<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Melonjak, Investor Disarankan Pilih Produk Investasi Ini</title><description>Angka inflasi Indonesia melonjak hingga 4,94% secara tahunan pada Juli 2022 atau merupakan level tertinggi.</description><link>https://www.okezone.com/read/2022/08/26/620/2654873/inflasi-melonjak-investor-disarankan-pilih-produk-investasi-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2022/08/26/620/2654873/inflasi-melonjak-investor-disarankan-pilih-produk-investasi-ini"/><item><title>Inflasi Melonjak, Investor Disarankan Pilih Produk Investasi Ini</title><link>https://www.okezone.com/read/2022/08/26/620/2654873/inflasi-melonjak-investor-disarankan-pilih-produk-investasi-ini</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2022/08/26/620/2654873/inflasi-melonjak-investor-disarankan-pilih-produk-investasi-ini</guid><pubDate>Jum'at 26 Agustus 2022 10:22 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/26/620/2654873/inflasi-melonjak-investor-disarankan-pilih-produk-investasi-ini-Pt7kz4ARvN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2022/08/26/620/2654873/inflasi-melonjak-investor-disarankan-pilih-produk-investasi-ini-cfK8wX0yeB.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/26/620/2654873/inflasi-melonjak-investor-disarankan-pilih-produk-investasi-ini-Pt7kz4ARvN.jpg</image><title>Investasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Angka inflasi Indonesia melonjak hingga 4,94% secara tahunan pada Juli 2022 atau merupakan level tertinggi sejak Oktober 2015, didorong oleh beragam faktor.
Dari luar negeri, konflik Rusia dan Ukraina yang tak kunjung usai telah berdampak pada melesatnya harga komoditas dunia, terutama pupuk, energi, dan pangan.
BACA JUGA:Hati-Hati! 13 Investasi dan 78 Pinjol Bodong Bergentayangan, SWI Langsung Blokir

Dari dalam negeri, penyebab peningkatan permintaan domestik berasal dari momentum hari besar keagamaan nasional Idul Adha, dan libur sekolah.
Sedangkan untuk gangguan pasokan domestik tercatat dari curah hujan tinggi yang menghambat berbagai wilayah sentra produksi makanan dan kebijakan peningkatan harga-harga energi domestik, seperti penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif listrik.
Direktur Utama PT Insight Investments Management (INSIGHT), Ekiawan H. Primaryanto a menyatakan lonjakan inflasi dengan penyebab makin beragam itu harus membuat investor lebih bijak dalam memilih produk investasinya. Sebab, inflasi yang melonjak signifikan bisa mempengaruhi outlook pertumbuhan ekonomi dan volatilitas pasar di masa mendatang.
BACA JUGA:Kelola Pelabuhan Belawan, INA dan Dubai World Investasi Rp111 Triliun

&amp;ldquo;Memilih produk investasi yang tepat di tengah kondisi tren lonjakan inflasi akhir-akhir ini, tentu menjadi sebuah langkah bijak,&amp;rdquo; ujar Ekiawan sapaan akrabnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/8/2022)</description><content:encoded>JAKARTA - Angka inflasi Indonesia melonjak hingga 4,94% secara tahunan pada Juli 2022 atau merupakan level tertinggi sejak Oktober 2015, didorong oleh beragam faktor.
Dari luar negeri, konflik Rusia dan Ukraina yang tak kunjung usai telah berdampak pada melesatnya harga komoditas dunia, terutama pupuk, energi, dan pangan.
BACA JUGA:Hati-Hati! 13 Investasi dan 78 Pinjol Bodong Bergentayangan, SWI Langsung Blokir

Dari dalam negeri, penyebab peningkatan permintaan domestik berasal dari momentum hari besar keagamaan nasional Idul Adha, dan libur sekolah.
Sedangkan untuk gangguan pasokan domestik tercatat dari curah hujan tinggi yang menghambat berbagai wilayah sentra produksi makanan dan kebijakan peningkatan harga-harga energi domestik, seperti penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif listrik.
Direktur Utama PT Insight Investments Management (INSIGHT), Ekiawan H. Primaryanto a menyatakan lonjakan inflasi dengan penyebab makin beragam itu harus membuat investor lebih bijak dalam memilih produk investasinya. Sebab, inflasi yang melonjak signifikan bisa mempengaruhi outlook pertumbuhan ekonomi dan volatilitas pasar di masa mendatang.
BACA JUGA:Kelola Pelabuhan Belawan, INA dan Dubai World Investasi Rp111 Triliun

&amp;ldquo;Memilih produk investasi yang tepat di tengah kondisi tren lonjakan inflasi akhir-akhir ini, tentu menjadi sebuah langkah bijak,&amp;rdquo; ujar Ekiawan sapaan akrabnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/8/2022)</content:encoded></item></channel></rss>
