<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Cara RI Geber Investasi Migas</title><description>Cara Indonesia menggeber investasi minyak dan gas bumi (migas).</description><link>https://www.okezone.com/read/2022/11/14/620/2706911/ini-cara-ri-geber-investasi-migas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2022/11/14/620/2706911/ini-cara-ri-geber-investasi-migas"/><item><title>Ini Cara RI Geber Investasi Migas</title><link>https://www.okezone.com/read/2022/11/14/620/2706911/ini-cara-ri-geber-investasi-migas</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2022/11/14/620/2706911/ini-cara-ri-geber-investasi-migas</guid><pubDate>Senin 14 November 2022 10:43 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/14/620/2706911/ini-cara-ri-geber-investasi-migas-mst2wizm2k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ini Cara RI Geber Investasi Migas (Foto: Dokumen PHE)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2022/11/14/620/2706911/ini-cara-ri-geber-investasi-migas-Uleg7VAUyr.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/14/620/2706911/ini-cara-ri-geber-investasi-migas-mst2wizm2k.jpg</image><title>Ini Cara RI Geber Investasi Migas (Foto: Dokumen PHE)</title></images><description>JAKARTA - Cara Indonesia menggeber investasi minyak dan gas bumi (migas). Kebuuhan migas diprediksi masih akan besar di tengah kebijakan transisi energi energi.

Transisi energi saat ini sudah mulai dilakukan ditandai dengan berbagai kebijakan ataupun ketersediaan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT). Untuk itu, produksi minyak dan gas harus terus digenjot agar kebutuhan energi dapat terpenuhi.

Sebab, saat ini kemampuan untuk memproduksi migas di Tanah Air belum mampu memenuhi semua kebutuhan, sehingga impor terus terjadi dan ini tentu membebani keuangan Negara.
BACA JUGA:RI Transisi Energi, Ini Permintaan Pengusaha Migas&amp;nbsp;
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengemukakan dalam upaya mengejar target produksi migas di 2030 Indonesia membutuhkan investasi hulu migas senilai USD20 miliar hingga USD26 miliar per tahun.

Itulah sebabnya, salah satu agenda utama pemerintah adalah meningkatkan gairah investasi di hulu migas.

Pemerintah dan SKK Migas masih optimistis untuk mengejar target produksi migas. Namun untuk mengejar target tersebut dibutuhkan investor.

Untuk itu berbagai upaya untuk membeberkan potensi migas Indonesia terus dilakukan salah satunya dengan penyelenggaraan 3rd International Convention of Indonesia Upstream Oil and Gas 2022 (IOG 2022).
BACA JUGA:Target 1 Juta Barel per Hari, Perusahaan Migas RI Sinergi dengan Adnoc dan Mubadala&amp;nbsp;
Direktur Jendral (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mendukung penuh IOG 2022. Konvensi tersebut ditujukan untuk menarik investasi dalam rangka meningkatkan produksi jangka pendek dan jangka panjang.

Pemerintah ingin menunjukan potensi sumberdaya indonesia dan berbagai kemudahan berinvestasi.

&quot;Investor dapat melihat langsung data-data prospek migas Indonesia,&quot; kata Tutuka dalam keterangannya di Jakarta, Senin (14/11/2022).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xNi80LzE1MzMyNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Cara Indonesia menggeber investasi minyak dan gas bumi (migas). Kebuuhan migas diprediksi masih akan besar di tengah kebijakan transisi energi energi.

Transisi energi saat ini sudah mulai dilakukan ditandai dengan berbagai kebijakan ataupun ketersediaan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT). Untuk itu, produksi minyak dan gas harus terus digenjot agar kebutuhan energi dapat terpenuhi.

Sebab, saat ini kemampuan untuk memproduksi migas di Tanah Air belum mampu memenuhi semua kebutuhan, sehingga impor terus terjadi dan ini tentu membebani keuangan Negara.
BACA JUGA:RI Transisi Energi, Ini Permintaan Pengusaha Migas&amp;nbsp;
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengemukakan dalam upaya mengejar target produksi migas di 2030 Indonesia membutuhkan investasi hulu migas senilai USD20 miliar hingga USD26 miliar per tahun.

Itulah sebabnya, salah satu agenda utama pemerintah adalah meningkatkan gairah investasi di hulu migas.

Pemerintah dan SKK Migas masih optimistis untuk mengejar target produksi migas. Namun untuk mengejar target tersebut dibutuhkan investor.

Untuk itu berbagai upaya untuk membeberkan potensi migas Indonesia terus dilakukan salah satunya dengan penyelenggaraan 3rd International Convention of Indonesia Upstream Oil and Gas 2022 (IOG 2022).
BACA JUGA:Target 1 Juta Barel per Hari, Perusahaan Migas RI Sinergi dengan Adnoc dan Mubadala&amp;nbsp;
Direktur Jendral (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mendukung penuh IOG 2022. Konvensi tersebut ditujukan untuk menarik investasi dalam rangka meningkatkan produksi jangka pendek dan jangka panjang.

Pemerintah ingin menunjukan potensi sumberdaya indonesia dan berbagai kemudahan berinvestasi.

&quot;Investor dapat melihat langsung data-data prospek migas Indonesia,&quot; kata Tutuka dalam keterangannya di Jakarta, Senin (14/11/2022).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xNi80LzE1MzMyNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
