<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Bangun Pusat Karantina 5.000 Kamar Senilai Rp5,1 Triliun dalam 3 Bulan</title><description>Pusat karantina itu digunakan untuk menampung ribuan orang yang datang dari luar negeri.</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/10/05/620/2481434/china-bangun-pusat-karantina-5-000-kamar-senilai-rp5-1-triliun-dalam-3-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/10/05/620/2481434/china-bangun-pusat-karantina-5-000-kamar-senilai-rp5-1-triliun-dalam-3-bulan"/><item><title>China Bangun Pusat Karantina 5.000 Kamar Senilai Rp5,1 Triliun dalam 3 Bulan</title><link>https://www.okezone.com/read/2021/10/05/620/2481434/china-bangun-pusat-karantina-5-000-kamar-senilai-rp5-1-triliun-dalam-3-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/10/05/620/2481434/china-bangun-pusat-karantina-5-000-kamar-senilai-rp5-1-triliun-dalam-3-bulan</guid><pubDate>Selasa 05 Oktober 2021 10:59 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/05/620/2481434/china-bangun-pusat-karantina-5-000-kamar-senilai-rp5-1-triliun-dalam-3-bulan-bU7NAG3kxq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pusat karantina di Guangzhou, China yang menghabiskan biaya Rp5,1 triliun. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/10/05/620/2481434/china-bangun-pusat-karantina-5-000-kamar-senilai-rp5-1-triliun-dalam-3-bulan-JdAAfbsnm2.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/05/620/2481434/china-bangun-pusat-karantina-5-000-kamar-senilai-rp5-1-triliun-dalam-3-bulan-bU7NAG3kxq.jpg</image><title>Pusat karantina di Guangzhou, China yang menghabiskan biaya Rp5,1 triliun. (Foto: Antara)</title></images><description>BEIJING - Pemerintah China berhasil mewujudkan pusat karantina Covid-19 senilai USD360 juta atau sekitar Rp5,1 triliun di Kota Guangzhou yang terdiri dari 5.000 unit kamar.
Pusat karantina untuk menampung ribuan orang yang baru datang dari luar negeri tersebut dibangun hanya dalam tiga bulan, demikian dilaporkan pada laman berita lokal, Selasa (5/10/2021).
BACA JUGA:&amp;nbsp;Bangun Rumah Sakit Dadakan 6 Hari, Pemerintah China Gunakan Tanah Arena Hiburan
Fasilitas Kesehatan Internasional Guangzhou itu dibangun di wilayah China selatan karena ibu kota Provinsi Guangdong itu sampai sekarang masih menjadi pusat penampungan utama pengguna jasa penerbangan internasional.
Para tamu bisa menjalani karantina selama 14 hari di fasilitas tersebut secara mandiri. Menurut laporan media GICexpat, berbagai kebutuhan di fasilitas karantina itu, terutama makanan dan minuman sehari-hari, akan dilayani oleh robot.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Muncul Kasus Covid-19 di Perbatasan, Bandara hingga Stasiun di Xinjiang Langsung Ditutup
Dengan adanya fasilitas tersebut, China sudah siap menampung orang-orang yang baru datang dari luar negeri.

</description><content:encoded>BEIJING - Pemerintah China berhasil mewujudkan pusat karantina Covid-19 senilai USD360 juta atau sekitar Rp5,1 triliun di Kota Guangzhou yang terdiri dari 5.000 unit kamar.
Pusat karantina untuk menampung ribuan orang yang baru datang dari luar negeri tersebut dibangun hanya dalam tiga bulan, demikian dilaporkan pada laman berita lokal, Selasa (5/10/2021).
BACA JUGA:&amp;nbsp;Bangun Rumah Sakit Dadakan 6 Hari, Pemerintah China Gunakan Tanah Arena Hiburan
Fasilitas Kesehatan Internasional Guangzhou itu dibangun di wilayah China selatan karena ibu kota Provinsi Guangdong itu sampai sekarang masih menjadi pusat penampungan utama pengguna jasa penerbangan internasional.
Para tamu bisa menjalani karantina selama 14 hari di fasilitas tersebut secara mandiri. Menurut laporan media GICexpat, berbagai kebutuhan di fasilitas karantina itu, terutama makanan dan minuman sehari-hari, akan dilayani oleh robot.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Muncul Kasus Covid-19 di Perbatasan, Bandara hingga Stasiun di Xinjiang Langsung Ditutup
Dengan adanya fasilitas tersebut, China sudah siap menampung orang-orang yang baru datang dari luar negeri.

</content:encoded></item></channel></rss>
