<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pulihkan Ekonomi, Menko Airlangga Kejar Investasi di Bidang Green dan Blue Economy</title><description>Pemerintah menjaga optimisme atas momentum pemulihan ekonomi Indonesia.</description><link>https://www.okezone.com/read/2022/03/11/620/2559946/pulihkan-ekonomi-menko-airlangga-kejar-investasi-di-bidang-green-dan-blue-economy</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2022/03/11/620/2559946/pulihkan-ekonomi-menko-airlangga-kejar-investasi-di-bidang-green-dan-blue-economy"/><item><title>Pulihkan Ekonomi, Menko Airlangga Kejar Investasi di Bidang Green dan Blue Economy</title><link>https://www.okezone.com/read/2022/03/11/620/2559946/pulihkan-ekonomi-menko-airlangga-kejar-investasi-di-bidang-green-dan-blue-economy</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2022/03/11/620/2559946/pulihkan-ekonomi-menko-airlangga-kejar-investasi-di-bidang-green-dan-blue-economy</guid><pubDate>Jum'at 11 Maret 2022 11:23 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/11/620/2559946/pulihkan-ekonomi-menko-airlangga-kejar-investasi-di-bidang-green-dan-blue-economy-Bf4St4hXwr.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga gencarkan investasi hijau dan biru (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2022/03/11/620/2559946/pulihkan-ekonomi-menko-airlangga-kejar-investasi-di-bidang-green-dan-blue-economy-qOQLp1gbqG.jpeg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/11/620/2559946/pulihkan-ekonomi-menko-airlangga-kejar-investasi-di-bidang-green-dan-blue-economy-Bf4St4hXwr.jpeg</image><title>Menko Airlangga gencarkan investasi hijau dan biru (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA -  Pemerintah menjaga optimisme atas momentum pemulihan ekonomi Indonesia. Di awal tahun 2022 ini, prospek yang baik dari perekonomian Indonesia terlihat dari indikator PMI Manufaktur pada Februari 2022 yang berada pada level ekspansif sebesar 51,2, selain itu lembaga pemeringkat Moody&amp;rsquo;s juga mempertahankan rating kredit Indonesia pada posisi Baa2 dengan outlook stable.
Sektor eksternal Indonesia juga menunjukkan ketahanan yang baik. Neraca Pembayaran Indonesia tahun 2021 mengalami surplus USD13,5 miliar, yang ditopang oleh surplus neraca barang dan transaksi modal finansial seiring optimisme investor terhadap prospek pemulihan ekonomi domestik.
BACA JUGA:Apresiasi Peran OJK, Menko Airlangga Hartarto: Industri Jasa Keuangan Dorong Pemulihan Ekonomi

&amp;ldquo;Di tengah risiko ketidakpastian global, pemerintah akan terus menjaga komunikasi yang baik dengan para stakeholder agar dapat menjaga momentum dan pemulihan ekonomi di tahun ini,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech secara virtual pada acara Standard Chartered World of Wealth (WoW) 2022, Kamis malam (10/3/2022).
Adapun risiko atau tantangan utama yang muncul saat ini berasal dari penyebaran Covid-19 varian Omicron, inflasi, normalisasi kebijakan moneter Bank Sentral, disrupsi rantai pasokan, serta yang terbaru adalah adanya ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang mendorong gejolak kenaikan harga komoditas  energi, pangan, dan mineral.
BACA JUGA:Sampaikan Kuliah Umum, Menko Airlangga Bahas Pemulihan Ekonomi

Melihat tantangan tersebut, Pemerintah mendorong agar sektor swasta dapat terlibat berinvestasi untuk mendorong pembangunan berkelanjutan. Terutama di tengah momen Presidensi G20 Indonesia yang tengah berlangsung, dimana agenda utamanya berfokus pada tiga hal yakni arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi digital, dan transisi energi. &amp;ldquo;Berkaitan dengan transisi energi, energi baru dan terbarukan menjadi sangat relevan,&amp;rdquo; ucap Airlangga.
Dalam mewujudkan langkah transformatif tersebut, Indonesia tengah mengkaji mekanisme pembiayaan yang tepat. &amp;ldquo;Hal ini tentunya perlu dibarengi dengan upaya mendorong investasi di bidang renewable energy yang saat ini tengah dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia, antara lain hydropower dan solar. Termasuk upaya untuk mengenalkan teknologi carbon capture and storage,&amp;rdquo; imbuh Airlangga.</description><content:encoded>JAKARTA -  Pemerintah menjaga optimisme atas momentum pemulihan ekonomi Indonesia. Di awal tahun 2022 ini, prospek yang baik dari perekonomian Indonesia terlihat dari indikator PMI Manufaktur pada Februari 2022 yang berada pada level ekspansif sebesar 51,2, selain itu lembaga pemeringkat Moody&amp;rsquo;s juga mempertahankan rating kredit Indonesia pada posisi Baa2 dengan outlook stable.
Sektor eksternal Indonesia juga menunjukkan ketahanan yang baik. Neraca Pembayaran Indonesia tahun 2021 mengalami surplus USD13,5 miliar, yang ditopang oleh surplus neraca barang dan transaksi modal finansial seiring optimisme investor terhadap prospek pemulihan ekonomi domestik.
BACA JUGA:Apresiasi Peran OJK, Menko Airlangga Hartarto: Industri Jasa Keuangan Dorong Pemulihan Ekonomi

&amp;ldquo;Di tengah risiko ketidakpastian global, pemerintah akan terus menjaga komunikasi yang baik dengan para stakeholder agar dapat menjaga momentum dan pemulihan ekonomi di tahun ini,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech secara virtual pada acara Standard Chartered World of Wealth (WoW) 2022, Kamis malam (10/3/2022).
Adapun risiko atau tantangan utama yang muncul saat ini berasal dari penyebaran Covid-19 varian Omicron, inflasi, normalisasi kebijakan moneter Bank Sentral, disrupsi rantai pasokan, serta yang terbaru adalah adanya ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang mendorong gejolak kenaikan harga komoditas  energi, pangan, dan mineral.
BACA JUGA:Sampaikan Kuliah Umum, Menko Airlangga Bahas Pemulihan Ekonomi

Melihat tantangan tersebut, Pemerintah mendorong agar sektor swasta dapat terlibat berinvestasi untuk mendorong pembangunan berkelanjutan. Terutama di tengah momen Presidensi G20 Indonesia yang tengah berlangsung, dimana agenda utamanya berfokus pada tiga hal yakni arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi digital, dan transisi energi. &amp;ldquo;Berkaitan dengan transisi energi, energi baru dan terbarukan menjadi sangat relevan,&amp;rdquo; ucap Airlangga.
Dalam mewujudkan langkah transformatif tersebut, Indonesia tengah mengkaji mekanisme pembiayaan yang tepat. &amp;ldquo;Hal ini tentunya perlu dibarengi dengan upaya mendorong investasi di bidang renewable energy yang saat ini tengah dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia, antara lain hydropower dan solar. Termasuk upaya untuk mengenalkan teknologi carbon capture and storage,&amp;rdquo; imbuh Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
