<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasokan Daging Indonesia Disebut Masih Kurang, Apa Solusinya?</title><description>Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Aditya Alta mengatakan, pasokan daging sapi di Indonesia masih kurang.</description><link>https://www.okezone.com/read/2022/05/27/620/2601037/pasokan-daging-indonesia-disebut-masih-kurang-apa-solusinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2022/05/27/620/2601037/pasokan-daging-indonesia-disebut-masih-kurang-apa-solusinya"/><item><title>Pasokan Daging Indonesia Disebut Masih Kurang, Apa Solusinya?</title><link>https://www.okezone.com/read/2022/05/27/620/2601037/pasokan-daging-indonesia-disebut-masih-kurang-apa-solusinya</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2022/05/27/620/2601037/pasokan-daging-indonesia-disebut-masih-kurang-apa-solusinya</guid><pubDate>Jum'at 27 Mei 2022 10:17 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/27/620/2601037/pasokan-daging-indonesia-disebut-masih-kurang-apa-solusinya-Y4MgzpuAdU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi daging sapi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2022/05/27/620/2601037/pasokan-daging-indonesia-disebut-masih-kurang-apa-solusinya-aeNrtPggw2.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/27/620/2601037/pasokan-daging-indonesia-disebut-masih-kurang-apa-solusinya-Y4MgzpuAdU.jpg</image><title>Ilustrasi daging sapi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Aditya Alta mengatakan, pasokan daging sapi di Indonesia masih kurang.

Hal itu mengingat permintaan daging meningkat akibat populasi yang terus bertambah.

Maka dari itu, menurutnya, Indonesia masih membutuhkan impor daging dan bibit hewan ternak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Harga Daging Sapi Tak Naik Meski Ada Wabah PMK
&amp;ldquo;Indonesia masih membutuhkan impor daging maupun bibit hewan ternak karena ada keterbatasan pasokan domestik. Sementara permintaan daging semakin meningkat seiring dengan pertambahan populasi dan peningkatan pendapatan terutama bagi kelas menengah yang semakin bertambah,&amp;rdquo; ujar Aditya, Jumat (27/5/2022).

Untuk membantu mencukupi kebutuhan daging sapi dari impor, dia menyarankan, pemerintah perlu membenahi sistem impor dan mengupayakan peningkatan harga produksi dan distribusi.
</description><content:encoded>JAKARTA - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Aditya Alta mengatakan, pasokan daging sapi di Indonesia masih kurang.

Hal itu mengingat permintaan daging meningkat akibat populasi yang terus bertambah.

Maka dari itu, menurutnya, Indonesia masih membutuhkan impor daging dan bibit hewan ternak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Harga Daging Sapi Tak Naik Meski Ada Wabah PMK
&amp;ldquo;Indonesia masih membutuhkan impor daging maupun bibit hewan ternak karena ada keterbatasan pasokan domestik. Sementara permintaan daging semakin meningkat seiring dengan pertambahan populasi dan peningkatan pendapatan terutama bagi kelas menengah yang semakin bertambah,&amp;rdquo; ujar Aditya, Jumat (27/5/2022).

Untuk membantu mencukupi kebutuhan daging sapi dari impor, dia menyarankan, pemerintah perlu membenahi sistem impor dan mengupayakan peningkatan harga produksi dan distribusi.
</content:encoded></item></channel></rss>
