<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut Blak-blakan Ada 'Tikus' di Balik Bisnis Minerba RI</title><description>Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan masih ada sejumlah koruptor atau 'tikus-tikus' di balik bisnis nikel dan Minerba di Indonesia.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://www.okezone.com/read/2022/03/09/620/2558647/luhut-blak-blakan-ada-tikus-di-balik-bisnis-minerba-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2022/03/09/620/2558647/luhut-blak-blakan-ada-tikus-di-balik-bisnis-minerba-ri"/><item><title>Luhut Blak-blakan Ada 'Tikus' di Balik Bisnis Minerba RI</title><link>https://www.okezone.com/read/2022/03/09/620/2558647/luhut-blak-blakan-ada-tikus-di-balik-bisnis-minerba-ri</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2022/03/09/620/2558647/luhut-blak-blakan-ada-tikus-di-balik-bisnis-minerba-ri</guid><pubDate>Rabu 09 Maret 2022 10:21 WIB</pubDate><dc:creator>Azhfar Muhammad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/09/620/2558647/luhut-blak-blakan-ada-tikus-di-balik-bisnis-minerba-ri-7ir844l0Vn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut sebut ada 'tikus' di bisnis minerba RI. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2022/03/09/620/2558647/luhut-blak-blakan-ada-tikus-di-balik-bisnis-minerba-ri-QHDNgmwZ16.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/09/620/2558647/luhut-blak-blakan-ada-tikus-di-balik-bisnis-minerba-ri-7ir844l0Vn.jpg</image><title>Luhut sebut ada 'tikus' di bisnis minerba RI. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan masih ada sejumlah koruptor atau 'tikus-tikus' di balik bisnis nikel dan Minerba di Indonesia.

Luhut mengatakan, ada oknum-oknum yang melakukan tindakan korupsi pada tata niaga nikel lokal dari segi sistem Pengelolaannya.

&amp;ldquo;Jadi dalam bisnis ini, saya lihat masih ada  tikus-tikus yang perlu kita selesaikan, karena itu kita akan bangun sistem yang tak boleh dilanggar,&amp;rdquo; kata Menko Luhut dalam peluncuran SIMBARA secara virtual,  Selasa (8/3/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Menko Luhut Pamer Sistem Cegah Korupsi di Sektor Minerba
Dengan dibangunnya sistem Mineral dan Batu bara (SIMBARA), Pemerintah berharap dapat mencegah korupsi setoran mineral dan batu bara (minerba).

&amp;ldquo;Jadi sistem terintegrasi tersebut bisa menjadi sarana untuk memantau proses perdagangan, termasuk perizinan minerba dari hulu ke  hilir,&amp;rdquo; urainya.

Untuk pengembangan SIMBARA pun telah mengidentifikasi celah-celah rawan korupsi sekaligus menutupnya dengan berbagai mekanisme baru.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan masih ada sejumlah koruptor atau 'tikus-tikus' di balik bisnis nikel dan Minerba di Indonesia.

Luhut mengatakan, ada oknum-oknum yang melakukan tindakan korupsi pada tata niaga nikel lokal dari segi sistem Pengelolaannya.

&amp;ldquo;Jadi dalam bisnis ini, saya lihat masih ada  tikus-tikus yang perlu kita selesaikan, karena itu kita akan bangun sistem yang tak boleh dilanggar,&amp;rdquo; kata Menko Luhut dalam peluncuran SIMBARA secara virtual,  Selasa (8/3/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Menko Luhut Pamer Sistem Cegah Korupsi di Sektor Minerba
Dengan dibangunnya sistem Mineral dan Batu bara (SIMBARA), Pemerintah berharap dapat mencegah korupsi setoran mineral dan batu bara (minerba).

&amp;ldquo;Jadi sistem terintegrasi tersebut bisa menjadi sarana untuk memantau proses perdagangan, termasuk perizinan minerba dari hulu ke  hilir,&amp;rdquo; urainya.

Untuk pengembangan SIMBARA pun telah mengidentifikasi celah-celah rawan korupsi sekaligus menutupnya dengan berbagai mekanisme baru.
</content:encoded></item></channel></rss>
