<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Pulih, Saatnya Investor Milenial Masuk ke Pasar SBN</title><description>Investasi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) semakin menarik di tengah pemulihan ekonomi.</description><link>https://www.okezone.com/read/2022/06/13/620/2610544/ekonomi-pulih-saatnya-investor-milenial-masuk-ke-pasar-sbn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2022/06/13/620/2610544/ekonomi-pulih-saatnya-investor-milenial-masuk-ke-pasar-sbn"/><item><title>Ekonomi Pulih, Saatnya Investor Milenial Masuk ke Pasar SBN</title><link>https://www.okezone.com/read/2022/06/13/620/2610544/ekonomi-pulih-saatnya-investor-milenial-masuk-ke-pasar-sbn</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2022/06/13/620/2610544/ekonomi-pulih-saatnya-investor-milenial-masuk-ke-pasar-sbn</guid><pubDate>Senin 13 Juni 2022 12:41 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/13/620/2610544/ekonomi-pulih-investor-milenial-masuk-ke-pasar-sbn-HQntXvHhdh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peluang investasi SBN (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2022/06/13/620/2610544/ekonomi-pulih-investor-milenial-masuk-ke-pasar-sbn-7hEahOuz1j.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/13/620/2610544/ekonomi-pulih-investor-milenial-masuk-ke-pasar-sbn-HQntXvHhdh.jpg</image><title>Peluang investasi SBN (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Investasi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) semakin menarik di tengah pemulihan ekonomi. Komposisi investor asing yang menyusut di pasar SBN menjadi peluang bagi masuknya investor ritel dari kalangan milenial.
BACA JUGA:Ada Kabar Gembira dari Sri Mulyani, Porsi Asing di SBN Turun Tajam Jadi 16,4%
Chief Economist dari Danareksa Research Institute Rima Prama Artha mengatakan, pemulihan ekonomi tecermin dari data pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang pada kuartal I/2022 mencapai 5,01% (year on year/YoY).
Di sisi lain, kepemilikan investor asing di pasar SBN mengalami penurunan hingga tersisa 16,56% sehingga mayoritas surat berharga dipegang oleh investor domestik.
BACA JUGA:Sri Mulyani Hati-Hati Terbitkan SBN Valas di 2022, Kenapa?
&quot;Melihat ekonomi yang tumbuh relatif tinggi, current account yang masih positif, dan kepemilikan asing di SBN yang semakin menurun, iklim investasi di Indonesia semakin membaik pasca pandemi,&quot; kata Rama, Senin (13/6/2022).
Dia menambahkan, jumlah investor milenial di pasar surat berharga juga terus meningkat. Hal ni merefleksikan bahwa minat investasi dan literasi keuangan yang dilakukan oleh pemerintah dan pelaku pasar menunjukkan hasil nyata.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Investasi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) semakin menarik di tengah pemulihan ekonomi. Komposisi investor asing yang menyusut di pasar SBN menjadi peluang bagi masuknya investor ritel dari kalangan milenial.
BACA JUGA:Ada Kabar Gembira dari Sri Mulyani, Porsi Asing di SBN Turun Tajam Jadi 16,4%
Chief Economist dari Danareksa Research Institute Rima Prama Artha mengatakan, pemulihan ekonomi tecermin dari data pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang pada kuartal I/2022 mencapai 5,01% (year on year/YoY).
Di sisi lain, kepemilikan investor asing di pasar SBN mengalami penurunan hingga tersisa 16,56% sehingga mayoritas surat berharga dipegang oleh investor domestik.
BACA JUGA:Sri Mulyani Hati-Hati Terbitkan SBN Valas di 2022, Kenapa?
&quot;Melihat ekonomi yang tumbuh relatif tinggi, current account yang masih positif, dan kepemilikan asing di SBN yang semakin menurun, iklim investasi di Indonesia semakin membaik pasca pandemi,&quot; kata Rama, Senin (13/6/2022).
Dia menambahkan, jumlah investor milenial di pasar surat berharga juga terus meningkat. Hal ni merefleksikan bahwa minat investasi dan literasi keuangan yang dilakukan oleh pemerintah dan pelaku pasar menunjukkan hasil nyata.</content:encoded></item></channel></rss>
