<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terjawab Sudah, Kita Akan Vaksin Covid-19 Seumur Hidup   </title><description>Pasalnya, saat ini terus bermunculan varian baru Covid-19 yang disebut lebih mudah menular.</description><link>https://www.okezone.com/read/2022/11/24/620/2714064/terjawab-sudah-kita-akan-vaksin-covid-19-seumur-hidup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2022/11/24/620/2714064/terjawab-sudah-kita-akan-vaksin-covid-19-seumur-hidup"/><item><title>Terjawab Sudah, Kita Akan Vaksin Covid-19 Seumur Hidup   </title><link>https://www.okezone.com/read/2022/11/24/620/2714064/terjawab-sudah-kita-akan-vaksin-covid-19-seumur-hidup</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2022/11/24/620/2714064/terjawab-sudah-kita-akan-vaksin-covid-19-seumur-hidup</guid><pubDate>Kamis 24 November 2022 15:08 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Sukardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/24/620/2714064/terjawab-sudah-kita-akan-vaksin-covid-19-seumur-hidup-wCWNA9xXSX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2022/11/24/620/2714064/terjawab-sudah-kita-akan-vaksin-covid-19-seumur-hidup-kpmAXcYIp9.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/24/620/2714064/terjawab-sudah-kita-akan-vaksin-covid-19-seumur-hidup-wCWNA9xXSX.jpg</image><title>Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)</title></images><description>ANTIBODI yang dihasilkan oleh vaksin Covid-19 memang akan melemah seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, guna menambah kekebalan atau imunitas tubuh terhadap Covid-19, kita perlu mendapatkan booster.

Nah, yang menjadi pertanyaannya adalah sampai kapan kita harus mendapatkan vaksin Covid-19? Pasalnya, saat ini terus bermunculan varian baru Covid-19 yang disebut lebih mudah menular.

Pakar Alergi dan Imunologi Prof Iris Rengganis menduga bahwa vaksin Covid-19 di masa depan akan serupa dengan vaksin Influenza. Artinya, vaksin akan terus diperbaharui setidaknya 1 tahun sekali mengikuti strain virus yang terus berubah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yMS8zNC8xNTcyNTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BACA JUGA:6 Fakta Vaksin IndoVac, Booster Dosis 2 yang Dipakai Presiden Jokowi 

&quot;Vaksin multivalen? Itu baik sekali. Bisa saja dikembangan oleh produsen vaksin, sama seperti vaksin Influenza karena strain virus berubah dan vaksin menyesuaikan,&quot; ungkap Prof Iris di Webinar AstraZeneca.

Namun, ide ini masih terlalu dini, karena Covid-19 adalah penyakit baru. Masih banyak informasi yang diperlukan. Tapi yang pasti, kata Prof Iris, gegara pandemi ini banyak ilmuwan dan pakar kesehatan belajar termasuk soal vaksin.

&quot;Jadi, apakah vaksin Covid-19 ke depannya akan seperti vaksin Influenza yang berubah setiap tahun, kemungkinan ke depannya akan demikian. Tapi sekarang semua masih dalam proses,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>ANTIBODI yang dihasilkan oleh vaksin Covid-19 memang akan melemah seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, guna menambah kekebalan atau imunitas tubuh terhadap Covid-19, kita perlu mendapatkan booster.

Nah, yang menjadi pertanyaannya adalah sampai kapan kita harus mendapatkan vaksin Covid-19? Pasalnya, saat ini terus bermunculan varian baru Covid-19 yang disebut lebih mudah menular.

Pakar Alergi dan Imunologi Prof Iris Rengganis menduga bahwa vaksin Covid-19 di masa depan akan serupa dengan vaksin Influenza. Artinya, vaksin akan terus diperbaharui setidaknya 1 tahun sekali mengikuti strain virus yang terus berubah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yMS8zNC8xNTcyNTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BACA JUGA:6 Fakta Vaksin IndoVac, Booster Dosis 2 yang Dipakai Presiden Jokowi 

&quot;Vaksin multivalen? Itu baik sekali. Bisa saja dikembangan oleh produsen vaksin, sama seperti vaksin Influenza karena strain virus berubah dan vaksin menyesuaikan,&quot; ungkap Prof Iris di Webinar AstraZeneca.

Namun, ide ini masih terlalu dini, karena Covid-19 adalah penyakit baru. Masih banyak informasi yang diperlukan. Tapi yang pasti, kata Prof Iris, gegara pandemi ini banyak ilmuwan dan pakar kesehatan belajar termasuk soal vaksin.

&quot;Jadi, apakah vaksin Covid-19 ke depannya akan seperti vaksin Influenza yang berubah setiap tahun, kemungkinan ke depannya akan demikian. Tapi sekarang semua masih dalam proses,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
