<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelaku Usaha Wisata Diminta Beradaptasi dengan Tren New Normal</title><description>Pelaku pariwisata harus dapat beradaptasi dengan tren kenormalan baru.</description><link>https://www.okezone.com/read/2022/05/26/620/2600566/pelaku-usaha-wisata-diminta-beradaptasi-dengan-tren-new-normal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2022/05/26/620/2600566/pelaku-usaha-wisata-diminta-beradaptasi-dengan-tren-new-normal"/><item><title>Pelaku Usaha Wisata Diminta Beradaptasi dengan Tren New Normal</title><link>https://www.okezone.com/read/2022/05/26/620/2600566/pelaku-usaha-wisata-diminta-beradaptasi-dengan-tren-new-normal</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2022/05/26/620/2600566/pelaku-usaha-wisata-diminta-beradaptasi-dengan-tren-new-normal</guid><pubDate>Kamis 26 Mei 2022 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/26/620/2600566/pelaku-usaha-wisata-diminta-beradaptasi-dengan-tren-new-normal-gNhCfyzTDP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelaku usaha wisata harus adaptasi dengan new normal (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2022/05/26/620/2600566/pelaku-usaha-wisata-diminta-beradaptasi-dengan-tren-new-normal-vsGy3qcV6P.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/26/620/2600566/pelaku-usaha-wisata-diminta-beradaptasi-dengan-tren-new-normal-gNhCfyzTDP.jpg</image><title>Pelaku usaha wisata harus adaptasi dengan new normal (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pelaku pariwisata harus dapat beradaptasi dengan tren kenormalan baru.
&amp;ldquo;Perubahan tren di kenormalan baru pariwisata bergeser dari pariwisata berbasis kuantitas ke pariwisata berbasis kualitas, yang mana wisatawan tidak hanya sekadar melihat destinasi, tapi juga ingin mendapatkan pengalaman dari kunjungan wisata,&amp;rdquo; kata Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Frans Teguh dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/5/2022).
BACA JUGA:PBB Gelar Forum Dunia GPDRR di Bali, Angela Tanoesoedibjo: Momentum Promosikan Budaya dan Wisata Indonesia 

Oleh karena itu, diperlukan kesiapan pelaku pariwisata agar dapat menciptakan kesan dan pengalaman yang menarik bagi wisatawan. Pihaknya mengadakan training of trainer (ToT) yang bertujuan melahirkan trainer andal dan dapat memperkuat kampanye sadar wisata serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia masyarakat desa wisata. Pemerintah berencana menjalankannya di 65 desa wisata di Tanah Air sepanjang tahun 2022-2023.
BACA JUGA:Pandemi Mereda, Wisata Kota Batu Bolehkan Pengunjung Lepas Masker di Ruang Terbuka
&quot;Gerakan sadar wisata terus digaungkan di hampir setiap tahun, tapi pertanyaannya, apakah kita belum optimal (dalam kampanye sadar wisata) atau memang dinamika di dalamnya sudah terlalu cepat, sehingga harus dapat segera kita respons,&quot; kata Frans.
Melalui kegiatan itu, diharapkan dapat mengubah pola pikir tentang perilaku, sehingga pariwisata bisa tumbuh sehat, tangguh dan berkelanjutan.
Selain itu, juga bagaimana dalam pelatihan ini dapat bersama-sama mengelaborasi tentang revolusi industri 4.0, bahkan mulai adaptif dengan industri 5.0.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pelaku pariwisata harus dapat beradaptasi dengan tren kenormalan baru.
&amp;ldquo;Perubahan tren di kenormalan baru pariwisata bergeser dari pariwisata berbasis kuantitas ke pariwisata berbasis kualitas, yang mana wisatawan tidak hanya sekadar melihat destinasi, tapi juga ingin mendapatkan pengalaman dari kunjungan wisata,&amp;rdquo; kata Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Frans Teguh dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/5/2022).
BACA JUGA:PBB Gelar Forum Dunia GPDRR di Bali, Angela Tanoesoedibjo: Momentum Promosikan Budaya dan Wisata Indonesia 

Oleh karena itu, diperlukan kesiapan pelaku pariwisata agar dapat menciptakan kesan dan pengalaman yang menarik bagi wisatawan. Pihaknya mengadakan training of trainer (ToT) yang bertujuan melahirkan trainer andal dan dapat memperkuat kampanye sadar wisata serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia masyarakat desa wisata. Pemerintah berencana menjalankannya di 65 desa wisata di Tanah Air sepanjang tahun 2022-2023.
BACA JUGA:Pandemi Mereda, Wisata Kota Batu Bolehkan Pengunjung Lepas Masker di Ruang Terbuka
&quot;Gerakan sadar wisata terus digaungkan di hampir setiap tahun, tapi pertanyaannya, apakah kita belum optimal (dalam kampanye sadar wisata) atau memang dinamika di dalamnya sudah terlalu cepat, sehingga harus dapat segera kita respons,&quot; kata Frans.
Melalui kegiatan itu, diharapkan dapat mengubah pola pikir tentang perilaku, sehingga pariwisata bisa tumbuh sehat, tangguh dan berkelanjutan.
Selain itu, juga bagaimana dalam pelatihan ini dapat bersama-sama mengelaborasi tentang revolusi industri 4.0, bahkan mulai adaptif dengan industri 5.0.
</content:encoded></item></channel></rss>
