<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada! Warganet Jangan Terkecoh Propaganda Radikalisme</title><description>Masyarakat diminta untuk tidak terkecoh dengan proganda dari paham radikalisme di ruang digital yang ada.</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/12/03/620/2511268/waspada-warganet-jangan-terkecoh-propaganda-radikalisme</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/12/03/620/2511268/waspada-warganet-jangan-terkecoh-propaganda-radikalisme"/><item><title>Waspada! Warganet Jangan Terkecoh Propaganda Radikalisme</title><link>https://www.okezone.com/read/2021/12/03/620/2511268/waspada-warganet-jangan-terkecoh-propaganda-radikalisme</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/12/03/620/2511268/waspada-warganet-jangan-terkecoh-propaganda-radikalisme</guid><pubDate>Jum'at 03 Desember 2021 10:54 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/03/620/2511268/waspada-warganet-jangan-terkecoh-propaganda-radikalisme-Gkvr21hBwd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/12/03/620/2511268/waspada-warganet-jangan-terkecoh-propaganda-radikalisme-x7p4K9itDG.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/03/620/2511268/waspada-warganet-jangan-terkecoh-propaganda-radikalisme-Gkvr21hBwd.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Masyarakat diminta untuk tidak terkecoh dengan proganda dari paham radikalisme di ruang digital yang ada.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Boy Rafli Amar mengungkapkan, untuk mencegah masuknya paham radikal itu, netizen bisa melakukannya dengan cara membagikan narasi dan konten yang dapat mengedukasi serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Indonesia.

&quot;Harapannya, propaganda radikal terorisme dapat dieliminasi dengan narasi-narasi positif. Juga mengimbau agar tidak terkecoh dengan propaganda radikalisme terorisme yang dikemas dalam bentuk apapun,&quot; kata Boy dalam website resmi BNPT RI, Jakarta, Jumat (3/12/2021).

Baca juga:&amp;nbsp;Singapura Deteksi 2 Kasus Covid-19 Varian Omicron

Baca juga:&amp;nbsp;Heboh Wanita Pamer Payudara di Bandara Yogya, Polisi Buru Pelaku

Menurut Boy, tantangan terbesar bangsa saat ini adalah melawan ideologi-ideologi yang bertentangan dengan nilai kebangsaan. Paham itu biasanya menghalalkan kekerasan dan biasanya dibalut dengan narasi agama. Karenanya, tidak sedikit masyarakat terjebak, bahkan generasi muda menjadi korban.

&quot;Hasilnya kekerasan fisik dan non fisik terjadi, bermula dari membentuk kelompok eksklusif dan intoleran hingga melakukan aksi teror dengan tujuan jihad,&quot; ujar Boy.
</description><content:encoded>JAKARTA - Masyarakat diminta untuk tidak terkecoh dengan proganda dari paham radikalisme di ruang digital yang ada.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Boy Rafli Amar mengungkapkan, untuk mencegah masuknya paham radikal itu, netizen bisa melakukannya dengan cara membagikan narasi dan konten yang dapat mengedukasi serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Indonesia.

&quot;Harapannya, propaganda radikal terorisme dapat dieliminasi dengan narasi-narasi positif. Juga mengimbau agar tidak terkecoh dengan propaganda radikalisme terorisme yang dikemas dalam bentuk apapun,&quot; kata Boy dalam website resmi BNPT RI, Jakarta, Jumat (3/12/2021).

Baca juga:&amp;nbsp;Singapura Deteksi 2 Kasus Covid-19 Varian Omicron

Baca juga:&amp;nbsp;Heboh Wanita Pamer Payudara di Bandara Yogya, Polisi Buru Pelaku

Menurut Boy, tantangan terbesar bangsa saat ini adalah melawan ideologi-ideologi yang bertentangan dengan nilai kebangsaan. Paham itu biasanya menghalalkan kekerasan dan biasanya dibalut dengan narasi agama. Karenanya, tidak sedikit masyarakat terjebak, bahkan generasi muda menjadi korban.

&quot;Hasilnya kekerasan fisik dan non fisik terjadi, bermula dari membentuk kelompok eksklusif dan intoleran hingga melakukan aksi teror dengan tujuan jihad,&quot; ujar Boy.
</content:encoded></item></channel></rss>
