<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sektor Pertanian Kembali Pulih, Tata Kelola Pupuk Subsidi Harus Dibenahi</title><description>Sektor pertanian Indonesia kembali pulih. Hal ini tercermin dari serapan pupuk bersubsidi yang hampir mencapai 100%.</description><link>https://www.okezone.com/read/2022/12/21/620/2731205/sektor-pertanian-kembali-pulih-tata-kelola-pupuk-subsidi-harus-dibenahi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2022/12/21/620/2731205/sektor-pertanian-kembali-pulih-tata-kelola-pupuk-subsidi-harus-dibenahi"/><item><title>Sektor Pertanian Kembali Pulih, Tata Kelola Pupuk Subsidi Harus Dibenahi</title><link>https://www.okezone.com/read/2022/12/21/620/2731205/sektor-pertanian-kembali-pulih-tata-kelola-pupuk-subsidi-harus-dibenahi</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2022/12/21/620/2731205/sektor-pertanian-kembali-pulih-tata-kelola-pupuk-subsidi-harus-dibenahi</guid><pubDate>Rabu 21 Desember 2022 08:33 WIB</pubDate><dc:creator>Clara Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/21/620/2731205/sektor-pertanian-kembali-pulih-tata-kelola-pupuk-subsidi-harus-dibenahi-pcFXiEnEIR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sektor pertanian kembali pulih (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2022/12/21/620/2731205/sektor-pertanian-kembali-pulih-tata-kelola-pupuk-subsidi-harus-dibenahi-St1wMn1Bd2.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/21/620/2731205/sektor-pertanian-kembali-pulih-tata-kelola-pupuk-subsidi-harus-dibenahi-pcFXiEnEIR.jpg</image><title>Sektor pertanian kembali pulih (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sektor pertanian Indonesia kembali pulih. Hal ini tercermin dari serapan pupuk bersubsidi yang hampir mencapai 100% sebelum pengujung tahun. Kondisi ini pun meningkatkan optimisme terkait dengan pengendalian inflasi pangan yang sempat menjadi pengerek utama indeks harga konsumen (IHK).
Dalam rangka meningkatkan produktivitas dan menjaga momentum membaiknya kinerja sektor pertanian pemerintah disarankan untuk melanjutkan pembenahan tata kelola dan distribusi pupuk bersubsidi sehingga inflasi pangan pada tahun depan kian terkendali.
BACA JUGA:Bahan Baku Mahal, Jenis Pupuk Subsidi hingga Kriteria Penerima Direvisi

&quot;Memang kita dorong permasalahan distribusi pupuk ini harus dibereskan,&quot; kata Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda, Rabu (21/12/2022).
Selain itu, Nailul menyarankan kepada pemerintah untuk melanjutkan perbaikan dari sisi distribusi dan pendataan, sehingga pupuk subsidi atau anggaran subsidi melalui pupuk yang dikucurkan tepat sasaran.
BACA JUGA:Mentan SYL Terbitkan Permentan 10 Tahun 2022, Data Penyaluran Pupuk Subsidi Dilakukan Lebih Akurat

Dia menambahkan, pemerintah juga perlu memperbesar alokasi subsidi pupuk pada tahun depan untuk menjaga kelancaran pasokan dan stabilitas harga. Sebab, apabila anggaran untuk pengadaan pupuk bersubsidi tak ditambah, maka akan menaikkan harga jual pupuk nonsubsidi sebagaimana terjadi pada akhir tahun ini.
&quot;Indef mendorong untuk memperbesar anggaran untuk subsidi pupuk bersubsidi ini, sehingga harganya bisa lebih stabil,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNC80LzE1ODc3MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sektor pertanian Indonesia kembali pulih. Hal ini tercermin dari serapan pupuk bersubsidi yang hampir mencapai 100% sebelum pengujung tahun. Kondisi ini pun meningkatkan optimisme terkait dengan pengendalian inflasi pangan yang sempat menjadi pengerek utama indeks harga konsumen (IHK).
Dalam rangka meningkatkan produktivitas dan menjaga momentum membaiknya kinerja sektor pertanian pemerintah disarankan untuk melanjutkan pembenahan tata kelola dan distribusi pupuk bersubsidi sehingga inflasi pangan pada tahun depan kian terkendali.
BACA JUGA:Bahan Baku Mahal, Jenis Pupuk Subsidi hingga Kriteria Penerima Direvisi

&quot;Memang kita dorong permasalahan distribusi pupuk ini harus dibereskan,&quot; kata Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda, Rabu (21/12/2022).
Selain itu, Nailul menyarankan kepada pemerintah untuk melanjutkan perbaikan dari sisi distribusi dan pendataan, sehingga pupuk subsidi atau anggaran subsidi melalui pupuk yang dikucurkan tepat sasaran.
BACA JUGA:Mentan SYL Terbitkan Permentan 10 Tahun 2022, Data Penyaluran Pupuk Subsidi Dilakukan Lebih Akurat

Dia menambahkan, pemerintah juga perlu memperbesar alokasi subsidi pupuk pada tahun depan untuk menjaga kelancaran pasokan dan stabilitas harga. Sebab, apabila anggaran untuk pengadaan pupuk bersubsidi tak ditambah, maka akan menaikkan harga jual pupuk nonsubsidi sebagaimana terjadi pada akhir tahun ini.
&quot;Indef mendorong untuk memperbesar anggaran untuk subsidi pupuk bersubsidi ini, sehingga harganya bisa lebih stabil,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNC80LzE1ODc3MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
