<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fakta-Fakta vaksin Sputnik-V, Khusus 18+ dan Punya Sederet Efek Samping   </title><description>Sputnik V pun telah memperoleh 'Emergency Use Authorization' (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/08/25/620/2460952/fakta-fakta-vaksin-sputnik-v-khusus-18-dan-punya-sederet-efek-samping</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/08/25/620/2460952/fakta-fakta-vaksin-sputnik-v-khusus-18-dan-punya-sederet-efek-samping"/><item><title>Fakta-Fakta vaksin Sputnik-V, Khusus 18+ dan Punya Sederet Efek Samping   </title><link>https://www.okezone.com/read/2021/08/25/620/2460952/fakta-fakta-vaksin-sputnik-v-khusus-18-dan-punya-sederet-efek-samping</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/08/25/620/2460952/fakta-fakta-vaksin-sputnik-v-khusus-18-dan-punya-sederet-efek-samping</guid><pubDate>Rabu 25 Agustus 2021 15:16 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Sukardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/25/620/2460952/fakta-fakta-vaksin-sputnik-v-khusus-18-dan-punya-sederet-efek-samping-J0HVd6FNzk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/08/25/620/2460952/fakta-fakta-vaksin-sputnik-v-khusus-18-dan-punya-sederet-efek-samping-DK3lNaPK4P.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/25/620/2460952/fakta-fakta-vaksin-sputnik-v-khusus-18-dan-punya-sederet-efek-samping-J0HVd6FNzk.jpg</image><title>Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)</title></images><description>INDONESIA akan segera mendatangkan vaksin Covid-19 asal Rusia Sputnik-V. Dengan demikian, sudah ada 7 varian vaksin Covid-19 yang masuk ke Indonesia.

Sebelumnya, Indonesia telah memiliki vaksin Covid-19 Sinovac (CoronaVac), Vaksin COVID-19 Bio Farma, AstraZeneca COVID-19 Vaccine,  Sinopharm, Moderna, dan Comirnaty (Pfizer).

Sama seperti vaksin pendahulunya yang masuk ke Indonesia, Sputnik V pun telah memperoleh 'Emergency Use Authorization' (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Vaksin Sputnik-V sendiri merupakan vaksin yang dikembangkan The Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology di Rusia yang menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector (Ad26-S dan Ad5-S).

&quot;Vaksin ini didaftarkan oleh PT Pratapa Nirmala sebagai pemegang EUA dan bertanggung jawab untuk penjaminan keamanan dan mutu vaksin  ini di Indonesia,&quot; terang laporan resmi terbaru BPOM, Rabu (25/8/2021).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOC8yNS8xLzEzODMwNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Vaksin Sputnik-V digunakan untuk indikasi pencegahan Covid-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV2 untuk orang berusia 18 tahun ke atas (18+). Vaksin diberikan secara injeksi intramuskular dengan dosis 0,5 mL sebanyak 2 dosis dengan rentang waktu 3 minggu.

&quot;Vaksin ini termasuk dalam kelompok vaksin yang memerlukan penyimpanan pada kondisi suhu khusus, yaitu pada suhu -20oC &amp;plusmn; 2oC,&quot; tambah laporan BPOM.

Kepala BPOM Penny K. Lukito, memastikan bahwa vaksin Sputnik-V yang nantinya datang ke Indonesia sudah melalui pengkajian secara intensif oleh BPOM bersama Tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin Covid-19 dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

&quot;Penilaian terhadap data mutu vaksin telah mengacu pada pedoman evaluasi mutu vaksin yang berlaku secara internasional,&quot; terang Penny.
</description><content:encoded>INDONESIA akan segera mendatangkan vaksin Covid-19 asal Rusia Sputnik-V. Dengan demikian, sudah ada 7 varian vaksin Covid-19 yang masuk ke Indonesia.

Sebelumnya, Indonesia telah memiliki vaksin Covid-19 Sinovac (CoronaVac), Vaksin COVID-19 Bio Farma, AstraZeneca COVID-19 Vaccine,  Sinopharm, Moderna, dan Comirnaty (Pfizer).

Sama seperti vaksin pendahulunya yang masuk ke Indonesia, Sputnik V pun telah memperoleh 'Emergency Use Authorization' (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Vaksin Sputnik-V sendiri merupakan vaksin yang dikembangkan The Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology di Rusia yang menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector (Ad26-S dan Ad5-S).

&quot;Vaksin ini didaftarkan oleh PT Pratapa Nirmala sebagai pemegang EUA dan bertanggung jawab untuk penjaminan keamanan dan mutu vaksin  ini di Indonesia,&quot; terang laporan resmi terbaru BPOM, Rabu (25/8/2021).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOC8yNS8xLzEzODMwNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Vaksin Sputnik-V digunakan untuk indikasi pencegahan Covid-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV2 untuk orang berusia 18 tahun ke atas (18+). Vaksin diberikan secara injeksi intramuskular dengan dosis 0,5 mL sebanyak 2 dosis dengan rentang waktu 3 minggu.

&quot;Vaksin ini termasuk dalam kelompok vaksin yang memerlukan penyimpanan pada kondisi suhu khusus, yaitu pada suhu -20oC &amp;plusmn; 2oC,&quot; tambah laporan BPOM.

Kepala BPOM Penny K. Lukito, memastikan bahwa vaksin Sputnik-V yang nantinya datang ke Indonesia sudah melalui pengkajian secara intensif oleh BPOM bersama Tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin Covid-19 dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

&quot;Penilaian terhadap data mutu vaksin telah mengacu pada pedoman evaluasi mutu vaksin yang berlaku secara internasional,&quot; terang Penny.
</content:encoded></item></channel></rss>
