<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Covid-19 di Eropa Melonjak, Faskes Mulai Kewalahan</title><description>Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Eropa sudah menjadi episenter Covid-19. Hal ini terjadi</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/12/03/620/2511219/kasus-covid-19-di-eropa-melonjak-faskes-mulai-kewalahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/12/03/620/2511219/kasus-covid-19-di-eropa-melonjak-faskes-mulai-kewalahan"/><item><title>Kasus Covid-19 di Eropa Melonjak, Faskes Mulai Kewalahan</title><link>https://www.okezone.com/read/2021/12/03/620/2511219/kasus-covid-19-di-eropa-melonjak-faskes-mulai-kewalahan</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/12/03/620/2511219/kasus-covid-19-di-eropa-melonjak-faskes-mulai-kewalahan</guid><pubDate>Jum'at 03 Desember 2021 09:44 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Sukardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/03/620/2511219/kasus-covid-19-di-eropa-melonjak-faskes-mulai-kewalahan-1iNoiPaOvR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kasus Covid-19 di Eropa melonjak (Foto: Express)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/12/03/620/2511219/kasus-covid-19-di-eropa-melonjak-faskes-mulai-kewalahan-khveCB8o6O.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/03/620/2511219/kasus-covid-19-di-eropa-melonjak-faskes-mulai-kewalahan-1iNoiPaOvR.jpg</image><title>Kasus Covid-19 di Eropa melonjak (Foto: Express)</title></images><description>ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Eropa sudah menjadi episenter Covid-19. Hal ini terjadi karena ada peningkatan penularan Covid-19 yang sangat pesat dan eksponensial.
Duta Besar Indonesia untuk Belgia merangkap Luksemburg dan Uni Eropa, dr. Andri Hadi, S.H, LLM mengatakan per hari di Jerman kasus Covid-19 harian tertinggi mencapai 67.186, sementara jumlah kematian 446 orang per hari. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak awal pandemi di Jerman.

&quot;Di Belanda sebanyak ada sebanyak 22.199 kasus. Rata-rata kasus Covid-19 harian di Ceko di atas 20 ribu. Di Belgia kasus Covid-19 hariannya 17.839 kasus dengan kematian yang jumlahnya ratusan,&quot; terang dr. Andri, dalam jumpa per virtual, Kamis (2/12/2021).
Baca Juga : 5 Negara Sukses Turunkan Kasus Covid-19, Termasuk Indonesia!
Umumnya rata-rata kasus positif ini lebih dari setengahnya merupakan penduduk usia lanjut usia (Lansia). Dokter Andri menyebut saat ini fasilitas kesehatan sudah mulai kewalahan, sehingga tindakan-tindakan yang non darurat ditunda karena memprioritaskan rumah sakit untuk pasien Covid-19.

&quot;Jadi di Austria dan Belgia sudah mulai selektif sekali untuk memilah pasien yang dirawat di rumah sakit. Karena mereka memfokuskan untuk merawat pasien-pasien Corona,&quot; tambahnya.
Baca Juga : Benarkah Varian Omicron Tidak Mematikan?
Lebih lanjut, saat ini ada beberapa bentuk lockdown yang dilakukan di Eropa. Beberapa diantaranya yaitu: hard lockdown dan partial lockdown. Di Austria, toko yang non esensial tutup lebih awal. Jam 19.00 sudah tutup. Selain itu diwajibkan juga divaksin mulai Februari 2022.</description><content:encoded>ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Eropa sudah menjadi episenter Covid-19. Hal ini terjadi karena ada peningkatan penularan Covid-19 yang sangat pesat dan eksponensial.
Duta Besar Indonesia untuk Belgia merangkap Luksemburg dan Uni Eropa, dr. Andri Hadi, S.H, LLM mengatakan per hari di Jerman kasus Covid-19 harian tertinggi mencapai 67.186, sementara jumlah kematian 446 orang per hari. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak awal pandemi di Jerman.

&quot;Di Belanda sebanyak ada sebanyak 22.199 kasus. Rata-rata kasus Covid-19 harian di Ceko di atas 20 ribu. Di Belgia kasus Covid-19 hariannya 17.839 kasus dengan kematian yang jumlahnya ratusan,&quot; terang dr. Andri, dalam jumpa per virtual, Kamis (2/12/2021).
Baca Juga : 5 Negara Sukses Turunkan Kasus Covid-19, Termasuk Indonesia!
Umumnya rata-rata kasus positif ini lebih dari setengahnya merupakan penduduk usia lanjut usia (Lansia). Dokter Andri menyebut saat ini fasilitas kesehatan sudah mulai kewalahan, sehingga tindakan-tindakan yang non darurat ditunda karena memprioritaskan rumah sakit untuk pasien Covid-19.

&quot;Jadi di Austria dan Belgia sudah mulai selektif sekali untuk memilah pasien yang dirawat di rumah sakit. Karena mereka memfokuskan untuk merawat pasien-pasien Corona,&quot; tambahnya.
Baca Juga : Benarkah Varian Omicron Tidak Mematikan?
Lebih lanjut, saat ini ada beberapa bentuk lockdown yang dilakukan di Eropa. Beberapa diantaranya yaitu: hard lockdown dan partial lockdown. Di Austria, toko yang non esensial tutup lebih awal. Jam 19.00 sudah tutup. Selain itu diwajibkan juga divaksin mulai Februari 2022.</content:encoded></item></channel></rss>
