<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Covid-19 Naik Lagi, Varian XBB Jadi Penyebab?   </title><description>Angka Covid-19 naik dari sebelumnya 1.700 melonjak ke 3.008 kasus.</description><link>https://www.okezone.com/read/2022/10/26/620/2695195/kasus-covid-19-naik-lagi-varian-xbb-jadi-penyebab</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2022/10/26/620/2695195/kasus-covid-19-naik-lagi-varian-xbb-jadi-penyebab"/><item><title>Kasus Covid-19 Naik Lagi, Varian XBB Jadi Penyebab?   </title><link>https://www.okezone.com/read/2022/10/26/620/2695195/kasus-covid-19-naik-lagi-varian-xbb-jadi-penyebab</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2022/10/26/620/2695195/kasus-covid-19-naik-lagi-varian-xbb-jadi-penyebab</guid><pubDate>Rabu 26 Oktober 2022 20:11 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Sukardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/26/620/2695195/kasus-covid-19-naik-lagi-varian-xbb-jadi-penyebab-wgUnTSPxPp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Covid-19. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2022/10/26/620/2695195/kasus-covid-19-naik-lagi-varian-xbb-jadi-penyebab-6f4RwlZRjH.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/26/620/2695195/kasus-covid-19-naik-lagi-varian-xbb-jadi-penyebab-wgUnTSPxPp.jpg</image><title>Ilustrasi Covid-19. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>KASUS Covid-19 kembali mengalami kenaikan, bahkan hampir dua kali lipat. Angka Covid-19 naik dari sebelumnya 1.700 melonjak ke 3.008 kasus.

Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril, mengatakan sekalipun Dirjen Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus  mengungkapan bahwa tanda-tanda pandemi berakhir sudah mulai terlihat, karena kasus mulai menurun secara global, tapi sayang Indonesia malah naik.

&quot;Pada 15 September 2022, Dirjen WHO menyampaikan kabar baik bahwa tanda-tanda berakhirnya pandemi sudah terlihat, namun masyarakat dunia tetap harus waspada karena virus masih ada,&quot; ungkap Syahril.

Disampaikan juga bahwa ada 6 upaya atau strategi yang harus dilakukan untuk mencapai akhir pandemi, yang salah satunya memastikan angka kasus konformasi harian tidak naik lagi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNy80LzE1NDQ1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BACA JUGA:Varian Covid-19 XBB Tembus 4 Kasus, Jubir Kemenkes: Semua Transmisi Lokal

Keenam upaya menyudahi pandemi tersebut antara lain tetap menjalankan protokol kesehatan, melakukan vaksinasi, tetap lakukan testing dan tracing, negara siap menghadapi kondisi apabila ada lonjakan kasus, kesiapan fasilitas kesehatan, dan tetap mengedukasi masyarakat.

Syahril pun menerangkan ada 10 provinsi dengan kenaikan kasus konfirmasi yang tinggi, yaitu:
1. DKI Jakarta
2. Jawa Timur
3. Jawa Barat
4. Banten
5. Jawa Tengah
6. Sulawesi Selatan
7. Kalimantan Timur
8. NTT
9. Daerah Istimewa Yogyakarta
10. Bali

Lebih lanjut, Syahril juga menjelaskan bahwa kenaikan konfirmasi kasus ini diiringi dengan kenaikan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit. &quot;Jumlah orang yang dirawat hari ini 3.772, sebelumnya 3.654,&quot; terangnya.</description><content:encoded>KASUS Covid-19 kembali mengalami kenaikan, bahkan hampir dua kali lipat. Angka Covid-19 naik dari sebelumnya 1.700 melonjak ke 3.008 kasus.

Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril, mengatakan sekalipun Dirjen Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus  mengungkapan bahwa tanda-tanda pandemi berakhir sudah mulai terlihat, karena kasus mulai menurun secara global, tapi sayang Indonesia malah naik.

&quot;Pada 15 September 2022, Dirjen WHO menyampaikan kabar baik bahwa tanda-tanda berakhirnya pandemi sudah terlihat, namun masyarakat dunia tetap harus waspada karena virus masih ada,&quot; ungkap Syahril.

Disampaikan juga bahwa ada 6 upaya atau strategi yang harus dilakukan untuk mencapai akhir pandemi, yang salah satunya memastikan angka kasus konformasi harian tidak naik lagi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNy80LzE1NDQ1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BACA JUGA:Varian Covid-19 XBB Tembus 4 Kasus, Jubir Kemenkes: Semua Transmisi Lokal

Keenam upaya menyudahi pandemi tersebut antara lain tetap menjalankan protokol kesehatan, melakukan vaksinasi, tetap lakukan testing dan tracing, negara siap menghadapi kondisi apabila ada lonjakan kasus, kesiapan fasilitas kesehatan, dan tetap mengedukasi masyarakat.

Syahril pun menerangkan ada 10 provinsi dengan kenaikan kasus konfirmasi yang tinggi, yaitu:
1. DKI Jakarta
2. Jawa Timur
3. Jawa Barat
4. Banten
5. Jawa Tengah
6. Sulawesi Selatan
7. Kalimantan Timur
8. NTT
9. Daerah Istimewa Yogyakarta
10. Bali

Lebih lanjut, Syahril juga menjelaskan bahwa kenaikan konfirmasi kasus ini diiringi dengan kenaikan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit. &quot;Jumlah orang yang dirawat hari ini 3.772, sebelumnya 3.654,&quot; terangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
