<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cegah Diabetes, Komorbid yang Tingkatkan Risiko Komplikasi Pasien Covid-19</title><description>Penyakit penyerta (komorbid) menjadi salah satu faktor yang membuat tingkat keparahan pasoen Covid-19 meningkat</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/10/08/620/2483316/cegah-diabetes-komorbid-yang-tingkatkan-risiko-komplikasi-pasien-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/10/08/620/2483316/cegah-diabetes-komorbid-yang-tingkatkan-risiko-komplikasi-pasien-covid-19"/><item><title>Cegah Diabetes, Komorbid yang Tingkatkan Risiko Komplikasi Pasien Covid-19</title><link>https://www.okezone.com/read/2021/10/08/620/2483316/cegah-diabetes-komorbid-yang-tingkatkan-risiko-komplikasi-pasien-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/10/08/620/2483316/cegah-diabetes-komorbid-yang-tingkatkan-risiko-komplikasi-pasien-covid-19</guid><pubDate>Jum'at 08 Oktober 2021 14:56 WIB</pubDate><dc:creator>Leonardus Selwyn Kangsaputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/08/620/2483316/cegah-diabetes-komorbid-yang-tingkatkan-risiko-komplikasi-pasien-covid-19-hDRkOx6k22.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/10/08/620/2483316/cegah-diabetes-komorbid-yang-tingkatkan-risiko-komplikasi-pasien-covid-19-kX2C8LmypJ.jpeg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/08/620/2483316/cegah-diabetes-komorbid-yang-tingkatkan-risiko-komplikasi-pasien-covid-19-hDRkOx6k22.jpeg</image><title>Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)</title></images><description>PENYAKIT penyerta (komorbid) menjadi salah satu faktor yang membuat tingkat keparahan pasien Covid-19 meningkat. Salah sati komorbid yang paling sering dialami masyarakat adalah diabetes.
Sebagaimana diketahui, komorbid adalah kondisi di mana seseorang menderita dua penyakit atau lebih pada saat yang bersamaan dan bersifat kronis atau menahun. Penyakit diabetes ini dapat meningkatkan risiko komplikasi pasien Covid-19.
Lantas apa yang dapat dilakukan untuk mencegah diabetes? Merangkum dari Bidang Koordinasi Relawan @satgas.relawan, berikut kiat yang bisa dilakukan seseorang.

Baca Juga : 4 Menu Makanan Sehat yang Baik untuk Penderita Diabetes
1. Mempertahankan berat badan ideal.
2. Makan buah dan sayuran sesuai Pedoman Gizi Seimbang (PGS) sebanyak 3-5 porsi setiap hari.
3. Hindari penggunaan tembakau seperti merokok dan tembakau kunyah.
4. Kelola stres.
5. Rutin beraktivitas fisik dengan intensitas sedang selama 30 menit setiap hari untuk mengendalikan berat badan.
6. Kurangi asupan gula, garam, dan lemak jenuh.
7. Hindari mengonsumsi alkohol.
8. Tes glukosa darah dan kadar HbA1c secara teratur.</description><content:encoded>PENYAKIT penyerta (komorbid) menjadi salah satu faktor yang membuat tingkat keparahan pasien Covid-19 meningkat. Salah sati komorbid yang paling sering dialami masyarakat adalah diabetes.
Sebagaimana diketahui, komorbid adalah kondisi di mana seseorang menderita dua penyakit atau lebih pada saat yang bersamaan dan bersifat kronis atau menahun. Penyakit diabetes ini dapat meningkatkan risiko komplikasi pasien Covid-19.
Lantas apa yang dapat dilakukan untuk mencegah diabetes? Merangkum dari Bidang Koordinasi Relawan @satgas.relawan, berikut kiat yang bisa dilakukan seseorang.

Baca Juga : 4 Menu Makanan Sehat yang Baik untuk Penderita Diabetes
1. Mempertahankan berat badan ideal.
2. Makan buah dan sayuran sesuai Pedoman Gizi Seimbang (PGS) sebanyak 3-5 porsi setiap hari.
3. Hindari penggunaan tembakau seperti merokok dan tembakau kunyah.
4. Kelola stres.
5. Rutin beraktivitas fisik dengan intensitas sedang selama 30 menit setiap hari untuk mengendalikan berat badan.
6. Kurangi asupan gula, garam, dan lemak jenuh.
7. Hindari mengonsumsi alkohol.
8. Tes glukosa darah dan kadar HbA1c secara teratur.</content:encoded></item></channel></rss>
