<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Rekomendasi Vaksin Covid-19 untuk Booster Kedua, Sinovac Masuk Gak Ya?</title><description>Vaksin memang dapat melindungi tingkat keparahan seseorang ketika mereka terpapar Covid-19</description><link>https://www.okezone.com/read/2022/07/28/620/2637960/3-rekomendasi-vaksin-covid-19-untuk-booster-kedua-sinovac-masuk-gak-ya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2022/07/28/620/2637960/3-rekomendasi-vaksin-covid-19-untuk-booster-kedua-sinovac-masuk-gak-ya"/><item><title>3 Rekomendasi Vaksin Covid-19 untuk Booster Kedua, Sinovac Masuk Gak Ya?</title><link>https://www.okezone.com/read/2022/07/28/620/2637960/3-rekomendasi-vaksin-covid-19-untuk-booster-kedua-sinovac-masuk-gak-ya</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2022/07/28/620/2637960/3-rekomendasi-vaksin-covid-19-untuk-booster-kedua-sinovac-masuk-gak-ya</guid><pubDate>Kamis 28 Juli 2022 16:40 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Sukardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/28/620/2637960/3-rekomendasi-vaksin-covid-19-untuk-booster-kedua-sinovac-masuk-gak-ya-3LRCu4mhpW.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2022/07/28/620/2637960/3-rekomendasi-vaksin-covid-19-untuk-booster-kedua-sinovac-masuk-gak-ya-hzP0Z8nUcL.jpeg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/28/620/2637960/3-rekomendasi-vaksin-covid-19-untuk-booster-kedua-sinovac-masuk-gak-ya-3LRCu4mhpW.jpeg</image><title>Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>KENAIKAN kasus Covid-19 di Indonesia memang cukup tinggi akhir -akhir ini. Pemerintah pun akhirnya mewajibkan vaksin booster bagi mereka yang ingin beraktivitas di tempat umum seperti mal dan gedung perkantoran.

Pasalnya, vaksin memang dapat melindungi tingkat keparahan seseorang ketika mereka terpapar Covid-19. Sayangnya, antibodi yang dihasilkan oleh vaksin Covid-19 akan memudar seiring dengan berjalannya waktu.&amp;nbsp;

Oleh karena itu, dibutuhkan tambahan booster untuk menaikkan antibodi. Bahkan, tenaga kesehatan atau nakes akan menerima vaksin booster kedua besok. Mereka jadi prioritas karena garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan ke masyarakat.&amp;nbsp;

Soal jenis vaksin apa yang akan dipakai, Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa itu sesuai rekomendasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8yNi8zNC8xNTEwNDcvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;BACA JUGA:Nakes Mulai Besok Divaksin Booster Covid-19 Kedua, Masyarakat Umum Kapan?

Tapi, secara khusus Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman merekomendasikan 3 merek vaksin Covid-19 yang ada sekarang untuk digunakan sebagai vaksin booster kedua.&amp;nbsp;

&quot;Vaksin yang tepat diberikan untuk mengantisipasi merebaknya BA.4 dan BA.5 adalah vaksin dengan platform mRNA seperti Moderna dan Pfizer, serta vaksin Novavax,&quot; ungkap Dicky Budiman saat dihubungi MNC Portal.&amp;nbsp;

Ketiga vaksin tersebut menurut Dicky terbukti bermanfaat untuk mencegah maupun menurunkan risiko seseorang mengalami keparahan penyakit jika terinfeksi Covid-19.&amp;nbsp;

&quot;Ketiga vaksin ini terbukti baik berdasar data bahwa vaksin 70% mencegah fatalitas kematian dan 60% lebih mencegah keparahan,&quot; tambah Dicky.</description><content:encoded>KENAIKAN kasus Covid-19 di Indonesia memang cukup tinggi akhir -akhir ini. Pemerintah pun akhirnya mewajibkan vaksin booster bagi mereka yang ingin beraktivitas di tempat umum seperti mal dan gedung perkantoran.

Pasalnya, vaksin memang dapat melindungi tingkat keparahan seseorang ketika mereka terpapar Covid-19. Sayangnya, antibodi yang dihasilkan oleh vaksin Covid-19 akan memudar seiring dengan berjalannya waktu.&amp;nbsp;

Oleh karena itu, dibutuhkan tambahan booster untuk menaikkan antibodi. Bahkan, tenaga kesehatan atau nakes akan menerima vaksin booster kedua besok. Mereka jadi prioritas karena garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan ke masyarakat.&amp;nbsp;

Soal jenis vaksin apa yang akan dipakai, Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa itu sesuai rekomendasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8yNi8zNC8xNTEwNDcvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;BACA JUGA:Nakes Mulai Besok Divaksin Booster Covid-19 Kedua, Masyarakat Umum Kapan?

Tapi, secara khusus Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman merekomendasikan 3 merek vaksin Covid-19 yang ada sekarang untuk digunakan sebagai vaksin booster kedua.&amp;nbsp;

&quot;Vaksin yang tepat diberikan untuk mengantisipasi merebaknya BA.4 dan BA.5 adalah vaksin dengan platform mRNA seperti Moderna dan Pfizer, serta vaksin Novavax,&quot; ungkap Dicky Budiman saat dihubungi MNC Portal.&amp;nbsp;

Ketiga vaksin tersebut menurut Dicky terbukti bermanfaat untuk mencegah maupun menurunkan risiko seseorang mengalami keparahan penyakit jika terinfeksi Covid-19.&amp;nbsp;

&quot;Ketiga vaksin ini terbukti baik berdasar data bahwa vaksin 70% mencegah fatalitas kematian dan 60% lebih mencegah keparahan,&quot; tambah Dicky.</content:encoded></item></channel></rss>
