<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus DBD di Tangerang Melonjak, Kini Capai 331 Pasien</title><description>Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tangerang mengalami peningkatan di tahun 2022 ini.</description><link>https://www.okezone.com/read/2022/06/23/620/2616617/kasus-dbd-di-tangerang-melonjak-kini-capai-331-pasien</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2022/06/23/620/2616617/kasus-dbd-di-tangerang-melonjak-kini-capai-331-pasien"/><item><title>Kasus DBD di Tangerang Melonjak, Kini Capai 331 Pasien</title><link>https://www.okezone.com/read/2022/06/23/620/2616617/kasus-dbd-di-tangerang-melonjak-kini-capai-331-pasien</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2022/06/23/620/2616617/kasus-dbd-di-tangerang-melonjak-kini-capai-331-pasien</guid><pubDate>Kamis 23 Juni 2022 10:52 WIB</pubDate><dc:creator>Isty Maulidya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/23/620/2616617/kasus-dbd-di-tangerang-melonjak-kini-capai-331-pasien-JvbrNH0guR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2022/06/23/620/2616617/kasus-dbd-di-tangerang-melonjak-kini-capai-331-pasien-yaqJS1J0hw.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/23/620/2616617/kasus-dbd-di-tangerang-melonjak-kini-capai-331-pasien-JvbrNH0guR.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>TANGERANG - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tangerang mengalami peningkatan di tahun 2022 ini. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat kasus DBD sepanjang 2021 ada 224 kasus, sementara kasus DBD hingga pertengahan tahun 2022 ini mencapai 331 kasus dengan angka kematian nol.

&amp;ldquo;Ini penyakit yang selalu datang disetiap tahunnya dan seluruh masyarakat sudah ketahui itu. Namun, kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan lah yang harus ditingkatkan,&quot; papar dr Dini Anggraeni, Kepala Dinkes Kota Tangerang, Kamis (23/6/2022).

Menyikapi hal tersebut, Dinas Kesehatan telah memberikan surat edaran kepada pemerintah setempat termasuk sekolaj untuk mewaspadai dan memperhatikan peningkatan kasus DBD ini. Hal ini juga ditujukan untuk meningkatkan gerakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), gotong royong bersih-bersih lingkungan, hingga kembali menggalakan program satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik).

BACA JUGA:377 Kasus DBD Tersebar di Jakpus, Daerah Kemayoran Tertinggi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Saat ini, yang sedang digencarkan ialah pengecekan hingga sektor perkantoran. Karena potensi kena DBD dimana saja, bisa di rumah, sekolah maupun kantor,&amp;rdquo; katanya.

Seluruh masyarakat diimbau untuk lebih peduli dengan kasus DBD ini, dengan melakukan sederet pencegahannya. Mulai dari menguras bak mandi seminggu sekali, bersihkan seluruh penampungan air dan meminimalisir tempat yang mungkin bisa menjadi sarang nyamuk.
</description><content:encoded>TANGERANG - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tangerang mengalami peningkatan di tahun 2022 ini. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat kasus DBD sepanjang 2021 ada 224 kasus, sementara kasus DBD hingga pertengahan tahun 2022 ini mencapai 331 kasus dengan angka kematian nol.

&amp;ldquo;Ini penyakit yang selalu datang disetiap tahunnya dan seluruh masyarakat sudah ketahui itu. Namun, kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan lah yang harus ditingkatkan,&quot; papar dr Dini Anggraeni, Kepala Dinkes Kota Tangerang, Kamis (23/6/2022).

Menyikapi hal tersebut, Dinas Kesehatan telah memberikan surat edaran kepada pemerintah setempat termasuk sekolaj untuk mewaspadai dan memperhatikan peningkatan kasus DBD ini. Hal ini juga ditujukan untuk meningkatkan gerakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), gotong royong bersih-bersih lingkungan, hingga kembali menggalakan program satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik).

BACA JUGA:377 Kasus DBD Tersebar di Jakpus, Daerah Kemayoran Tertinggi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Saat ini, yang sedang digencarkan ialah pengecekan hingga sektor perkantoran. Karena potensi kena DBD dimana saja, bisa di rumah, sekolah maupun kantor,&amp;rdquo; katanya.

Seluruh masyarakat diimbau untuk lebih peduli dengan kasus DBD ini, dengan melakukan sederet pencegahannya. Mulai dari menguras bak mandi seminggu sekali, bersihkan seluruh penampungan air dan meminimalisir tempat yang mungkin bisa menjadi sarang nyamuk.
</content:encoded></item></channel></rss>
