<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lansia 60 Kali Lipat Berisiko Covid-19, Pemerintah Terus Genjot Vaksinasi</title><description>Semua orang berisiko terkena Covid-19. Namun, lansia menjadi kelompok yang paling rentan terinfeksi Covid-19.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/10/30/620/2494067/lansia-60-kali-lipat-berisiko-covid-19-pemerintah-terus-genjot-vaksinasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/10/30/620/2494067/lansia-60-kali-lipat-berisiko-covid-19-pemerintah-terus-genjot-vaksinasi"/><item><title>Lansia 60 Kali Lipat Berisiko Covid-19, Pemerintah Terus Genjot Vaksinasi</title><link>https://www.okezone.com/read/2021/10/30/620/2494067/lansia-60-kali-lipat-berisiko-covid-19-pemerintah-terus-genjot-vaksinasi</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/10/30/620/2494067/lansia-60-kali-lipat-berisiko-covid-19-pemerintah-terus-genjot-vaksinasi</guid><pubDate>Sabtu 30 Oktober 2021 08:17 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Sukardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/30/620/2494067/lansia-60-kali-lipat-berisiko-covid-19-pemerintah-terus-genjot-vaksinasi-gsPwH7yWR0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : News Medical)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/10/30/620/2494067/lansia-60-kali-lipat-berisiko-covid-19-pemerintah-terus-genjot-vaksinasi-LP90roMEv4.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/30/620/2494067/lansia-60-kali-lipat-berisiko-covid-19-pemerintah-terus-genjot-vaksinasi-gsPwH7yWR0.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : News Medical)</title></images><description>SEMUA orang berisiko terkena Covid-19. Namun, lansia menjadi kelompok yang paling rentan terinfeksi Covid-19.
Bahkan, lansia 60 kali lipat berisiko terkena Covid-19. Hal ini yang membuat pemerintah memprioritaskan lansia untuk divaksinasi Covid-19.&amp;nbsp; Hal tersebut seperti yang disampaikan Juru Bicara Pemerintah Dokter Reisa Broto Asmoro, kelompok tersebut sangat rentan terpapar Covid-19.
&quot;Kelompok lansia mempunya faktor risiko hingga 60 kali lipat lebih berat dibandingkan kelompok usia lebih muda dari paparan Covid-19. Maka dari itu, kita prioritaskan mereka,&quot; kata dokter Reisa di konferensi pers virtual, Jumat (29/10/2021).

Dalam kesempatan itu, Dokter Reisa menerangkan juga bahwa pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah dan TNI/Polri mengevaluasi vaksinasi lansia di daerah masing-masing dan menemukan pendekatan yang tepat terhadap lansia.
Baca Juga : Masih Banyak Lansia Tak Mau Divaksin Covid-19, Ini Penyebabnya
Kementerian Kesehatan sendiri, lanjutnya, berupaya untuk mendekatkan layanan vaksinasi agar bisa dijangkau kelompok lansia. &quot;Sentra-sentra diperbanyak di seluruh Tanah Air dan meminta anggota keluarga untuk proaktif memberikan pemahaman kepada orangtua atau anggota keluarga yang lansia untuk mau divaksinasi,&quot; sarannya.
Data Satgas Covid-19 mencatat bahwa target vaksinasi kelompok lansia ialah 21.553.118, namun yang menerima dosis pertama 8.358.001 (38,78%) dan yang menerima dosis lengkap baru 5.204.523 (24,15%).
&quot;Ini perlu mendapat perhatian bersama, karena mereka masih dibayang-bayangi Covid-19 dan dapat menderita gejala berat atau bahkan long Covid-19 atau post Covid-19 syndrome,&quot; tambah Dokter Reisa.</description><content:encoded>SEMUA orang berisiko terkena Covid-19. Namun, lansia menjadi kelompok yang paling rentan terinfeksi Covid-19.
Bahkan, lansia 60 kali lipat berisiko terkena Covid-19. Hal ini yang membuat pemerintah memprioritaskan lansia untuk divaksinasi Covid-19.&amp;nbsp; Hal tersebut seperti yang disampaikan Juru Bicara Pemerintah Dokter Reisa Broto Asmoro, kelompok tersebut sangat rentan terpapar Covid-19.
&quot;Kelompok lansia mempunya faktor risiko hingga 60 kali lipat lebih berat dibandingkan kelompok usia lebih muda dari paparan Covid-19. Maka dari itu, kita prioritaskan mereka,&quot; kata dokter Reisa di konferensi pers virtual, Jumat (29/10/2021).

Dalam kesempatan itu, Dokter Reisa menerangkan juga bahwa pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah dan TNI/Polri mengevaluasi vaksinasi lansia di daerah masing-masing dan menemukan pendekatan yang tepat terhadap lansia.
Baca Juga : Masih Banyak Lansia Tak Mau Divaksin Covid-19, Ini Penyebabnya
Kementerian Kesehatan sendiri, lanjutnya, berupaya untuk mendekatkan layanan vaksinasi agar bisa dijangkau kelompok lansia. &quot;Sentra-sentra diperbanyak di seluruh Tanah Air dan meminta anggota keluarga untuk proaktif memberikan pemahaman kepada orangtua atau anggota keluarga yang lansia untuk mau divaksinasi,&quot; sarannya.
Data Satgas Covid-19 mencatat bahwa target vaksinasi kelompok lansia ialah 21.553.118, namun yang menerima dosis pertama 8.358.001 (38,78%) dan yang menerima dosis lengkap baru 5.204.523 (24,15%).
&quot;Ini perlu mendapat perhatian bersama, karena mereka masih dibayang-bayangi Covid-19 dan dapat menderita gejala berat atau bahkan long Covid-19 atau post Covid-19 syndrome,&quot; tambah Dokter Reisa.</content:encoded></item></channel></rss>
