<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nadiem Ungkap 3 Dosa Sistem Pendidikan, Apa Saja?</title><description>Nadiem mengungkap 3 dosa di sistem pendidikan saat ini.</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/09/22/620/2475460/nadiem-ungkap-3-dosa-sistem-pendidikan-apa-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/09/22/620/2475460/nadiem-ungkap-3-dosa-sistem-pendidikan-apa-saja"/><item><title>Nadiem Ungkap 3 Dosa Sistem Pendidikan, Apa Saja?</title><link>https://www.okezone.com/read/2021/09/22/620/2475460/nadiem-ungkap-3-dosa-sistem-pendidikan-apa-saja</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/09/22/620/2475460/nadiem-ungkap-3-dosa-sistem-pendidikan-apa-saja</guid><pubDate>Rabu 22 September 2021 22:26 WIB</pubDate><dc:creator>Kevi Laras</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/22/620/2475460/nadiem-ungkap-3-dosa-sistem-pendidikan-apa-saja-CGrQR9m2xp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendikbudristek Nadiem Makarim saat tinjau PTM di Jakarta. (Ist)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/09/22/620/2475460/nadiem-ungkap-3-dosa-sistem-pendidikan-apa-saja-I7tjy8ySlc.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/22/620/2475460/nadiem-ungkap-3-dosa-sistem-pendidikan-apa-saja-CGrQR9m2xp.jpg</image><title>Mendikbudristek Nadiem Makarim saat tinjau PTM di Jakarta. (Ist)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, menyampaikan tiga dosa dalam sistem pendidikan di Indonesia. Ketiganya adalah intoleransi, perundungan/bullying, dan kekerasan/pelecehan seksual.

&quot;Kita menempatkan tiga dosa di sistem pendidikan kita saat ini. Tiga dosa itu tersebut intoleransi, kedua perundungan/bullying dan ketiga kekerasan/pelecehan seksual,&quot; ujarnya dalam acara virtual dikutip MPI pada Rabu (22/9/2021)

Ia menjelaskan, apa yang menjadi tantangan dalam mewujudkan merdeka belajar. Transformasi sistem pendidikan terus diupayakan untuk menciptakan karakter peserta didik yang baik dengan mengubah sistem pemetaaan sehingga dalat mengukur nilai-nilai Pancasila.

&quot;Tansformasi sistem pendidikan ini kita upayakan melalui merdeka belajar. Betapa pentingnya karakter dalam merdeka belajar. Sampai kita merubah sistem pemetaaan pendidikan dan kita bisa mengukur nilai-nilai Pancasila,&quot; katanya.

Nadiem mengatakan dirinya bertujuan ciptakan rasa toleransi. Salah satu upayanya adalah mengurangi beban yaitu mwnghilangkan Ujian Nasional (UN) dengan Assessment Nasional yang tidak dapat dibimbelkan atau berbayar.

Baca Juga : Risma Bentuk Program Pejuang Muda Kemensos, Begini Komentar Nadiem Makarim&amp;nbsp;

&quot;Semua orang tua dan murid stress sekarang sudah hilang ya diganti assessment nasional ini tidak bisa dibimbelkan,&quot; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, menyampaikan tiga dosa dalam sistem pendidikan di Indonesia. Ketiganya adalah intoleransi, perundungan/bullying, dan kekerasan/pelecehan seksual.

&quot;Kita menempatkan tiga dosa di sistem pendidikan kita saat ini. Tiga dosa itu tersebut intoleransi, kedua perundungan/bullying dan ketiga kekerasan/pelecehan seksual,&quot; ujarnya dalam acara virtual dikutip MPI pada Rabu (22/9/2021)

Ia menjelaskan, apa yang menjadi tantangan dalam mewujudkan merdeka belajar. Transformasi sistem pendidikan terus diupayakan untuk menciptakan karakter peserta didik yang baik dengan mengubah sistem pemetaaan sehingga dalat mengukur nilai-nilai Pancasila.

&quot;Tansformasi sistem pendidikan ini kita upayakan melalui merdeka belajar. Betapa pentingnya karakter dalam merdeka belajar. Sampai kita merubah sistem pemetaaan pendidikan dan kita bisa mengukur nilai-nilai Pancasila,&quot; katanya.

Nadiem mengatakan dirinya bertujuan ciptakan rasa toleransi. Salah satu upayanya adalah mengurangi beban yaitu mwnghilangkan Ujian Nasional (UN) dengan Assessment Nasional yang tidak dapat dibimbelkan atau berbayar.

Baca Juga : Risma Bentuk Program Pejuang Muda Kemensos, Begini Komentar Nadiem Makarim&amp;nbsp;

&quot;Semua orang tua dan murid stress sekarang sudah hilang ya diganti assessment nasional ini tidak bisa dibimbelkan,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
