<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Diramal Alami 378 Ribu Kasus Covid-19 pada April, Mungkin Terjadi?   </title><description>Indonesia bisa saja mengalami ledakan Covid-19. Namun, potensi ledakan tersebut sangat kecil terjadi.</description><link>https://www.okezone.com/read/2022/01/06/620/2528272/indonesia-diramal-alami-378-ribu-kasus-covid-19-pada-april-mungkin-terjadi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2022/01/06/620/2528272/indonesia-diramal-alami-378-ribu-kasus-covid-19-pada-april-mungkin-terjadi"/><item><title>Indonesia Diramal Alami 378 Ribu Kasus Covid-19 pada April, Mungkin Terjadi?   </title><link>https://www.okezone.com/read/2022/01/06/620/2528272/indonesia-diramal-alami-378-ribu-kasus-covid-19-pada-april-mungkin-terjadi</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2022/01/06/620/2528272/indonesia-diramal-alami-378-ribu-kasus-covid-19-pada-april-mungkin-terjadi</guid><pubDate>Kamis 06 Januari 2022 13:34 WIB</pubDate><dc:creator>Leonardus Selwyn Kangsaputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/06/620/2528272/indonesia-diramal-alami-378-ribu-covid-19-pada-april-mungkin-terjadi-X2uDZ0MZqI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2022/01/06/620/2528272/indonesia-diramal-alami-378-ribu-covid-19-pada-april-mungkin-terjadi-0ASpQIPtUk.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/06/620/2528272/indonesia-diramal-alami-378-ribu-covid-19-pada-april-mungkin-terjadi-X2uDZ0MZqI.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>LEMBAGA riset asal Amerika Serikat (AS) Health Metrics and Evaluation (IHME) di bawah Washington University, memperkirakan akan ada lonjakan Covid-19 di Indonesia. Lembaga tersebut memperkirakan ada 378 ribu kasus Covid-19 per hari hingga April 2022.
Menanggapi hal tersebut, Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i mengatakan Indonesia bisa saja mengalami ledakan Covid-19. Namun, potensi ledakan tersebut sangat kecil terjadi.
Oleh karena itu, salah satu upaya untuk mencegahnya adalah tetap patuh terhadap protokol kesehatan, menghindari ruang tertutup, tidak berkumpul ataupun melakukan makan bersama.
&quot;Tetap perluas vaksinasi secara cepat 2 dosis dulu. Jika ada booster maka akan lebih baik,&quot; kata dr. Fajri saat dihubungi MNC Portal.
Ia menambahkan meski saat ini kondisi Covid-19 di Indonesia cenderung menurun dan terkendali, namun ada baiknya masyarakat tidak cuek. Masyarakat justru harus tetap waspada, mengingat saat ini Indonesia baru saja melewati periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).



&quot;Kerja, ya kerja aja. Nyari duit, nyari duit aja, liburan silahkan. Tapi tetaplah lagi-lagi protokol kesehatan. Supaya kita menang semua. Artinya supremasi kita di bidang ekonomi kemajuan dan sebagainya kita harus jaga,&quot; kata dia.
Dia melanjutkan, ada lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Amerika Serikat (AS). Padahal, sudah 77 persen dari populasi di Amerika telah mendapatkan vaksin full dosis. &quot;Bahkan 20 persen sudah booster (dosis ketiga) tapi meledaknya satu hari sampai 1 juta, yang meninggal hampir 1.600 per hari,&quot; katanya.
Selain itu, masyarakat AS yang dirawat inapnya akibat Covid-19 juga mencapai sekira 109 ribu per hari. Kondisi ini terjadi meskipun AS sudah memiliki kekebalan tubuh. Dokter Fajri mengatakan minimnya protokol kesehatan yang menyebabkan terjadinya ledakan kasus Covid-19.
&quot;Lain cerita dengan Inggris walaupun udah sampai 180 ribu per hari tapi yang masuk rumah sakit tidak sebanyak AS. Norwegia, Denmark dan negara-negara maju lainnya tidak memiliki kasus meninggal separah AS.</description><content:encoded>LEMBAGA riset asal Amerika Serikat (AS) Health Metrics and Evaluation (IHME) di bawah Washington University, memperkirakan akan ada lonjakan Covid-19 di Indonesia. Lembaga tersebut memperkirakan ada 378 ribu kasus Covid-19 per hari hingga April 2022.
Menanggapi hal tersebut, Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i mengatakan Indonesia bisa saja mengalami ledakan Covid-19. Namun, potensi ledakan tersebut sangat kecil terjadi.
Oleh karena itu, salah satu upaya untuk mencegahnya adalah tetap patuh terhadap protokol kesehatan, menghindari ruang tertutup, tidak berkumpul ataupun melakukan makan bersama.
&quot;Tetap perluas vaksinasi secara cepat 2 dosis dulu. Jika ada booster maka akan lebih baik,&quot; kata dr. Fajri saat dihubungi MNC Portal.
Ia menambahkan meski saat ini kondisi Covid-19 di Indonesia cenderung menurun dan terkendali, namun ada baiknya masyarakat tidak cuek. Masyarakat justru harus tetap waspada, mengingat saat ini Indonesia baru saja melewati periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).



&quot;Kerja, ya kerja aja. Nyari duit, nyari duit aja, liburan silahkan. Tapi tetaplah lagi-lagi protokol kesehatan. Supaya kita menang semua. Artinya supremasi kita di bidang ekonomi kemajuan dan sebagainya kita harus jaga,&quot; kata dia.
Dia melanjutkan, ada lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Amerika Serikat (AS). Padahal, sudah 77 persen dari populasi di Amerika telah mendapatkan vaksin full dosis. &quot;Bahkan 20 persen sudah booster (dosis ketiga) tapi meledaknya satu hari sampai 1 juta, yang meninggal hampir 1.600 per hari,&quot; katanya.
Selain itu, masyarakat AS yang dirawat inapnya akibat Covid-19 juga mencapai sekira 109 ribu per hari. Kondisi ini terjadi meskipun AS sudah memiliki kekebalan tubuh. Dokter Fajri mengatakan minimnya protokol kesehatan yang menyebabkan terjadinya ledakan kasus Covid-19.
&quot;Lain cerita dengan Inggris walaupun udah sampai 180 ribu per hari tapi yang masuk rumah sakit tidak sebanyak AS. Norwegia, Denmark dan negara-negara maju lainnya tidak memiliki kasus meninggal separah AS.</content:encoded></item></channel></rss>
