<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anak Tak Mau Menyusui Bisa Jadi Tanda Kena Covid-19 Loh   </title><description>Memang, anak-anak biasanya memiliki gejala yang ringan ketika terpapar Covid-19.</description><link>https://www.okezone.com/read/2022/03/10/620/2559448/anak-tak-mau-menyusui-bisa-jadi-tanda-kena-covid-19-loh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2022/03/10/620/2559448/anak-tak-mau-menyusui-bisa-jadi-tanda-kena-covid-19-loh"/><item><title>Anak Tak Mau Menyusui Bisa Jadi Tanda Kena Covid-19 Loh   </title><link>https://www.okezone.com/read/2022/03/10/620/2559448/anak-tak-mau-menyusui-bisa-jadi-tanda-kena-covid-19-loh</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2022/03/10/620/2559448/anak-tak-mau-menyusui-bisa-jadi-tanda-kena-covid-19-loh</guid><pubDate>Kamis 10 Maret 2022 14:07 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/10/620/2559448/anak-tak-mau-menyusui-bisa-jadi-tanda-kena-covid-19-loh-f6lysGkiJ2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Covid-19. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2022/03/10/620/2559448/anak-tak-mau-menyusui-bisa-jadi-tanda-kena-covid-19-loh-S8jhfT8PfJ.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/10/620/2559448/anak-tak-mau-menyusui-bisa-jadi-tanda-kena-covid-19-loh-f6lysGkiJ2.jpg</image><title>Ilustrasi Covid-19. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>ANAK-ANAK memang menjadi salah satu kelompok yang sangat berisiko ketika terpapar Covid-19. Apalagi, anak-anak sangat berpotensi untuk menularkan pada anggota keluarga lainnya.

Memang, anak-anak biasanya memiliki gejala yang ringan ketika terpapar Covid-19. Tapi bukan berarti kita bisa abai dan meremehkan ketika anak-anak terpapar Covid-19.

Dokter spesialis anak konsultan penyakit infeksi dan pediatri tropis Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), M.Trop.Paed dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia memberikan beberapa tanda bahaya saat anak terkena Covid-19.

Menurut dokter yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Kementerian Kesehatan itu, meski gejala Covid-19 pada anak seringkali ringan, namun ada tanda bahwa anak memerlukan perawatan darurat seperti kuduk kaku, ruam, silau, kejang, lengan dan kaki dingin, pucat atau kebiruan, menangis yang tidak tidak seperti biasa, hingga penurunan kesadaran.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMy8wOS8xLzE0NTgyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BACA JUGA:Pfizer Luncurkan Uji Klinis Pil Antivirus Covid-19 untuk Anak 
&quot;Tanda bahaya juga termasuk sesak, tidak mau menyusui, tidak bereaksi karena otaknya kena, tidak mau makan dan minum, dan tidak mau beraktivitas seperti biasa,&quot; kata Hindra seperti dilansir dari Antara.

Hindra juga mengingatkan adanya Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C) yang bisa menjangkiti anak dengan riwayat pernah terinfeksi atau melakukan kontak dengan penderita Covid-19.

Menurutnya, MIS-C merupakan kondisi saat berbagai organ tubuh seperti jantung, paru-paru, otak, ginjal, kulit, mata, dan saluran cerna, mengalami peradangan. MIS-C bisa bersifat serius hingga mengakibatkan kematian. &quot;Namun, sebagian besar dapat sembuh dengan pengobatan,&quot; imbuhnya.</description><content:encoded>ANAK-ANAK memang menjadi salah satu kelompok yang sangat berisiko ketika terpapar Covid-19. Apalagi, anak-anak sangat berpotensi untuk menularkan pada anggota keluarga lainnya.

Memang, anak-anak biasanya memiliki gejala yang ringan ketika terpapar Covid-19. Tapi bukan berarti kita bisa abai dan meremehkan ketika anak-anak terpapar Covid-19.

Dokter spesialis anak konsultan penyakit infeksi dan pediatri tropis Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), M.Trop.Paed dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia memberikan beberapa tanda bahaya saat anak terkena Covid-19.

Menurut dokter yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Kementerian Kesehatan itu, meski gejala Covid-19 pada anak seringkali ringan, namun ada tanda bahwa anak memerlukan perawatan darurat seperti kuduk kaku, ruam, silau, kejang, lengan dan kaki dingin, pucat atau kebiruan, menangis yang tidak tidak seperti biasa, hingga penurunan kesadaran.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMy8wOS8xLzE0NTgyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BACA JUGA:Pfizer Luncurkan Uji Klinis Pil Antivirus Covid-19 untuk Anak 
&quot;Tanda bahaya juga termasuk sesak, tidak mau menyusui, tidak bereaksi karena otaknya kena, tidak mau makan dan minum, dan tidak mau beraktivitas seperti biasa,&quot; kata Hindra seperti dilansir dari Antara.

Hindra juga mengingatkan adanya Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C) yang bisa menjangkiti anak dengan riwayat pernah terinfeksi atau melakukan kontak dengan penderita Covid-19.

Menurutnya, MIS-C merupakan kondisi saat berbagai organ tubuh seperti jantung, paru-paru, otak, ginjal, kulit, mata, dan saluran cerna, mengalami peradangan. MIS-C bisa bersifat serius hingga mengakibatkan kematian. &quot;Namun, sebagian besar dapat sembuh dengan pengobatan,&quot; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
