<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkes Sebut Super Immunity Alasan Masyarakat Indonesia Boleh Lepas Masker   </title><description>Dari survei itu ditemukan bahwa antibodi masyarakat meningkat pada Maret 2022 dibandingkan dengan Desember 2021.</description><link>https://www.okezone.com/read/2022/05/18/620/2595933/menkes-sebut-super-immunity-alasan-masyarakat-indonesia-boleh-lepas-masker</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2022/05/18/620/2595933/menkes-sebut-super-immunity-alasan-masyarakat-indonesia-boleh-lepas-masker"/><item><title>Menkes Sebut Super Immunity Alasan Masyarakat Indonesia Boleh Lepas Masker   </title><link>https://www.okezone.com/read/2022/05/18/620/2595933/menkes-sebut-super-immunity-alasan-masyarakat-indonesia-boleh-lepas-masker</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2022/05/18/620/2595933/menkes-sebut-super-immunity-alasan-masyarakat-indonesia-boleh-lepas-masker</guid><pubDate>Rabu 18 Mei 2022 11:50 WIB</pubDate><dc:creator>Siska Permata Sari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/18/620/2595933/menkes-sebut-super-immunity-alasan-masyarakat-indonesia-boleh-lepas-masker-wpzM1FtgHF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Masker. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2022/05/18/620/2595933/menkes-sebut-super-immunity-alasan-masyarakat-indonesia-boleh-lepas-masker-eS8WRrbMLp.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/18/620/2595933/menkes-sebut-super-immunity-alasan-masyarakat-indonesia-boleh-lepas-masker-wpzM1FtgHF.jpg</image><title>Ilustrasi Masker. (Foto: Freepik)</title></images><description>PRESIDEN Jokowi akhirnya membebaskan masyarakat untuk tidak lagi menggunakan masker di ruang terbuka. Langkah ini diambil seiring dengan transisi Indonesia menuju endemi.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin pun membeberkan menerangkan, sebelum membuat kebijakan tersebut, pemerintah telah melakukan survei. Dari survei itu ditemukan bahwa antibodi masyarakat meningkat pada Maret 2022 dibandingkan dengan Desember 2021.

&amp;ldquo;Pada bulan Desember kita melakukan survei untuk melihat kadar dari antibodi yang sudah ada di masyarakat, khususnya di Jawa Bali. Sekitar 93 persen sudah memiliki antibodi yang bisa berasal dari vaksinasi yang diberikan oleh pemerintah atau juga bisa berasal dari infeksi yang diberikan oleh Yang Kuasa (pernah terinfeksi Covid-19),&amp;rdquo; kata Menkes Budi dalam konferensi pers virtual.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNS8xNy8xLzE0ODEwNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BACA JUGA:Jokowi Perbolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Ahli: Tidak Berarti Outdoor Aman!

Survei kemudian kembali dilakukan pada Maret 2022 dan menunjukkan hasil antibodi masyarakat yang meningkat. &amp;ldquo;Sebelum mudik Lebaran dijalankan, kita melakukan survei berikutnya untuk melihat kondisinya seperti apa untuk grup orang yang sama. Ternyata naik dari 93 persen menjadi 99,2 persen,&amp;rdquo; terangnya.

Hal ini, sambung dia, disebabkan oleh kombinasi percepatan  vaksinasi dan penularan Omicron. Kombinasi antara vaksinasi dan infeksi, sambung dia, memungkinkan masyarakat memiliki yang namanya &amp;lsquo;super immunity&amp;rsquo;.

&amp;ldquo;Hasil riset di seluruh dunia menunjukkan bahwa kombinasi dari vaksinasi ditambah dengan infeksi membentuk apa yang dikalangan sains disebut super immunity,&amp;rdquo; ungkapnya.</description><content:encoded>PRESIDEN Jokowi akhirnya membebaskan masyarakat untuk tidak lagi menggunakan masker di ruang terbuka. Langkah ini diambil seiring dengan transisi Indonesia menuju endemi.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin pun membeberkan menerangkan, sebelum membuat kebijakan tersebut, pemerintah telah melakukan survei. Dari survei itu ditemukan bahwa antibodi masyarakat meningkat pada Maret 2022 dibandingkan dengan Desember 2021.

&amp;ldquo;Pada bulan Desember kita melakukan survei untuk melihat kadar dari antibodi yang sudah ada di masyarakat, khususnya di Jawa Bali. Sekitar 93 persen sudah memiliki antibodi yang bisa berasal dari vaksinasi yang diberikan oleh pemerintah atau juga bisa berasal dari infeksi yang diberikan oleh Yang Kuasa (pernah terinfeksi Covid-19),&amp;rdquo; kata Menkes Budi dalam konferensi pers virtual.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNS8xNy8xLzE0ODEwNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BACA JUGA:Jokowi Perbolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Ahli: Tidak Berarti Outdoor Aman!

Survei kemudian kembali dilakukan pada Maret 2022 dan menunjukkan hasil antibodi masyarakat yang meningkat. &amp;ldquo;Sebelum mudik Lebaran dijalankan, kita melakukan survei berikutnya untuk melihat kondisinya seperti apa untuk grup orang yang sama. Ternyata naik dari 93 persen menjadi 99,2 persen,&amp;rdquo; terangnya.

Hal ini, sambung dia, disebabkan oleh kombinasi percepatan  vaksinasi dan penularan Omicron. Kombinasi antara vaksinasi dan infeksi, sambung dia, memungkinkan masyarakat memiliki yang namanya &amp;lsquo;super immunity&amp;rsquo;.

&amp;ldquo;Hasil riset di seluruh dunia menunjukkan bahwa kombinasi dari vaksinasi ditambah dengan infeksi membentuk apa yang dikalangan sains disebut super immunity,&amp;rdquo; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
