<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cegah Krisis Pangan, Distribusi Pupuk Subsidi Harus Cepat</title><description>Redistribusi pupuk bersubsidi bisa menjadi jalan dalam mengantisipasi krisis pangan yang kini mengancam dunia.</description><link>https://www.okezone.com/read/2022/07/01/620/2621894/cegah-krisis-pangan-distribusi-pupuk-subsidi-harus-cepat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2022/07/01/620/2621894/cegah-krisis-pangan-distribusi-pupuk-subsidi-harus-cepat"/><item><title>Cegah Krisis Pangan, Distribusi Pupuk Subsidi Harus Cepat</title><link>https://www.okezone.com/read/2022/07/01/620/2621894/cegah-krisis-pangan-distribusi-pupuk-subsidi-harus-cepat</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2022/07/01/620/2621894/cegah-krisis-pangan-distribusi-pupuk-subsidi-harus-cepat</guid><pubDate>Jum'at 01 Juli 2022 15:58 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/01/620/2621894/cegah-krisis-pangan-distribusi-pupuk-subsidi-harus-cepat-4wdw1gZpqm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Redistribusi pupuk bisa atasi krisis pangan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2022/07/01/620/2621894/cegah-krisis-pangan-distribusi-pupuk-subsidi-harus-cepat-Z0CcItOIn7.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/01/620/2621894/cegah-krisis-pangan-distribusi-pupuk-subsidi-harus-cepat-4wdw1gZpqm.jpg</image><title>Redistribusi pupuk bisa atasi krisis pangan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Redistribusi pupuk subsidi bisa menjadi jalan dalam mengantisipasi krisis pangan yang kini mengancam dunia. Kebijakan penyaluran pupuk urea dan NPK itu dilakukan dengan sangat selektif dan menyasar komoditas pangan strategis yang mampu menimbulkan sensitivitas tinggi terhadap indeks harga konsumen.
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengatakan redistribusi pupuk bersubsidi menjadi opsi yang ideal untuk dieksekusi di tengah dinamika geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang menimbulkan krisis.
BACA JUGA:Ancaman Krisis Pangan, Presiden Jokowi: Kita Harus Cari Solusi

&quot;Ini kebijakan yang bagus dari Presiden Joko Widodo apabila mau membenahi distribusi pupuk itu,&quot; kata dia, Jumat (30/6/2022).
Dia menilai, redistribusi juga menjadi program penyeimbang bagi Indonesia untuk terlibat aktif dalam mengantisipasi krisis pangan menyusul terhambatnya produksi pupuk global.
Terlebih, Presiden Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Jerman meminta kepada komunitas global untuk memberikan pengecualian sanksi atas produk pangan dan pupuk asal Rusia.
BACA JUGA:Presiden Jokowi Harap Negara G7 Bertindak Cepat Atasi Krisis Pangan

&quot;Nah ini yang bisa kita antisipasi agar produktivitas para petani ini bisa lebih baik, di tengah adanya ancaman krisis pangan,  yang sekarang ini apa-apa mahal,&quot; ujarnya.
Sekadar informasi, terdapat 70 komoditas pangan yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi. Akan tetapi, mengingat besarnya ancaman krisis pangan dan keterbatasan fiskal, Panitia Kerja (Panja) Pupuk Bersubsidi merekomendasikan dilakukannya redistribusi.
Sejalan dengan itu, pupuk bersubsidi wajib diprioritaskan untuk hasil pertanian yang masuk kategori kebutuhan pangan pokok dan komoditas berdampak terhadap inflasi atau komoditas strategis pertanian.</description><content:encoded>JAKARTA - Redistribusi pupuk subsidi bisa menjadi jalan dalam mengantisipasi krisis pangan yang kini mengancam dunia. Kebijakan penyaluran pupuk urea dan NPK itu dilakukan dengan sangat selektif dan menyasar komoditas pangan strategis yang mampu menimbulkan sensitivitas tinggi terhadap indeks harga konsumen.
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengatakan redistribusi pupuk bersubsidi menjadi opsi yang ideal untuk dieksekusi di tengah dinamika geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang menimbulkan krisis.
BACA JUGA:Ancaman Krisis Pangan, Presiden Jokowi: Kita Harus Cari Solusi

&quot;Ini kebijakan yang bagus dari Presiden Joko Widodo apabila mau membenahi distribusi pupuk itu,&quot; kata dia, Jumat (30/6/2022).
Dia menilai, redistribusi juga menjadi program penyeimbang bagi Indonesia untuk terlibat aktif dalam mengantisipasi krisis pangan menyusul terhambatnya produksi pupuk global.
Terlebih, Presiden Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Jerman meminta kepada komunitas global untuk memberikan pengecualian sanksi atas produk pangan dan pupuk asal Rusia.
BACA JUGA:Presiden Jokowi Harap Negara G7 Bertindak Cepat Atasi Krisis Pangan

&quot;Nah ini yang bisa kita antisipasi agar produktivitas para petani ini bisa lebih baik, di tengah adanya ancaman krisis pangan,  yang sekarang ini apa-apa mahal,&quot; ujarnya.
Sekadar informasi, terdapat 70 komoditas pangan yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi. Akan tetapi, mengingat besarnya ancaman krisis pangan dan keterbatasan fiskal, Panitia Kerja (Panja) Pupuk Bersubsidi merekomendasikan dilakukannya redistribusi.
Sejalan dengan itu, pupuk bersubsidi wajib diprioritaskan untuk hasil pertanian yang masuk kategori kebutuhan pangan pokok dan komoditas berdampak terhadap inflasi atau komoditas strategis pertanian.</content:encoded></item></channel></rss>
