<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Surat Kabar China Tuding AS Penyebar Terbesar Covid-19, Bertanggung Jawab Atas Pandemi Global</title><description>Global Times menyebut AS memiliki &quot;empat dosa&quot; terkait pandemi Covid-19.</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/08/03/620/2450113/surat-kabar-china-tuding-as-penyebar-terbesar-covid-19-bertanggung-jawab-atas-pandemi-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/08/03/620/2450113/surat-kabar-china-tuding-as-penyebar-terbesar-covid-19-bertanggung-jawab-atas-pandemi-global"/><item><title>Surat Kabar China Tuding AS Penyebar Terbesar Covid-19, Bertanggung Jawab Atas Pandemi Global</title><link>https://www.okezone.com/read/2021/08/03/620/2450113/surat-kabar-china-tuding-as-penyebar-terbesar-covid-19-bertanggung-jawab-atas-pandemi-global</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/08/03/620/2450113/surat-kabar-china-tuding-as-penyebar-terbesar-covid-19-bertanggung-jawab-atas-pandemi-global</guid><pubDate>Selasa 03 Agustus 2021 13:15 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/03/620/2450113/surat-kabar-china-tuding-as-penyebar-terbesar-covid-19-bertanggung-jawab-atas-pandemi-global-PMZUhyxXrU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/08/03/620/2450113/surat-kabar-china-tuding-as-penyebar-terbesar-covid-19-bertanggung-jawab-atas-pandemi-global-RYiZp3axZj.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/03/620/2450113/surat-kabar-china-tuding-as-penyebar-terbesar-covid-19-bertanggung-jawab-atas-pandemi-global-PMZUhyxXrU.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>BEIJING - Surat kabar yang didukung pemerintah China, Global Times, menuduh Amerika Serikat (AS) memiliki &amp;ldquo;tanggung jawab besar&amp;rdquo; atas pandemi Covid-19. Tudingan itu muncul setelah sebuah laporan dari Kongres AS menyalahkan China atas penyebaran virus tersebut.
Dalam editoralnya pada Senin (2/8/2021), Global Times berpendapat &quot;bahwa AS memegang tanggung jawab besar atas penyebaran pandemi global&quot;. Surat kabar itu menyebut &quot;setiap aspek dari apa yang telah dilakukan AS&quot; untuk mencegah penyebaran virus &quot;mengecewakan.&quot;
BACA JUGA:&amp;nbsp;China Kecam Upaya Amerika Serikat Usut Asal-usul Virus Covid-19 dari Laboratorium di Wuhan&amp;nbsp;
Global Times secara khusus mencantumkan &quot;empat dosa&quot; yang dituduhkan kepada AS, termasuk menjadi &quot;penyebar pandemi terbesar&quot; dengan memiliki kasus dan kematian Covid-19 terbanyak di dunia, berkontribusi &quot;sedikit untuk perang global melawan virus&quot;, melakukan &quot;sedikit&quot; dalam organisasi untuk menangani virus di dalam negeri, dan menjadikan China sebagai &amp;ldquo;kambing hitam&amp;rdquo;.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;AS adalah biang keladi dari kebingungan saat ini tentang bagaimana menangani Covid-19,&amp;rdquo; tulis  Global Times mengutip kebijakan AS yang mencla-mencle, sikap warga AS yang terbelah terhadap vaksin, dan &amp;ldquo;praktik mengutamakan modal atau ekonomi dalam perang melawan epidemi virus corona.&quot;
BACA JUGA:&amp;nbsp;Tunjukkan Surat Vaksinasi Palsu, 2 Turis Amerika Didenda Rp231 Juta&amp;nbsp;
The Global Times secara khusus mengkritik AS karena menyalahkan Covid-19 pada China, dengan alasan bahwa politisasi asal virus telah &amp;ldquo;merusak solidaritas dunia melawan epidemi&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;terus-menerus mengganggu perang melawan epidemi&amp;rdquo;. Sikap itu, menurut Global Times, membuat tindakan internasional melawan Covid -19 sangat terkait dengan geopolitik sehingga negara-negara tidak dapat mengoordinasikan tindakan dan strategi mereka secara terpadu.&amp;nbsp;
</description><content:encoded>BEIJING - Surat kabar yang didukung pemerintah China, Global Times, menuduh Amerika Serikat (AS) memiliki &amp;ldquo;tanggung jawab besar&amp;rdquo; atas pandemi Covid-19. Tudingan itu muncul setelah sebuah laporan dari Kongres AS menyalahkan China atas penyebaran virus tersebut.
Dalam editoralnya pada Senin (2/8/2021), Global Times berpendapat &quot;bahwa AS memegang tanggung jawab besar atas penyebaran pandemi global&quot;. Surat kabar itu menyebut &quot;setiap aspek dari apa yang telah dilakukan AS&quot; untuk mencegah penyebaran virus &quot;mengecewakan.&quot;
BACA JUGA:&amp;nbsp;China Kecam Upaya Amerika Serikat Usut Asal-usul Virus Covid-19 dari Laboratorium di Wuhan&amp;nbsp;
Global Times secara khusus mencantumkan &quot;empat dosa&quot; yang dituduhkan kepada AS, termasuk menjadi &quot;penyebar pandemi terbesar&quot; dengan memiliki kasus dan kematian Covid-19 terbanyak di dunia, berkontribusi &quot;sedikit untuk perang global melawan virus&quot;, melakukan &quot;sedikit&quot; dalam organisasi untuk menangani virus di dalam negeri, dan menjadikan China sebagai &amp;ldquo;kambing hitam&amp;rdquo;.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;AS adalah biang keladi dari kebingungan saat ini tentang bagaimana menangani Covid-19,&amp;rdquo; tulis  Global Times mengutip kebijakan AS yang mencla-mencle, sikap warga AS yang terbelah terhadap vaksin, dan &amp;ldquo;praktik mengutamakan modal atau ekonomi dalam perang melawan epidemi virus corona.&quot;
BACA JUGA:&amp;nbsp;Tunjukkan Surat Vaksinasi Palsu, 2 Turis Amerika Didenda Rp231 Juta&amp;nbsp;
The Global Times secara khusus mengkritik AS karena menyalahkan Covid-19 pada China, dengan alasan bahwa politisasi asal virus telah &amp;ldquo;merusak solidaritas dunia melawan epidemi&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;terus-menerus mengganggu perang melawan epidemi&amp;rdquo;. Sikap itu, menurut Global Times, membuat tindakan internasional melawan Covid -19 sangat terkait dengan geopolitik sehingga negara-negara tidak dapat mengoordinasikan tindakan dan strategi mereka secara terpadu.&amp;nbsp;
</content:encoded></item></channel></rss>
