tantangan tersendiri bagi para ibu menyusui.

Pasalnya, ASI membantu melindungi anak dari berbagai penyakit seperti diare dan pneumonia, mengurangi risiko anak terkena obesitas atau berat badan berlebih dan tidak rentan mengalami penyakit-penyakit tidak menular di masa dewasa.

Oleh karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF mengingatkan para ibu yang positif COVID-19 untuk tetap menyusui bayi mereka, begitu pun dengan mereka yang sudah divaksin.

Karenanya, para ibu dianjurkan menyusui bayinya walaupun terkonfirmasi positif dan sedang menjalani isolasi mandiri di rumah. Menurut WHO, tidak ada yang cukup untuk menyimpulkan adanya penularan vertikal COVID-19 melalui menyusui.

Di sisi lain, risiko bayi yang disusui terkena COVID-19 rendah. Kalaupun terinfeksi biasanya ringan atau tanpa gejala, sementara konsekuensi tidak menyusui dan pemisahan antara ibu dan anak dapat menjadi signifikan.

WHO menyatakan, saat memberi ASI, ibu perlu patuh menerapkan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian infeksi untuk mencegah penularan kontak antara ibu yang diduga atau dikonfirmasi COVID-19 dengan bayi mereka.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOC8wMi8xLzEzNzMyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Protokol pencegahan ini meliputi memakai masker medis secara benar dan menggantinya berkala, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menghindari memegang hidung dan mata serta membersihkan dan mendisinfeksi permukaan yang sering disentuh ibu.

Tetapi, bila ibu terlalu sakit untuk menyusui bayinya secara   langsung, maka sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis. Bila   memungkinkan, ibu bisa memerah ASI-nya lalu memberikannya pada bayi atau   meminta bantuan anggota keluarga yang tidak terkena COVID-19 untuk   memberi ASI pada bayi menggunakan sendok yang bersih.

Lebih lanjut anjuran tetap menyusui juga diperuntukkan pada ibu yang   sudah divaksin COVID-19. Perwakilan UNICEF Indonesia, Debora Comini   mengatakan, penting memastikan ibu mendapatkan vaksin COVID-19 agar   mereka terlindungi dari virus SARS-CoV-2 sehingga mampu mengasuh dan   merawat anak mereka.

&quot;Saat ini, dukungan terhadap ibu menyusui sangat dibutuhkan agar ibu   dapat memberikan anak-anaknya awal yang terbaik dalam hidup mereka.   Untuk itu, kita harus pastikan semua ibu menyusui menerima vaksin   COVID-19 agar mereka terlindung dari virus corona sehingga mampu   mengasuh dan merawat anaknya,&quot; kata dia seperti dikutip dari laman resmi   UNICEF Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
