<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Serba Serbi Sekolah Tatap Muka, Perlukah Khawatir Berlebihan?   </title><description>Kekebalan si anak yang belum lama ini sembuh dari Covid-19 masih tinggi sampai 2-3 bulan.</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/09/06/620/2467091/serba-serbi-sekolah-tatap-muka-perlukah-khawatir-berlebihan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/09/06/620/2467091/serba-serbi-sekolah-tatap-muka-perlukah-khawatir-berlebihan"/><item><title>Serba Serbi Sekolah Tatap Muka, Perlukah Khawatir Berlebihan?   </title><link>https://www.okezone.com/read/2021/09/06/620/2467091/serba-serbi-sekolah-tatap-muka-perlukah-khawatir-berlebihan</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/09/06/620/2467091/serba-serbi-sekolah-tatap-muka-perlukah-khawatir-berlebihan</guid><pubDate>Selasa 07 September 2021 00:02 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Sukardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/06/620/2467091/serba-serbi-sekolah-tatap-muka-perlukah-khawatir-berlebihan-jx5kJ8Us4Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/09/06/620/2467091/serba-serbi-sekolah-tatap-muka-perlukah-khawatir-berlebihan-KGGNJUGtTd.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/06/620/2467091/serba-serbi-sekolah-tatap-muka-perlukah-khawatir-berlebihan-jx5kJ8Us4Y.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>PEMBELAJARAN Tatap Muka akan dilakukan serentak jika tidak ada lagi wilayah di Indonesia dengan status PPKM Level 4. Nantinya, anak berusia di bawah 12 tahun yang belum mendapat vaksin Covid-19 tetap diizinkan untuk sekolah tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Hal yang sama juga berlaku pada anak-anak yang menjadi penyintas Covid-19, karena belum bisa divaksin. Meski begitu, Dokter Spesialis Anak dan Magister Sains Psikologi Perkembangan Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si, mengatakan hal ini harus dibuktikan dengan tes PCR.

&quot;Kalau anak itu PCR-nya sudah negatif, berarti sudah tidak ada virus di dalam tubuhnya. Jadi, dia tidak akan menularkan ke anak lain,&quot; terang Prof Soedjatmiko.

Menurutnya, kekebalan si anak yang belum lama ini sembuh dari Covid-19 masih tinggi sampai 2-3 bulan. &quot;Malah, justru dia itu aman meski belum vaksin untuk sekolah tatap muka bertemu teman-temannya,&quot; lanjutnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOS8wNi8xLzEzODc4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Jadi, boleh, ya, anak yang sudah penyintas Covid-19 untuk sekolah tatap muka, asal si anak benar-benar sudah segar-bugar, sudah bisa main seperti biasa. Dia tidak bisa menularkan (virus) ke orang lagi,&quot; terang Prof Soedjatmiko.

Lanjutnya, &quot;Dan sementara waktu dia akan kebal hingga 2 sampai 3 bulan saja. Tapi, setelah itu kekebalannya akan habis,&quot; tambahnya.

Sementara itu, Prof Soedjatmiko menambahkan bahwa anak yang berhasil sembuh dari Covid-19 tapi belum melengkapi imunisasi dasarnya, maka segerakan mendapatkan imunisasi dasar tersebut.

&quot;Jadi, kalau sudah sembuh tapi si anak misalnya belum dapat vaksin hepatitis, campak, polio, atau tifoid, atau jenis imunisasi dasar lainnya, segerakan. Jangan tunggu waktu lagi. Tapi perlu diingat, sehabis imunisasi dasar, kalau mau vaksin Covid-19, tunggu 1 bulan dulu, ya, dan pastikan menerima vaksin Covid-19-nya 3 bulan pasca si anak sembuh dari Covid-19,&quot; tutur Prof Soedjatmiko.
</description><content:encoded>PEMBELAJARAN Tatap Muka akan dilakukan serentak jika tidak ada lagi wilayah di Indonesia dengan status PPKM Level 4. Nantinya, anak berusia di bawah 12 tahun yang belum mendapat vaksin Covid-19 tetap diizinkan untuk sekolah tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Hal yang sama juga berlaku pada anak-anak yang menjadi penyintas Covid-19, karena belum bisa divaksin. Meski begitu, Dokter Spesialis Anak dan Magister Sains Psikologi Perkembangan Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si, mengatakan hal ini harus dibuktikan dengan tes PCR.

&quot;Kalau anak itu PCR-nya sudah negatif, berarti sudah tidak ada virus di dalam tubuhnya. Jadi, dia tidak akan menularkan ke anak lain,&quot; terang Prof Soedjatmiko.

Menurutnya, kekebalan si anak yang belum lama ini sembuh dari Covid-19 masih tinggi sampai 2-3 bulan. &quot;Malah, justru dia itu aman meski belum vaksin untuk sekolah tatap muka bertemu teman-temannya,&quot; lanjutnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOS8wNi8xLzEzODc4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Jadi, boleh, ya, anak yang sudah penyintas Covid-19 untuk sekolah tatap muka, asal si anak benar-benar sudah segar-bugar, sudah bisa main seperti biasa. Dia tidak bisa menularkan (virus) ke orang lagi,&quot; terang Prof Soedjatmiko.

Lanjutnya, &quot;Dan sementara waktu dia akan kebal hingga 2 sampai 3 bulan saja. Tapi, setelah itu kekebalannya akan habis,&quot; tambahnya.

Sementara itu, Prof Soedjatmiko menambahkan bahwa anak yang berhasil sembuh dari Covid-19 tapi belum melengkapi imunisasi dasarnya, maka segerakan mendapatkan imunisasi dasar tersebut.

&quot;Jadi, kalau sudah sembuh tapi si anak misalnya belum dapat vaksin hepatitis, campak, polio, atau tifoid, atau jenis imunisasi dasar lainnya, segerakan. Jangan tunggu waktu lagi. Tapi perlu diingat, sehabis imunisasi dasar, kalau mau vaksin Covid-19, tunggu 1 bulan dulu, ya, dan pastikan menerima vaksin Covid-19-nya 3 bulan pasca si anak sembuh dari Covid-19,&quot; tutur Prof Soedjatmiko.
</content:encoded></item></channel></rss>
