<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pabrik Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik Dukung Target NZE 2060</title><description>Pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik dukung pemerintah mengejar  target Net Zero Emission (NZE) atau emisi nol bersih pada tahun 2060</description><link>https://www.okezone.com/read/2022/12/20/620/2730588/pabrik-bahan-baku-baterai-kendaraan-listrik-dukung-target-nze-2060</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2022/12/20/620/2730588/pabrik-bahan-baku-baterai-kendaraan-listrik-dukung-target-nze-2060"/><item><title>Pabrik Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik Dukung Target NZE 2060</title><link>https://www.okezone.com/read/2022/12/20/620/2730588/pabrik-bahan-baku-baterai-kendaraan-listrik-dukung-target-nze-2060</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2022/12/20/620/2730588/pabrik-bahan-baku-baterai-kendaraan-listrik-dukung-target-nze-2060</guid><pubDate>Selasa 20 Desember 2022 11:11 WIB</pubDate><dc:creator>Clara Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/20/620/2730588/pabrik-bahan-baku-baterai-kendaraan-listrik-dukung-target-nze-2060-1iIXa3dwZ8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pabrik bahan baku kendaraan listrik dukung NZE (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2022/12/20/620/2730588/pabrik-bahan-baku-baterai-kendaraan-listrik-dukung-target-nze-2060-AENooFo0b2.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/20/620/2730588/pabrik-bahan-baku-baterai-kendaraan-listrik-dukung-target-nze-2060-1iIXa3dwZ8.jpg</image><title>Pabrik bahan baku kendaraan listrik dukung NZE (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik dukung pemerintah mengejar target Net Zero Emission (NZE) atau emisi nol bersih pada tahun 2060. Pemerintah juga telah membuat roadmap transisi energi yang dibagi menjadi setiap lima tahun.
Ditargetkan pada tahap 2021-2025, jumlah kendaraan listrik 300.000 unit mobil dan 1,3 juta unit motor. Sedangkan pada tahap 2026-2030, jumlah kendaraan listrik ditargetkan 2 juta unit mobil dan 13 juta unit motor.
BACA JUGA:Insentif Kendaraan listrik, Menperin Minta Izin ke DPR

Pabrik pengolahan dan pemurnian (refinery) bijih nikel kadar rendah menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik, PT Halmahera Persada Lygend (PT HPL), mendukung target kendaraan listrik dari pemerintah tersebut. Salah satu unit usaha HARITA Nickel ini mengelola refinery nikel dengan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara dengan kapasitas produksi 365 ribu ton per tahun Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) yang merupakan bahan baku baterai kendaraan listrik.
BACA JUGA:Subsidi Kendaraan Listrik: Mobil Rp80 Juta dan Motor Rp8 Juta

Tidak hanya dari sisi produksi yang menghasilkan bahan baku baterai kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan, di lingkup area operasional pun PT HPL juga melakukan sejumlah upaya untuk menerapkan NZE.
Head of Technical Support PT Halmahera Persada Lygend Rico W Albert menjelaskan sejumlah upaya yang sudah dijalankan. Di antaranya peningkatan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) berupa solar panel dan pengurangan konsumsi bahan bakar fosil dengan penggunaan kendaraan energi listrik di area perkantoran dan pabrik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNS84LzE1ODg2NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik dukung pemerintah mengejar target Net Zero Emission (NZE) atau emisi nol bersih pada tahun 2060. Pemerintah juga telah membuat roadmap transisi energi yang dibagi menjadi setiap lima tahun.
Ditargetkan pada tahap 2021-2025, jumlah kendaraan listrik 300.000 unit mobil dan 1,3 juta unit motor. Sedangkan pada tahap 2026-2030, jumlah kendaraan listrik ditargetkan 2 juta unit mobil dan 13 juta unit motor.
BACA JUGA:Insentif Kendaraan listrik, Menperin Minta Izin ke DPR

Pabrik pengolahan dan pemurnian (refinery) bijih nikel kadar rendah menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik, PT Halmahera Persada Lygend (PT HPL), mendukung target kendaraan listrik dari pemerintah tersebut. Salah satu unit usaha HARITA Nickel ini mengelola refinery nikel dengan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara dengan kapasitas produksi 365 ribu ton per tahun Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) yang merupakan bahan baku baterai kendaraan listrik.
BACA JUGA:Subsidi Kendaraan Listrik: Mobil Rp80 Juta dan Motor Rp8 Juta

Tidak hanya dari sisi produksi yang menghasilkan bahan baku baterai kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan, di lingkup area operasional pun PT HPL juga melakukan sejumlah upaya untuk menerapkan NZE.
Head of Technical Support PT Halmahera Persada Lygend Rico W Albert menjelaskan sejumlah upaya yang sudah dijalankan. Di antaranya peningkatan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) berupa solar panel dan pengurangan konsumsi bahan bakar fosil dengan penggunaan kendaraan energi listrik di area perkantoran dan pabrik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNS84LzE1ODg2NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
