<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jaga Ketahanan Pangan RI, Begini Caranya</title><description>Sebanyak 150 negara anggota Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) merayakan Hari Pangan Sedunia.</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/10/19/620/2488520/jaga-ketahanan-pangan-ri-begini-caranya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/10/19/620/2488520/jaga-ketahanan-pangan-ri-begini-caranya"/><item><title>Jaga Ketahanan Pangan RI, Begini Caranya</title><link>https://www.okezone.com/read/2021/10/19/620/2488520/jaga-ketahanan-pangan-ri-begini-caranya</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/10/19/620/2488520/jaga-ketahanan-pangan-ri-begini-caranya</guid><pubDate>Selasa 19 Oktober 2021 13:25 WIB</pubDate><dc:creator>Erlinda Septiawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/19/620/2488520/jaga-ketahanan-pangan-ri-begini-caranya-dxJuOXBDub.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jaga Ketahanan Pangan Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/10/19/620/2488520/jaga-ketahanan-pangan-ri-begini-caranya-7uZAUjT2MC.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/19/620/2488520/jaga-ketahanan-pangan-ri-begini-caranya-dxJuOXBDub.jpg</image><title>Jaga Ketahanan Pangan Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sebanyak 150 negara anggota Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) merayakan Hari Pangan Sedunia pada 16 Oktober 2021.

Di Indonesia, dalam pertemuan virtual dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada 13 September 2021, Kepala Perwakilan FAO Indonesia Rajendra Aryal mengakui pencapaian Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan melalui peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi konsumsi pangan pokok, penguatan cadangan pangan dan sistem logistik, memperbanyak tenaga ahli pertanian, serta pengembangan pertanian modern lewat teknologi.

Menurutnya inovasi teknologi dan digitalisasi seperti e-agriculture yang dikembangkan oleh akademisi dan industri di Indonesia mampu membantu petani dan konsumen mengatasi masalah kerawanan pangan, masalah gizi, dan berkurangnya sumber daya alam.

&amp;ldquo;Kami percaya dengan penerapan teknologi akan membawa dampak positif, begitupun di industri akuakultur yang menjadi fokus kami. Ketersediaan nutrisi yang terjangkau dan proses produksi pangan yang berkelanjutan bisa menjadi solusi untuk masalah ini. Dan perikanan punya potensi sangat besar untuk mengambil peranan penting dalam mewujudkan hal tersebut,&quot; kata Co-founder dan CEO eFishery Gibran Huzaifah dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (19/10/2021).

Baca Juga: RI Raih Penghargaan dari Badan Pangan dan Badan Atom Dunia


Gibran menjelaskan bahwa pihaknya mengatasi masalah fundamental dalam industri akuakultur dengan menyediakan teknologi yang terjangkau. Dengan menggunakan data dan teknologi, eFishery berkomitmen membantu para pembudidaya ikan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas budidayanya, lebih mudah untuk mendapatkan permodalan, serta mendapatkan akses untuk memperluas pasar.

Salah satu daerah di Indonesia yang melek teknologi dalam praktik budidaya perikanan adalah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Kabupaten ini termasyhur sebagai daerah penghasil ikan konsumsi seperti patin, lele, gurami, tombro, nila hitam, dan tawes.
</description><content:encoded>JAKARTA - Sebanyak 150 negara anggota Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) merayakan Hari Pangan Sedunia pada 16 Oktober 2021.

Di Indonesia, dalam pertemuan virtual dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada 13 September 2021, Kepala Perwakilan FAO Indonesia Rajendra Aryal mengakui pencapaian Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan melalui peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi konsumsi pangan pokok, penguatan cadangan pangan dan sistem logistik, memperbanyak tenaga ahli pertanian, serta pengembangan pertanian modern lewat teknologi.

Menurutnya inovasi teknologi dan digitalisasi seperti e-agriculture yang dikembangkan oleh akademisi dan industri di Indonesia mampu membantu petani dan konsumen mengatasi masalah kerawanan pangan, masalah gizi, dan berkurangnya sumber daya alam.

&amp;ldquo;Kami percaya dengan penerapan teknologi akan membawa dampak positif, begitupun di industri akuakultur yang menjadi fokus kami. Ketersediaan nutrisi yang terjangkau dan proses produksi pangan yang berkelanjutan bisa menjadi solusi untuk masalah ini. Dan perikanan punya potensi sangat besar untuk mengambil peranan penting dalam mewujudkan hal tersebut,&quot; kata Co-founder dan CEO eFishery Gibran Huzaifah dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (19/10/2021).

Baca Juga: RI Raih Penghargaan dari Badan Pangan dan Badan Atom Dunia


Gibran menjelaskan bahwa pihaknya mengatasi masalah fundamental dalam industri akuakultur dengan menyediakan teknologi yang terjangkau. Dengan menggunakan data dan teknologi, eFishery berkomitmen membantu para pembudidaya ikan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas budidayanya, lebih mudah untuk mendapatkan permodalan, serta mendapatkan akses untuk memperluas pasar.

Salah satu daerah di Indonesia yang melek teknologi dalam praktik budidaya perikanan adalah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Kabupaten ini termasyhur sebagai daerah penghasil ikan konsumsi seperti patin, lele, gurami, tombro, nila hitam, dan tawes.
</content:encoded></item></channel></rss>
