<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sadis! Kematian 3 Anak di Solok Selataan Diduga akibat Penganiayaan</title><description>Hasil sampel yang diambil dari mayat tiga anak yang meninggal ditemukan dugaan penganiayaan.</description><link>https://www.okezone.com/read/2022/06/03/620/2604827/sadis-kematian-3-anak-di-solok-selataan-diduga-akibat-penganiayaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2022/06/03/620/2604827/sadis-kematian-3-anak-di-solok-selataan-diduga-akibat-penganiayaan"/><item><title>Sadis! Kematian 3 Anak di Solok Selataan Diduga akibat Penganiayaan</title><link>https://www.okezone.com/read/2022/06/03/620/2604827/sadis-kematian-3-anak-di-solok-selataan-diduga-akibat-penganiayaan</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2022/06/03/620/2604827/sadis-kematian-3-anak-di-solok-selataan-diduga-akibat-penganiayaan</guid><pubDate>Jum'at 03 Juni 2022 10:46 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/03/620/2604827/sadis-kematian-3-anak-di-solok-selataan-diduga-akibat-penganiayaan-5fWCb50yK0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2022/06/03/620/2604827/sadis-kematian-3-anak-di-solok-selataan-diduga-akibat-penganiayaan-FD0y6sB68m.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/03/620/2604827/sadis-kematian-3-anak-di-solok-selataan-diduga-akibat-penganiayaan-5fWCb50yK0.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>SUMBAR - Hasil sampel yang diambil dari mayat tiga anak yang meninggal pada Agustus 2021 di Muara Labuh, Kecamatan Sungai Pagu, ditemukan dugaan penganiayaan dengan ditandai adanya bekas kebiruan di leher para korban.

Kepala Satuan Reskrim Polres Solok Selatan AKP Dwi Purwanto di Padang Aro, Jumat, menambahkan selain ditemukan bekas kebiruan di leher ketiga korban, Tim Forensik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Sumbar menemukan tujuh tulang dada anak pertama, Daffa Saputra (8), patah karena diduga bekas injakan.

&quot;Di dada kanan tiga yang patah, dan kiri empat yang patah. Bahkan patahannya ada yang hampir menusuk paru-paru,&quot; katanya.

BACA JUGA:Tanah Longsor di Depok, Dua Guru SD Meninggal Dunia


BACA JUGA:1 Korban KM Ladang Pertiwi Ditemukan Meninggal, Ini Identitasnya

Yang mengejutkan lagi, tambahnya, terdapat pembesaran lubang dubur pada dua anak, yakni Muhammad Fadli (6) dan Muhammad Hafis (2,5).

Bedah otopsi mayat untuk visum forensik dilakukan setelah pihak keluarga setuju pembongkaran kuburan atau ekshumasi para korban pada Rabu (15/9/2021) di Pemakaman Kaum Jorong Pasa Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok.

Ekshumasi dilakukan oleh Tim Forensik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Sumbar didampingi personel Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Solok Selatan dan disaksikan ayah kandung ketiga korban, Muhammad Jamil.
</description><content:encoded>SUMBAR - Hasil sampel yang diambil dari mayat tiga anak yang meninggal pada Agustus 2021 di Muara Labuh, Kecamatan Sungai Pagu, ditemukan dugaan penganiayaan dengan ditandai adanya bekas kebiruan di leher para korban.

Kepala Satuan Reskrim Polres Solok Selatan AKP Dwi Purwanto di Padang Aro, Jumat, menambahkan selain ditemukan bekas kebiruan di leher ketiga korban, Tim Forensik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Sumbar menemukan tujuh tulang dada anak pertama, Daffa Saputra (8), patah karena diduga bekas injakan.

&quot;Di dada kanan tiga yang patah, dan kiri empat yang patah. Bahkan patahannya ada yang hampir menusuk paru-paru,&quot; katanya.

BACA JUGA:Tanah Longsor di Depok, Dua Guru SD Meninggal Dunia


BACA JUGA:1 Korban KM Ladang Pertiwi Ditemukan Meninggal, Ini Identitasnya

Yang mengejutkan lagi, tambahnya, terdapat pembesaran lubang dubur pada dua anak, yakni Muhammad Fadli (6) dan Muhammad Hafis (2,5).

Bedah otopsi mayat untuk visum forensik dilakukan setelah pihak keluarga setuju pembongkaran kuburan atau ekshumasi para korban pada Rabu (15/9/2021) di Pemakaman Kaum Jorong Pasa Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok.

Ekshumasi dilakukan oleh Tim Forensik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Sumbar didampingi personel Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Solok Selatan dan disaksikan ayah kandung ketiga korban, Muhammad Jamil.
</content:encoded></item></channel></rss>
