<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sintang Banjir Berminggu-minggu, Presiden Jokowi: Kapuas Meluber karena Daerah Tangkapan Hujan Rusak</title><description>Banjir di Kabupaten Sintang telah berlangsung selama berminggu-minggu.</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/11/16/620/2502442/sintang-banjir-berminggu-minggu-presiden-jokowi-kapuas-meluber-karena-daerah-tangkapan-hujan-rusak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/11/16/620/2502442/sintang-banjir-berminggu-minggu-presiden-jokowi-kapuas-meluber-karena-daerah-tangkapan-hujan-rusak"/><item><title>Sintang Banjir Berminggu-minggu, Presiden Jokowi: Kapuas Meluber karena Daerah Tangkapan Hujan Rusak</title><link>https://www.okezone.com/read/2021/11/16/620/2502442/sintang-banjir-berminggu-minggu-presiden-jokowi-kapuas-meluber-karena-daerah-tangkapan-hujan-rusak</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/11/16/620/2502442/sintang-banjir-berminggu-minggu-presiden-jokowi-kapuas-meluber-karena-daerah-tangkapan-hujan-rusak</guid><pubDate>Selasa 16 November 2021 10:48 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/16/620/2502442/sintang-banjir-berminggu-minggu-presiden-jokowi-kapuas-meluber-karena-daerah-tangkapan-hujan-rusak-roFBmfKVBy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di Sintang. (Foto: Ant)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/11/16/620/2502442/sintang-banjir-berminggu-minggu-presiden-jokowi-kapuas-meluber-karena-daerah-tangkapan-hujan-rusak-7xPmMPrWZV.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/16/620/2502442/sintang-banjir-berminggu-minggu-presiden-jokowi-kapuas-meluber-karena-daerah-tangkapan-hujan-rusak-roFBmfKVBy.jpg</image><title>Banjir di Sintang. (Foto: Ant)</title></images><description>JAKARTA - Banjir di Kabupaten Sintang telah berlangsung selama berminggu-minggu. Banjir di Sintang ini terjadi sejak 21 Oktober 2021 lalu.

Banjir melanda setelah hujan ekstrem mengguyur sehingga debit air Sungai Kapuas dan Melawi meluap. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa penyebab terjadinya banjir karena rusaknya daerah tangkapan hujan.

Baca juga:&amp;nbsp;Banjir di Sintang Masih Tinggi, BNPB: 25.884 Warga Mengungsi

Baca juga:&amp;nbsp;Terjebak Banjir Sintang, Seorang Ibu Melahirkan di Atas Perahu

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8xNS8xLzE0MTcwNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;ldquo;Ya itu memang karena kerusakan catchment area, daerah tangkapan hujan yang sudah berpuluh-puluh tahun. Ya itu yang harus kita hentikan. karena memang masalah utamanya ada di situ. Kapuas meluber karena daerah tangkapan hujannya rusak,&amp;rdquo; katanya, Selasa (16/11/2021).

Dia memastikan bahwa akan melakukan perbaikan terhadap daerah tangkapan hujan yang rusak. Salah satunya dengan melakukan penghijauan.
</description><content:encoded>JAKARTA - Banjir di Kabupaten Sintang telah berlangsung selama berminggu-minggu. Banjir di Sintang ini terjadi sejak 21 Oktober 2021 lalu.

Banjir melanda setelah hujan ekstrem mengguyur sehingga debit air Sungai Kapuas dan Melawi meluap. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa penyebab terjadinya banjir karena rusaknya daerah tangkapan hujan.

Baca juga:&amp;nbsp;Banjir di Sintang Masih Tinggi, BNPB: 25.884 Warga Mengungsi

Baca juga:&amp;nbsp;Terjebak Banjir Sintang, Seorang Ibu Melahirkan di Atas Perahu

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8xNS8xLzE0MTcwNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;ldquo;Ya itu memang karena kerusakan catchment area, daerah tangkapan hujan yang sudah berpuluh-puluh tahun. Ya itu yang harus kita hentikan. karena memang masalah utamanya ada di situ. Kapuas meluber karena daerah tangkapan hujannya rusak,&amp;rdquo; katanya, Selasa (16/11/2021).

Dia memastikan bahwa akan melakukan perbaikan terhadap daerah tangkapan hujan yang rusak. Salah satunya dengan melakukan penghijauan.
</content:encoded></item></channel></rss>
