<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satgas Covid-19: 76% Kasus Positif di Indonesia Varian Delta</title><description>Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menyatakan, Indonesia hampir 76 persen telah didominasi oleh virus Covid-19 varian Delta.</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/08/04/620/2450839/satgas-covid-19-76-kasus-positif-di-indonesia-varian-delta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/08/04/620/2450839/satgas-covid-19-76-kasus-positif-di-indonesia-varian-delta"/><item><title>Satgas Covid-19: 76% Kasus Positif di Indonesia Varian Delta</title><link>https://www.okezone.com/read/2021/08/04/620/2450839/satgas-covid-19-76-kasus-positif-di-indonesia-varian-delta</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/08/04/620/2450839/satgas-covid-19-76-kasus-positif-di-indonesia-varian-delta</guid><pubDate>Rabu 04 Agustus 2021 15:58 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/04/620/2450839/satgas-covid-19-76-kasus-positif-di-indonesia-varian-delta-zTQDCMftnq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Reuters)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/08/04/620/2450839/satgas-covid-19-76-kasus-positif-di-indonesia-varian-delta-SdXQJFw4ku.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/04/620/2450839/satgas-covid-19-76-kasus-positif-di-indonesia-varian-delta-zTQDCMftnq.jpg</image><title>(Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;nbsp;JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menyatakan, Indonesia hampir 76 persen telah didominasi oleh virus Covid-19 varian Delta.

&amp;ldquo;Yang banyak di Indonesia adalah varian Delta. Hampir 76 persen didominasi varian Delta tersebut. Pada prinsipnya tetap saja bahwa virus itu merupakan self limiting deseas,&amp;rdquo; kata Kepala Sub Bidang Tracing Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 dr Koesmedi Priharto dalam dialog secara daring di Jakarta, Rabu (4/8/2021).

Menurutnya, varian Delta dapat lebih cepat menular dan memiliki daya tembus yang kuat, sehingga dapat mempercepat persebaran virus.

Baca juga:&amp;nbsp;Pasokan Vaksin Terkendala, Target Herd Immunity di Jatim Terancam Meleset

Baca juga:&amp;nbsp;Mahasiswa Farmasi Ciptakan Permen Anticorona dari Bawang Merah dan Madu

Ia menjelaskan terjadinya persebaran cepat varian Delta juga disebabkan perilaku manusia dari suatu wilayah tersebut sehingga penyakit ini merupakan penyakit head to head atau penularan dari orang ke orang.

&amp;ldquo;Ketika manusia berperilaku baik, maka turun jumlah angka yang menular tersebut. Tetapi bila perilaku manusia di wilayah itu jelek, maka angka itu akan meningkat,&amp;rdquo; kata dia.

Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Ede Surya Darmawan mengatakan varian Delta tidak memiliki gejala spesifik yang berbeda dengan varian-varian sebelumnya.

&amp;ldquo;Sebenarnya kalau untuk gejala varian Delta dengan varian lain itu tidak ada bedanya ya. Artinya yang diserang masih organ pernapasan dari mulai hidung sampai ke paru-paru,&amp;rdquo; kata dia.
</description><content:encoded>&amp;nbsp;JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menyatakan, Indonesia hampir 76 persen telah didominasi oleh virus Covid-19 varian Delta.

&amp;ldquo;Yang banyak di Indonesia adalah varian Delta. Hampir 76 persen didominasi varian Delta tersebut. Pada prinsipnya tetap saja bahwa virus itu merupakan self limiting deseas,&amp;rdquo; kata Kepala Sub Bidang Tracing Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 dr Koesmedi Priharto dalam dialog secara daring di Jakarta, Rabu (4/8/2021).

Menurutnya, varian Delta dapat lebih cepat menular dan memiliki daya tembus yang kuat, sehingga dapat mempercepat persebaran virus.

Baca juga:&amp;nbsp;Pasokan Vaksin Terkendala, Target Herd Immunity di Jatim Terancam Meleset

Baca juga:&amp;nbsp;Mahasiswa Farmasi Ciptakan Permen Anticorona dari Bawang Merah dan Madu

Ia menjelaskan terjadinya persebaran cepat varian Delta juga disebabkan perilaku manusia dari suatu wilayah tersebut sehingga penyakit ini merupakan penyakit head to head atau penularan dari orang ke orang.

&amp;ldquo;Ketika manusia berperilaku baik, maka turun jumlah angka yang menular tersebut. Tetapi bila perilaku manusia di wilayah itu jelek, maka angka itu akan meningkat,&amp;rdquo; kata dia.

Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Ede Surya Darmawan mengatakan varian Delta tidak memiliki gejala spesifik yang berbeda dengan varian-varian sebelumnya.

&amp;ldquo;Sebenarnya kalau untuk gejala varian Delta dengan varian lain itu tidak ada bedanya ya. Artinya yang diserang masih organ pernapasan dari mulai hidung sampai ke paru-paru,&amp;rdquo; kata dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
