<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapal Wisata di Labuan Bajo Harus Penuhi Standar Keamanan dan Kenyamanan</title><description>Oleh sebab itu, bukan hanya keamanan saja yang perlu diperhatikan tetapi aspek kenyamanan juga.</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/09/11/620/2469777/kapal-wisata-di-labuan-bajo-harus-penuhi-standar-keamanan-dan-kenyamanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/09/11/620/2469777/kapal-wisata-di-labuan-bajo-harus-penuhi-standar-keamanan-dan-kenyamanan"/><item><title>Kapal Wisata di Labuan Bajo Harus Penuhi Standar Keamanan dan Kenyamanan</title><link>https://www.okezone.com/read/2021/09/11/620/2469777/kapal-wisata-di-labuan-bajo-harus-penuhi-standar-keamanan-dan-kenyamanan</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/09/11/620/2469777/kapal-wisata-di-labuan-bajo-harus-penuhi-standar-keamanan-dan-kenyamanan</guid><pubDate>Sabtu 11 September 2021 15:15 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/11/620/2469777/kapal-wisata-di-labuan-bajo-harus-penuhi-standar-keamanan-dan-kenyamanan-CHW00Sp9CC.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Kapal wisata Phinisi di Labuan Bajo, NTT (Foto: Instagram/@pinisio)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/09/11/620/2469777/kapal-wisata-di-labuan-bajo-harus-penuhi-standar-keamanan-dan-kenyamanan-MhPzF7q0Zp.JPG</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/11/620/2469777/kapal-wisata-di-labuan-bajo-harus-penuhi-standar-keamanan-dan-kenyamanan-CHW00Sp9CC.JPG</image><title>Kapal wisata Phinisi di Labuan Bajo, NTT (Foto: Instagram/@pinisio)</title></images><description>ASOSIASI Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong pemerintah segera melakukan standarisasi kapal wisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, untuk menjamin kenyamanan dan keamanan wisatawan.
&quot;Standarisasi kapal wisata ini mencakup spesifikasi kapal termasuk pemeliharaan mesin dan alat-alat keselamatan. Selain itu juga pelayanan kru saat berlayar dan tentunya semua dokumen yang dibutuhkan,&quot; kata Ketua Asita NTT, Abed Frans, Sabtu (11/9/2021).
Ia mengatakan, peristiwa terbakarnya kapal wisata jenis phinisi yang membawa sekitar 21 wisatawan di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat pada Jumat kemarin menjadi catatan penting perlunya standardisasi terhadap kapal-kapal wisata.
Baca juga:&amp;nbsp;Menikmati Labuan Bajo dengan Kapal Kolosal Warisan Jusuf Kalla
&quot;Kebanyakan kapal phinisi juga sekaligus berfungsi sebagai hotel saat wisatawan melakukan perjalanan LoB (Live on Board),&quot; ucapnya.
Oleh sebab itu, kata dia bukan hanya keamanan saja yang perlu diperhatikan tetapi aspek kenyamanan juga masih sangat perlu ditingkatkan.
&quot;Dari situlah wisatawan akan mendapat pengalaman yang sepadan dalam berwisata pada destinasi super premium Labuan Bajo,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wNy8zMC8yMi8xMDA1NzQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Frans menambahkan pihaknya sudah sering menyuarakan agar ada standardsasi di bidang angkutan wisata di Labuan Bajo yang menyandang predikat destinasi super premium.</description><content:encoded>ASOSIASI Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong pemerintah segera melakukan standarisasi kapal wisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, untuk menjamin kenyamanan dan keamanan wisatawan.
&quot;Standarisasi kapal wisata ini mencakup spesifikasi kapal termasuk pemeliharaan mesin dan alat-alat keselamatan. Selain itu juga pelayanan kru saat berlayar dan tentunya semua dokumen yang dibutuhkan,&quot; kata Ketua Asita NTT, Abed Frans, Sabtu (11/9/2021).
Ia mengatakan, peristiwa terbakarnya kapal wisata jenis phinisi yang membawa sekitar 21 wisatawan di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat pada Jumat kemarin menjadi catatan penting perlunya standardisasi terhadap kapal-kapal wisata.
Baca juga:&amp;nbsp;Menikmati Labuan Bajo dengan Kapal Kolosal Warisan Jusuf Kalla
&quot;Kebanyakan kapal phinisi juga sekaligus berfungsi sebagai hotel saat wisatawan melakukan perjalanan LoB (Live on Board),&quot; ucapnya.
Oleh sebab itu, kata dia bukan hanya keamanan saja yang perlu diperhatikan tetapi aspek kenyamanan juga masih sangat perlu ditingkatkan.
&quot;Dari situlah wisatawan akan mendapat pengalaman yang sepadan dalam berwisata pada destinasi super premium Labuan Bajo,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wNy8zMC8yMi8xMDA1NzQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Frans menambahkan pihaknya sudah sering menyuarakan agar ada standardsasi di bidang angkutan wisata di Labuan Bajo yang menyandang predikat destinasi super premium.</content:encoded></item></channel></rss>
