<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sakit Kepala Biasa atau Kena Covid-19, Yuk Kenali Bedanya   </title><description>Lantas apa beda sakit kepala biasa, dengan sakit kepala terinfeksi Covid-19?</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/08/12/620/2454314/sakit-kepala-biasa-atau-kena-covid-19-yuk-kenali-bedanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/08/12/620/2454314/sakit-kepala-biasa-atau-kena-covid-19-yuk-kenali-bedanya"/><item><title>Sakit Kepala Biasa atau Kena Covid-19, Yuk Kenali Bedanya   </title><link>https://www.okezone.com/read/2021/08/12/620/2454314/sakit-kepala-biasa-atau-kena-covid-19-yuk-kenali-bedanya</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/08/12/620/2454314/sakit-kepala-biasa-atau-kena-covid-19-yuk-kenali-bedanya</guid><pubDate>Kamis 12 Agustus 2021 05:11 WIB</pubDate><dc:creator>Leonardus Selwyn Kangsaputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/12/620/2454314/sakit-kepala-biasa-atau-kena-covid-19-yuk-kenali-bedanya-vreTWmVzoI.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/08/12/620/2454314/sakit-kepala-biasa-atau-kena-covid-19-yuk-kenali-bedanya-jam1RJZxlr.jpeg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/12/620/2454314/sakit-kepala-biasa-atau-kena-covid-19-yuk-kenali-bedanya-vreTWmVzoI.jpeg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>SAKIT kepala mungkin sering dialami orang-orang. Biasanya, sakit kepala bisa disembuhkan dengan berbaring beberapa saat. Tapi, adanya pandemi ini sakit kepala bisa jadi mendatangkan &quot;sakit kepala&quot; untuk Anda.

Bagaimana tidak, pusing disebut menjadi salah satu gejala Covid-19 yang sering dialami oleh seseorang. Lantas apa beda sakit kepala biasa, dengan sakit kepala terinfeksi Covid-19?

Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i menyatakan bahwa memang ada 8-10 persen pasien yang terdiagnosis atau memang sudah confirm positif Covid-19 menderita gangguan kepala atau nyeri kepala.&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOC8wMS8xLzEzNzMwMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Pada prinsipnya, nyeri kepala ini kita susah membedakannya. Sebab nyeri kepala ini cakupannya luas, tanpa Covid-19 pun, nyeri kepala ini penyebabnya banyak,&quot; terang dr. Fajri saat dihubungi MNC Portal.

Lebih lanjut dr. Fajri menjelaskan, gejala sakit kepala bisa hanya sekadar pusing-pusing ringan, migrain, sakit kepala rasa tertekan, mulai dari yang gejalanya ringan, sampai yang berat seperti gangguan tumor, keganasan, bahkan hingga penyumbatan di kepala.

&quot;Sehingga diagnostik sakit kepala itu berbeda-beda, bisa ada yang ringan, tapi bisa juga ada yang berat. Tapi perlu dipahami, biasanya sakit kepala sangat spesifik apabila terjadi perburukan. Jarang ada yang sakit kepala saja,&quot; katanya.</description><content:encoded>SAKIT kepala mungkin sering dialami orang-orang. Biasanya, sakit kepala bisa disembuhkan dengan berbaring beberapa saat. Tapi, adanya pandemi ini sakit kepala bisa jadi mendatangkan &quot;sakit kepala&quot; untuk Anda.

Bagaimana tidak, pusing disebut menjadi salah satu gejala Covid-19 yang sering dialami oleh seseorang. Lantas apa beda sakit kepala biasa, dengan sakit kepala terinfeksi Covid-19?

Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i menyatakan bahwa memang ada 8-10 persen pasien yang terdiagnosis atau memang sudah confirm positif Covid-19 menderita gangguan kepala atau nyeri kepala.&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOC8wMS8xLzEzNzMwMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Pada prinsipnya, nyeri kepala ini kita susah membedakannya. Sebab nyeri kepala ini cakupannya luas, tanpa Covid-19 pun, nyeri kepala ini penyebabnya banyak,&quot; terang dr. Fajri saat dihubungi MNC Portal.

Lebih lanjut dr. Fajri menjelaskan, gejala sakit kepala bisa hanya sekadar pusing-pusing ringan, migrain, sakit kepala rasa tertekan, mulai dari yang gejalanya ringan, sampai yang berat seperti gangguan tumor, keganasan, bahkan hingga penyumbatan di kepala.

&quot;Sehingga diagnostik sakit kepala itu berbeda-beda, bisa ada yang ringan, tapi bisa juga ada yang berat. Tapi perlu dipahami, biasanya sakit kepala sangat spesifik apabila terjadi perburukan. Jarang ada yang sakit kepala saja,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
