<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Vaksinasi Anak 6-11 tahun Masih Rendah, Perlu Kolaborasi dari Berbagai Kalangan   </title><description>Persentase vaksinasi untuk kelompok anak usia 6 hingga 11 tahun tersebut masih di bawah target.</description><link>https://www.okezone.com/read/2022/02/21/620/2550662/vaksinasi-anak-6-11-tahun-masih-rendah-perlu-kolaborasi-dari-berbagai-kalangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2022/02/21/620/2550662/vaksinasi-anak-6-11-tahun-masih-rendah-perlu-kolaborasi-dari-berbagai-kalangan"/><item><title>Vaksinasi Anak 6-11 tahun Masih Rendah, Perlu Kolaborasi dari Berbagai Kalangan   </title><link>https://www.okezone.com/read/2022/02/21/620/2550662/vaksinasi-anak-6-11-tahun-masih-rendah-perlu-kolaborasi-dari-berbagai-kalangan</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2022/02/21/620/2550662/vaksinasi-anak-6-11-tahun-masih-rendah-perlu-kolaborasi-dari-berbagai-kalangan</guid><pubDate>Senin 21 Februari 2022 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/21/620/2550662/vaksinasi-anak-6-11-tahun-masih-rendah-perlu-kolaborasi-dari-berbagai-kalangan-RJfml69RyS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2022/02/21/620/2550662/vaksinasi-anak-6-11-tahun-masih-rendah-perlu-kolaborasi-dari-berbagai-kalangan-t9bFM7Y5U3.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/21/620/2550662/vaksinasi-anak-6-11-tahun-masih-rendah-perlu-kolaborasi-dari-berbagai-kalangan-RJfml69RyS.jpg</image><title>Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)</title></images><description>JUMLAH anak yang menderita Covid-19 di Indonesia memang cukup tinggi. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendata per 24 Januari 2022, kasus Covid-19 pada anak masih di angka 676 kasus. Sepekan selanjutnya, 31 Januari 2022, jumlahnya sudah meningkat menjadi 2.775 kasus.

Mirisnya, persentase vaksinasi untuk kelompok anak usia 6 hingga 11 tahun tersebut masih di bawah target. Padahal, mereka adalah salah satu kelompok yang rentan untuk terpapar Covid-19 bahkan membawa virus pada keluarga lain.

&amp;ldquo;Vaksinasi anak 6-11 tahun harus makin digenjot dan diintensifkan bersama. Kita tidak ingin jumlah anak yang terpapar Covid-19 terus meningkat,&amp;rdquo; Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate melalui siaran persnya seperti dilansir dari Antara.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMi8yMC8xLzE0NTE5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BACA JUGA:Studi: Vaksin Covid-19 Tak Sebabkan Long Covid-19!
Dia menekankan, pentingnya kolaborasi berbagai pihak agar pelaksanaan vaksinasi lebih menarik bagi anak, sehingga juga akan mendorong orang tua menyegerakan langkah perlindungan tersebut bagi putra-putri mereka.

Untuk mengoptimalkan cakupan vaksinasi, anak membutuhkan pendekatan yang berbeda jika dibandingkan dengan vaksinasi pada orang tua. Anak biasanya lebih aktif bergerak sehingga kegiatan vaksinasi perlu dikemas menarik.

&amp;ldquo;Seluruh pihak harus memberi perhatian guna mengejar target ini dengan dukungan sumber daya dan pendekatan yang berbeda, utamanya agar kegiatan vaksin lebih menarik bagi anak,&amp;rdquo; kata Johnny.</description><content:encoded>JUMLAH anak yang menderita Covid-19 di Indonesia memang cukup tinggi. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendata per 24 Januari 2022, kasus Covid-19 pada anak masih di angka 676 kasus. Sepekan selanjutnya, 31 Januari 2022, jumlahnya sudah meningkat menjadi 2.775 kasus.

Mirisnya, persentase vaksinasi untuk kelompok anak usia 6 hingga 11 tahun tersebut masih di bawah target. Padahal, mereka adalah salah satu kelompok yang rentan untuk terpapar Covid-19 bahkan membawa virus pada keluarga lain.

&amp;ldquo;Vaksinasi anak 6-11 tahun harus makin digenjot dan diintensifkan bersama. Kita tidak ingin jumlah anak yang terpapar Covid-19 terus meningkat,&amp;rdquo; Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate melalui siaran persnya seperti dilansir dari Antara.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMi8yMC8xLzE0NTE5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BACA JUGA:Studi: Vaksin Covid-19 Tak Sebabkan Long Covid-19!
Dia menekankan, pentingnya kolaborasi berbagai pihak agar pelaksanaan vaksinasi lebih menarik bagi anak, sehingga juga akan mendorong orang tua menyegerakan langkah perlindungan tersebut bagi putra-putri mereka.

Untuk mengoptimalkan cakupan vaksinasi, anak membutuhkan pendekatan yang berbeda jika dibandingkan dengan vaksinasi pada orang tua. Anak biasanya lebih aktif bergerak sehingga kegiatan vaksinasi perlu dikemas menarik.

&amp;ldquo;Seluruh pihak harus memberi perhatian guna mengejar target ini dengan dukungan sumber daya dan pendekatan yang berbeda, utamanya agar kegiatan vaksin lebih menarik bagi anak,&amp;rdquo; kata Johnny.</content:encoded></item></channel></rss>
