<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Posisi Investasi Internasional Indonesia Naik Jadi USD275,9 Miliar</title><description>Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada triwulan III 2021 mencatat kewajiban neto yang meningkat.</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/12/22/620/2520845/posisi-investasi-internasional-indonesia-naik-jadi-usd275-9-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/12/22/620/2520845/posisi-investasi-internasional-indonesia-naik-jadi-usd275-9-miliar"/><item><title>Posisi Investasi Internasional Indonesia Naik Jadi USD275,9 Miliar</title><link>https://www.okezone.com/read/2021/12/22/620/2520845/posisi-investasi-internasional-indonesia-naik-jadi-usd275-9-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/12/22/620/2520845/posisi-investasi-internasional-indonesia-naik-jadi-usd275-9-miliar</guid><pubDate>Rabu 22 Desember 2021 11:34 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/22/620/2520845/posisi-investasi-internasional-indonesia-naik-jadi-usd275-9-miliar-cx5MqVkmOF.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Posisi Investasi Internasional Indonesia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/12/22/620/2520845/posisi-investasi-internasional-indonesia-naik-jadi-usd275-9-miliar-pf2barIWo1.jpeg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/22/620/2520845/posisi-investasi-internasional-indonesia-naik-jadi-usd275-9-miliar-cx5MqVkmOF.jpeg</image><title>Posisi Investasi Internasional Indonesia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada triwulan III 2021 mencatat kewajiban neto yang meningkat.

Pada akhir triwulan III 2021, PII Indonesia mencatat kewajiban neto USD275,9 miliar (24,1% dari PDB), meningkat dibandingkan dengan kewajiban neto pada akhir triwulan II 2021 sebesar USD264,7 miliar (23,9% dari PDB).



&quot;Peningkatan kewajiban neto tersebut berasal dari peningkatan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang melampaui peningkatan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN),&quot; kata Direktur Eksekuif Komunikasi BI Erwin Haryono di Jakarta, Rabu (22/12/2021)



Peningkatan posisi KFLN Indonesia didukung membaiknya kinerja korporasi sejalan dengan kuatnya kinerja ekspor dan berlanjutnya aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik. Posisi KFLN Indonesia meningkat 4,1% (qtq) dari USD680,2 miliar pada akhir triwulan II 2021 menjadi USD707,8 miliar pada akhir triwulan III 2021.





&quot;Peningkatan kewajiban tersebut disebabkan oleh faktor revaluasi positif atas nilai instrumen keuangan domestik yang dipengaruhi peningkatan harga saham beberapa perusahaan di dalam negeri, sejalan dengan kuatnya ekspor serta penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS,&quot; katanya.




</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada triwulan III 2021 mencatat kewajiban neto yang meningkat.

Pada akhir triwulan III 2021, PII Indonesia mencatat kewajiban neto USD275,9 miliar (24,1% dari PDB), meningkat dibandingkan dengan kewajiban neto pada akhir triwulan II 2021 sebesar USD264,7 miliar (23,9% dari PDB).



&quot;Peningkatan kewajiban neto tersebut berasal dari peningkatan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang melampaui peningkatan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN),&quot; kata Direktur Eksekuif Komunikasi BI Erwin Haryono di Jakarta, Rabu (22/12/2021)



Peningkatan posisi KFLN Indonesia didukung membaiknya kinerja korporasi sejalan dengan kuatnya kinerja ekspor dan berlanjutnya aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik. Posisi KFLN Indonesia meningkat 4,1% (qtq) dari USD680,2 miliar pada akhir triwulan II 2021 menjadi USD707,8 miliar pada akhir triwulan III 2021.





&quot;Peningkatan kewajiban tersebut disebabkan oleh faktor revaluasi positif atas nilai instrumen keuangan domestik yang dipengaruhi peningkatan harga saham beberapa perusahaan di dalam negeri, sejalan dengan kuatnya ekspor serta penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS,&quot; katanya.




</content:encoded></item></channel></rss>
