<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Covid-19 Melandai, Ini Strategi Terbaru Pemerintah Tangani Pandemi</title><description>Wakil Menteri Kesehatan, dr. Dante Saksono Harbuwono, kasus Covid-19 di Indonesia memang sudah menurun</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/09/27/620/2477409/kasus-covid-19-melandai-ini-strategi-terbaru-pemerintah-tangani-pandemi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/09/27/620/2477409/kasus-covid-19-melandai-ini-strategi-terbaru-pemerintah-tangani-pandemi"/><item><title>Kasus Covid-19 Melandai, Ini Strategi Terbaru Pemerintah Tangani Pandemi</title><link>https://www.okezone.com/read/2021/09/27/620/2477409/kasus-covid-19-melandai-ini-strategi-terbaru-pemerintah-tangani-pandemi</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/09/27/620/2477409/kasus-covid-19-melandai-ini-strategi-terbaru-pemerintah-tangani-pandemi</guid><pubDate>Senin 27 September 2021 11:51 WIB</pubDate><dc:creator>Leonardus Selwyn Kangsaputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/27/620/2477409/kasus-covid-19-melandai-ini-strategi-terbaru-pemerintah-tangani-pandemi-2P4PlcFnwX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Livescience)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/09/27/620/2477409/kasus-covid-19-melandai-ini-strategi-terbaru-pemerintah-tangani-pandemi-h19zeG9Wao.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/27/620/2477409/kasus-covid-19-melandai-ini-strategi-terbaru-pemerintah-tangani-pandemi-2P4PlcFnwX.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Livescience)</title></images><description>WAKIL Menteri Kesehatan, dr. Dante Saksono Harbuwono, kasus Covid-19 di Indonesia memang sudah menurun dengan pesat. Meski demikian,  hampir seluruh negara di dunia sedang mengalami peningkatan kasus Covid-19 yang disebabkan oleh varian Delta.
Oleh sebab itu masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan selalu waspada terhadap risiko penularan Covid-19. Tak hanya itu, Wamenkes Dante pun menjelaskan bahwa pemerintah juga telah menerapkan strategi penanganan pandemi yang perlu dilanjutkan dan diperkuat.
Dalam rakornas 'Pemulihan dan Pertumbuhan Sektor Parekraf', Senin (27/9/2021), Wamenkes Dante membagikan beberapa strategi penanganan pandemi, diantaranya:
Deteksi

1. Meningkatkan tes epidemiologi dan tes skrining.
2. Meningkatkan rasio kontak erat yang dilacak dengan melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
3. Surveilans genomik di daerah-daerah bepotensi lonjakan kasus.
4. Meningkatkan deteksi di pintu masuk.
Baca Juga : Varian Delta Disebut Lebih Mematikan bagi Anak-Anak, Ini Faktanya
Terapeutik
1. Konversi TT 30-40% dari total kapasitas RS dan pemenuhan suplai (termasuk oksigen), alkes, dan SDM.
2. Mengerahkan tenaga cadangan dokter internship, koas, mahasiswa tingkat akhir.
3. Pengetatan syarat masuk RS: saturasi &amp;lt;95%, sesak napas. Diawasi oleh tenaga aparat atau relawan, agar hanya kasus sedang, berat, kritis di RS.
4. Meningkatkan pemanfaatan isolasi terpusat.</description><content:encoded>WAKIL Menteri Kesehatan, dr. Dante Saksono Harbuwono, kasus Covid-19 di Indonesia memang sudah menurun dengan pesat. Meski demikian,  hampir seluruh negara di dunia sedang mengalami peningkatan kasus Covid-19 yang disebabkan oleh varian Delta.
Oleh sebab itu masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan selalu waspada terhadap risiko penularan Covid-19. Tak hanya itu, Wamenkes Dante pun menjelaskan bahwa pemerintah juga telah menerapkan strategi penanganan pandemi yang perlu dilanjutkan dan diperkuat.
Dalam rakornas 'Pemulihan dan Pertumbuhan Sektor Parekraf', Senin (27/9/2021), Wamenkes Dante membagikan beberapa strategi penanganan pandemi, diantaranya:
Deteksi

1. Meningkatkan tes epidemiologi dan tes skrining.
2. Meningkatkan rasio kontak erat yang dilacak dengan melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
3. Surveilans genomik di daerah-daerah bepotensi lonjakan kasus.
4. Meningkatkan deteksi di pintu masuk.
Baca Juga : Varian Delta Disebut Lebih Mematikan bagi Anak-Anak, Ini Faktanya
Terapeutik
1. Konversi TT 30-40% dari total kapasitas RS dan pemenuhan suplai (termasuk oksigen), alkes, dan SDM.
2. Mengerahkan tenaga cadangan dokter internship, koas, mahasiswa tingkat akhir.
3. Pengetatan syarat masuk RS: saturasi &amp;lt;95%, sesak napas. Diawasi oleh tenaga aparat atau relawan, agar hanya kasus sedang, berat, kritis di RS.
4. Meningkatkan pemanfaatan isolasi terpusat.</content:encoded></item></channel></rss>
