<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PCR Masih Jadi Acuan Utama Positif atau Negatif Covid-19 di Indonesia   </title><description>Tes PCR masih dapat mendeteksi Covid-19 apapun variannya.</description><link>https://www.okezone.com/read/2022/02/02/620/2541572/pcr-masih-jadi-acuan-utama-positif-atau-negatif-covid-19-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2022/02/02/620/2541572/pcr-masih-jadi-acuan-utama-positif-atau-negatif-covid-19-di-indonesia"/><item><title>PCR Masih Jadi Acuan Utama Positif atau Negatif Covid-19 di Indonesia   </title><link>https://www.okezone.com/read/2022/02/02/620/2541572/pcr-masih-jadi-acuan-utama-positif-atau-negatif-covid-19-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2022/02/02/620/2541572/pcr-masih-jadi-acuan-utama-positif-atau-negatif-covid-19-di-indonesia</guid><pubDate>Kamis 03 Februari 2022 00:48 WIB</pubDate><dc:creator>Siska Permata Sari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/02/620/2541572/pcr-masih-jadi-acuan-utama-positif-atau-negatif-covid-19-di-indonesia-WXN3X1aUCd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Covid-19. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2022/02/02/620/2541572/pcr-masih-jadi-acuan-utama-positif-atau-negatif-covid-19-di-indonesia-sjGHf3kQmF.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/02/620/2541572/pcr-masih-jadi-acuan-utama-positif-atau-negatif-covid-19-di-indonesia-WXN3X1aUCd.jpg</image><title>Ilustrasi Covid-19. (Foto: Freepik)</title></images><description>INDONESIA kembali mencatatkan kasus kenaikan Covid-19 harian yang cukup signifikan. Dengan semakin banyaknya mereka yang terpapar Covid-19, maka tracing dan deteksi dini akan sangat diperlukan.

Tapi dengan adanya varian Omicron yang masuk ke Indonesia, maka swab menggunakan antigen tidak lagi menjadi jaminan. Untuk memastikan jika seseorang aman dari Covid-19, maka diperlukan tes PCR.

Jubir Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan bahwa tes PCR masih dapat mendeteksi Covid-19 apapun variannya. Begitu juga dengan alat tes PCR yang ada di Indonesia saat ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8zMS8xLzE0NDU1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BACA JUGA:98% Kasus Covid-19 Indonesia Varian Omicron, Epidmeiolog Minta Testing Lebih Agresif 
&amp;ldquo;Dalam rilisnya, WHO dan CDC menyebut bahwa PCR sebagai salah satu alat deteksi masih mampu mendeteksi virus Covid-19 apapun variannya,&amp;rdquo; kata Prof Wiku dikutip dari kanal YouTube BNPB Indonesia.

Dia menjelaskan, hal tersebut tak lepas dari cara kerja tes PCR dalam mendeteksi virus. &amp;ldquo;Di Indonesia, saya tegaskan bahwa sampai saat ini PCR yang beredar masih efektif untuk mendeteksi orang yang positif Covid-19. Hal ini tentunya tidak terlepas dari cara kerja PCR yaitu dengan mendeteksi materi genetik virus,&amp;rdquo; ujarnya.

Dia menjelaskan, tes PCR bekerja dengan mencocokkan gen target PCR dengan kode genetik virus. Kode genetik virus tersebut, kata dia, ada yang mudah berubah karena terjadi mutasi dan adapula yang cenderung tetap.</description><content:encoded>INDONESIA kembali mencatatkan kasus kenaikan Covid-19 harian yang cukup signifikan. Dengan semakin banyaknya mereka yang terpapar Covid-19, maka tracing dan deteksi dini akan sangat diperlukan.

Tapi dengan adanya varian Omicron yang masuk ke Indonesia, maka swab menggunakan antigen tidak lagi menjadi jaminan. Untuk memastikan jika seseorang aman dari Covid-19, maka diperlukan tes PCR.

Jubir Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan bahwa tes PCR masih dapat mendeteksi Covid-19 apapun variannya. Begitu juga dengan alat tes PCR yang ada di Indonesia saat ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8zMS8xLzE0NDU1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BACA JUGA:98% Kasus Covid-19 Indonesia Varian Omicron, Epidmeiolog Minta Testing Lebih Agresif 
&amp;ldquo;Dalam rilisnya, WHO dan CDC menyebut bahwa PCR sebagai salah satu alat deteksi masih mampu mendeteksi virus Covid-19 apapun variannya,&amp;rdquo; kata Prof Wiku dikutip dari kanal YouTube BNPB Indonesia.

Dia menjelaskan, hal tersebut tak lepas dari cara kerja tes PCR dalam mendeteksi virus. &amp;ldquo;Di Indonesia, saya tegaskan bahwa sampai saat ini PCR yang beredar masih efektif untuk mendeteksi orang yang positif Covid-19. Hal ini tentunya tidak terlepas dari cara kerja PCR yaitu dengan mendeteksi materi genetik virus,&amp;rdquo; ujarnya.

Dia menjelaskan, tes PCR bekerja dengan mencocokkan gen target PCR dengan kode genetik virus. Kode genetik virus tersebut, kata dia, ada yang mudah berubah karena terjadi mutasi dan adapula yang cenderung tetap.</content:encoded></item></channel></rss>
