<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kontribusi Sektor Industri Agro ke PDB Nasional Capai 8,77%</title><description>Sektor industri agro menyumbang 50,59% terhadap pertumbuhan produk  domestik bruto (PDB)&amp;nbsp; nasional pada kuartal II-2021.</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/09/17/620/2472750/kontribusi-sektor-industri-agro-ke-pdb-nasional-capai-8-77</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/09/17/620/2472750/kontribusi-sektor-industri-agro-ke-pdb-nasional-capai-8-77"/><item><title>Kontribusi Sektor Industri Agro ke PDB Nasional Capai 8,77%</title><link>https://www.okezone.com/read/2021/09/17/620/2472750/kontribusi-sektor-industri-agro-ke-pdb-nasional-capai-8-77</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/09/17/620/2472750/kontribusi-sektor-industri-agro-ke-pdb-nasional-capai-8-77</guid><pubDate>Jum'at 17 September 2021 10:45 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/17/620/2472750/kontribusi-sektor-industri-agro-ke-pdb-nasional-capai-8-77-Y6aTkxAWgM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kontribusi sektor agro terhadap PDB Nasional (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/09/17/620/2472750/kontribusi-sektor-industri-agro-ke-pdb-nasional-capai-8-77-VJAwo4eHgJ.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/17/620/2472750/kontribusi-sektor-industri-agro-ke-pdb-nasional-capai-8-77-Y6aTkxAWgM.jpg</image><title>Kontribusi sektor agro terhadap PDB Nasional (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Sektor industri agro menyumbang 50,59% terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas atau 8,77% terhadap PDB nasional pada kuartal II-2021.
&amp;ldquo;Sebesar 38,42% dari pertumbuhan PDB industri pengolahan nonmigas tersebut dikontribusikan oleh subsektor industri makanan dan minuman,&amp;rdquo; kata Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika  dilansir dari Antara, Jumat (17/9/2021).
Baca Juga: Menperin: Stimulus Buat Sektor Usaha Bergairah
 
Sumbangsih selanjutnya dari industri pengolahan tembakau sebesar 4,35%, kemudian industri kertas dan barang dari kertas sebesar 3,86%, industri kayu dan barang dari kayu sebesar 2,54%, serta industri furnitur sebesar 1,42%.
&amp;ldquo;Secara umum pertumbuhan PDB sektor industri agro menunjukkan performa yang membaik. Hal ini perlu dijaga dan terus ditingkatkan. Oleh karena itu, perlu kerja keras dalam memacu produktivitas dan daya saing,&amp;rdquo; papar Putu.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada kuartal II-2021 telah mencatatkan surplus USD1,3 miliar. Jauh membaik dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020, yang mengalami defisit USD0,6 miliar.
Baca Juga: Menperin Minta Tambahan Anggaran Rp820 Miliar
 
&amp;ldquo;Sektor industri agro dalam hal ini patut diberikan apresiasi karena pada kuartal kedua ini memberikan kontribusi USD19,64 miliar atau sebesar 28,24% terhadap ekspor nasional,&amp;rdquo; sebut Putu.
Hal ini tidak terlepas dari dukungan di sektor hulu, dalam hal ini sektor pertanian, sehingga capaian-capain tersebut dapat diraih.
Sebagai upaya menggenjot performa sektor industri agro, Kemenperin terus mendorong peningkatan dan penguatan melalui implementasi industri 4.0. Selanjutnya, optimalisasi pemanfaatan teknologi industri, pemanfaatan sumber daya alam bagi industri, pembinaan industri hijau dan industri strategis, serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri.</description><content:encoded>JAKARTA - Sektor industri agro menyumbang 50,59% terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas atau 8,77% terhadap PDB nasional pada kuartal II-2021.
&amp;ldquo;Sebesar 38,42% dari pertumbuhan PDB industri pengolahan nonmigas tersebut dikontribusikan oleh subsektor industri makanan dan minuman,&amp;rdquo; kata Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika  dilansir dari Antara, Jumat (17/9/2021).
Baca Juga: Menperin: Stimulus Buat Sektor Usaha Bergairah
 
Sumbangsih selanjutnya dari industri pengolahan tembakau sebesar 4,35%, kemudian industri kertas dan barang dari kertas sebesar 3,86%, industri kayu dan barang dari kayu sebesar 2,54%, serta industri furnitur sebesar 1,42%.
&amp;ldquo;Secara umum pertumbuhan PDB sektor industri agro menunjukkan performa yang membaik. Hal ini perlu dijaga dan terus ditingkatkan. Oleh karena itu, perlu kerja keras dalam memacu produktivitas dan daya saing,&amp;rdquo; papar Putu.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada kuartal II-2021 telah mencatatkan surplus USD1,3 miliar. Jauh membaik dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020, yang mengalami defisit USD0,6 miliar.
Baca Juga: Menperin Minta Tambahan Anggaran Rp820 Miliar
 
&amp;ldquo;Sektor industri agro dalam hal ini patut diberikan apresiasi karena pada kuartal kedua ini memberikan kontribusi USD19,64 miliar atau sebesar 28,24% terhadap ekspor nasional,&amp;rdquo; sebut Putu.
Hal ini tidak terlepas dari dukungan di sektor hulu, dalam hal ini sektor pertanian, sehingga capaian-capain tersebut dapat diraih.
Sebagai upaya menggenjot performa sektor industri agro, Kemenperin terus mendorong peningkatan dan penguatan melalui implementasi industri 4.0. Selanjutnya, optimalisasi pemanfaatan teknologi industri, pemanfaatan sumber daya alam bagi industri, pembinaan industri hijau dan industri strategis, serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri.</content:encoded></item></channel></rss>
