<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perkembangan Aset Kripto Pesat, Bappebti Perkuat Perizinan</title><description>Perkembangan aset kripto di Indonesia meningkat pesat di Indonesia.</description><link>https://www.okezone.com/read/2022/10/14/620/2686904/perkembangan-aset-kripto-pesat-bappebti-perkuat-perizinan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2022/10/14/620/2686904/perkembangan-aset-kripto-pesat-bappebti-perkuat-perizinan"/><item><title>Perkembangan Aset Kripto Pesat, Bappebti Perkuat Perizinan</title><link>https://www.okezone.com/read/2022/10/14/620/2686904/perkembangan-aset-kripto-pesat-bappebti-perkuat-perizinan</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2022/10/14/620/2686904/perkembangan-aset-kripto-pesat-bappebti-perkuat-perizinan</guid><pubDate>Jum'at 14 Oktober 2022 10:23 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/14/620/2686904/perkembangan-aset-kripto-pesat-bappebti-perkuat-perizinan-scANNoYgmq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bappebti perkuat aturan soal aset kripto (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2022/10/14/620/2686904/perkembangan-aset-kripto-pesat-bappebti-perkuat-perizinan-52zQMTJrSB.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/14/620/2686904/perkembangan-aset-kripto-pesat-bappebti-perkuat-perizinan-scANNoYgmq.jpg</image><title>Bappebti perkuat aturan soal aset kripto (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Perkembangan aset kripto di Indonesia meningkat pesat di Indonesia. Kini Indonesia menjadi negara dengan tingkat kepemilikan aset kripto terbesar di dunia dengan potensi pertumbuhan signifikan.
Untuk itu, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memperkuat sejumlah peraturan, termasuk perizinan, sebagai upaya memberikan perlindungan kepada konsumen.
BACA JUGA:Aset Kripto di RUU PPSK Dipertanyakan, Jadi Komoditi atau Mata Uang?

&quot;Bappebti berupaya melakukan penilaian perizinan secara transparan, efektif, dan efisien pada setiap Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) termasuk dalam hal mekanisme perdagangannya,&quot; jelas Plt. Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko dalam keterangannya, Jumat (14/10/2022).
Didid menerangkan, pada platform salah satu pedagang aset kripto terbesar di Indonesia, nasabah yang melakukan pengisian fiat akan langsung tercatat sebagai BIDR.
BIDR adalah aset kripto berupa token berbasis rupiah yang memiliki proporsi nilai yang sama dengan IDR, yaitu 1 IDR=1 BIDR. Kemudian, transaksi jual beli aset kripto dilakukan dengan menggunakan BIDR tersebut.
BACA JUGA:Kemendag Atur Perdagangan Aset Kripto di Indonesia

Berdasarkan Peraturan Bappebti Nomor 8 tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka Pasal 13 (2) huruf b tentang ruang lingkup kegiatan fasilitasi transaksi perdagangan aset kripto yang diperbolehkan, hal tersebut masuk ke dalam pertukaran antar satu atau lebih antar jenis aset kripto.
Adapun Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Tirta Karma Senjaya menjelaskan, saat ini Bappebti sedang membentuk kelembagaan yang terlibat dalam perdagangan fisik aset kripto untuk menjaga keamanan transaksi perdagangan, memastikan kesesuaiannya dengan peraturan yang telah ditetapkan, dan transparan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8wMy82LzE0ODc3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Perkembangan aset kripto di Indonesia meningkat pesat di Indonesia. Kini Indonesia menjadi negara dengan tingkat kepemilikan aset kripto terbesar di dunia dengan potensi pertumbuhan signifikan.
Untuk itu, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memperkuat sejumlah peraturan, termasuk perizinan, sebagai upaya memberikan perlindungan kepada konsumen.
BACA JUGA:Aset Kripto di RUU PPSK Dipertanyakan, Jadi Komoditi atau Mata Uang?

&quot;Bappebti berupaya melakukan penilaian perizinan secara transparan, efektif, dan efisien pada setiap Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) termasuk dalam hal mekanisme perdagangannya,&quot; jelas Plt. Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko dalam keterangannya, Jumat (14/10/2022).
Didid menerangkan, pada platform salah satu pedagang aset kripto terbesar di Indonesia, nasabah yang melakukan pengisian fiat akan langsung tercatat sebagai BIDR.
BIDR adalah aset kripto berupa token berbasis rupiah yang memiliki proporsi nilai yang sama dengan IDR, yaitu 1 IDR=1 BIDR. Kemudian, transaksi jual beli aset kripto dilakukan dengan menggunakan BIDR tersebut.
BACA JUGA:Kemendag Atur Perdagangan Aset Kripto di Indonesia

Berdasarkan Peraturan Bappebti Nomor 8 tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka Pasal 13 (2) huruf b tentang ruang lingkup kegiatan fasilitasi transaksi perdagangan aset kripto yang diperbolehkan, hal tersebut masuk ke dalam pertukaran antar satu atau lebih antar jenis aset kripto.
Adapun Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Tirta Karma Senjaya menjelaskan, saat ini Bappebti sedang membentuk kelembagaan yang terlibat dalam perdagangan fisik aset kripto untuk menjaga keamanan transaksi perdagangan, memastikan kesesuaiannya dengan peraturan yang telah ditetapkan, dan transparan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8wMy82LzE0ODc3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
