<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Punya Cadangan Besar, Insentif Hulu Migas Diperlukan demi Tingkatkan Produksi</title><description>Pemerintah diminta untuk tetap memberi perhatian kepada sektor hulu migas karena peran strategisnya sebagai sumber energi transisi.</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/11/22/620/2505436/ri-punya-cadangan-besar-insentif-hulu-migas-diperlukan-demi-tingkatkan-produksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/11/22/620/2505436/ri-punya-cadangan-besar-insentif-hulu-migas-diperlukan-demi-tingkatkan-produksi"/><item><title>RI Punya Cadangan Besar, Insentif Hulu Migas Diperlukan demi Tingkatkan Produksi</title><link>https://www.okezone.com/read/2021/11/22/620/2505436/ri-punya-cadangan-besar-insentif-hulu-migas-diperlukan-demi-tingkatkan-produksi</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/11/22/620/2505436/ri-punya-cadangan-besar-insentif-hulu-migas-diperlukan-demi-tingkatkan-produksi</guid><pubDate>Senin 22 November 2021 10:43 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Hudayanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/22/620/2505436/ri-punya-cadangan-besar-insentif-hulu-migas-diperlukan-demi-tingkatkan-produksi-DbmNVHbgqe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI Masih Punya Cadangan Minyak Besar (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/11/22/620/2505436/ri-punya-cadangan-besar-insentif-hulu-migas-diperlukan-demi-tingkatkan-produksi-RqhGh9KnWk.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/22/620/2505436/ri-punya-cadangan-besar-insentif-hulu-migas-diperlukan-demi-tingkatkan-produksi-DbmNVHbgqe.jpg</image><title>RI Masih Punya Cadangan Minyak Besar (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah diminta untuk tetap memberi perhatian kepada sektor hulu migas karena peran strategisnya sebagai sumber energi transisi di tengah dorongan global untuk beralih kepada energi baru terbarukan (EBT),

Secara ekonomi, sektor ini pun masih menjadi salah satu sumber penerimaan negara yang utama sekaligus komponen utama penggerak perekonomian nasional.

Industri hulu migas bahkan perlu mendapatkan perhatian lebih, agar investasi dapat ditingkatkan secara signifikan, sehingga cita-cita peningkatan produksi migas untuk menutup kebutuhan energi Indonesia di masa depan, juga dapat direalisasi.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, peningkatan investasi dibutuhkan untuk mendongkrak produksi. Hal ini mutlak dibutuhkan karena pemerintah harus mewaspadai laju penurunan kinerja sumur-sumur migas di tanah air.

&amp;ldquo;Kinerja sumur berdampak langsung pada produksi migas nasional. Hal yang paling krusial adalah untuk mengantisipasi produksi migas yang menurun. Padahal konsumsi kita naik terus,&quot; kata Komaidi, Senin (22/11/2021).

Baca Juga: Gas Masih Jadi Tulang Punggung Energi Nasional hingga 2050



Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Migas (SKK Migas), lifting migas nasional per Kuartal III &amp;ndash; 2021 mencapai 1.640 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD) dengan rincian lifting minyak sebesar 661 ribu barel minyak per hari (BOPD), atau 93,8% dari target APBN yang ditetapkan untuk tahun ini sebesar 705 ribu BOPD. Sedangkan lifting gas sebesar 5.481 MMSCFD (standar kaki kubik per hari) dari target APBN sebesar 5.638 MMSCFD atau tercapai 97,2%.

Pada tahun 2020, kontribusi hulu migas pada penerimaan negara mencapai Rp122 triliun atau 144% dari target APBN-P 2020. SKK Migas terus berupaya meningkatkan kontribusi penerimaan negara di tengah pandemi COVID. Hingga kuartal tiga 2021, realisasi penerimaan negara dari sektor hulu migas mencapai US$9,53 miliar atau melebih target tahun ini sebesar US$7,28 miliar.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah diminta untuk tetap memberi perhatian kepada sektor hulu migas karena peran strategisnya sebagai sumber energi transisi di tengah dorongan global untuk beralih kepada energi baru terbarukan (EBT),

Secara ekonomi, sektor ini pun masih menjadi salah satu sumber penerimaan negara yang utama sekaligus komponen utama penggerak perekonomian nasional.

Industri hulu migas bahkan perlu mendapatkan perhatian lebih, agar investasi dapat ditingkatkan secara signifikan, sehingga cita-cita peningkatan produksi migas untuk menutup kebutuhan energi Indonesia di masa depan, juga dapat direalisasi.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, peningkatan investasi dibutuhkan untuk mendongkrak produksi. Hal ini mutlak dibutuhkan karena pemerintah harus mewaspadai laju penurunan kinerja sumur-sumur migas di tanah air.

&amp;ldquo;Kinerja sumur berdampak langsung pada produksi migas nasional. Hal yang paling krusial adalah untuk mengantisipasi produksi migas yang menurun. Padahal konsumsi kita naik terus,&quot; kata Komaidi, Senin (22/11/2021).

Baca Juga: Gas Masih Jadi Tulang Punggung Energi Nasional hingga 2050



Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Migas (SKK Migas), lifting migas nasional per Kuartal III &amp;ndash; 2021 mencapai 1.640 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD) dengan rincian lifting minyak sebesar 661 ribu barel minyak per hari (BOPD), atau 93,8% dari target APBN yang ditetapkan untuk tahun ini sebesar 705 ribu BOPD. Sedangkan lifting gas sebesar 5.481 MMSCFD (standar kaki kubik per hari) dari target APBN sebesar 5.638 MMSCFD atau tercapai 97,2%.

Pada tahun 2020, kontribusi hulu migas pada penerimaan negara mencapai Rp122 triliun atau 144% dari target APBN-P 2020. SKK Migas terus berupaya meningkatkan kontribusi penerimaan negara di tengah pandemi COVID. Hingga kuartal tiga 2021, realisasi penerimaan negara dari sektor hulu migas mencapai US$9,53 miliar atau melebih target tahun ini sebesar US$7,28 miliar.
</content:encoded></item></channel></rss>
