<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bruce Willis Didiagnosa Idap Demensia</title><description>Setahun setelah didiagnosa afasia, Bruce Willis ternyata idap FTD.</description><link>https://www.okezone.com/read/2023/02/17/620/2766666/bruce-willis-didiagnosa-idap-demensia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2023/02/17/620/2766666/bruce-willis-didiagnosa-idap-demensia"/><item><title>Bruce Willis Didiagnosa Idap Demensia</title><link>https://www.okezone.com/read/2023/02/17/620/2766666/bruce-willis-didiagnosa-idap-demensia</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2023/02/17/620/2766666/bruce-willis-didiagnosa-idap-demensia</guid><pubDate>Jum'at 17 Februari 2023 12:04 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Sukardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/17/620/2766666/bruce-willis-didiagnosa-idap-demensia-AZQ0B30F6i.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bruce Willis didiagnosa idap Demensia. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2023/02/17/620/2766666/bruce-willis-didiagnosa-idap-demensia-BCuSuR4x4u.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/17/620/2766666/bruce-willis-didiagnosa-idap-demensia-AZQ0B30F6i.jpg</image><title>Bruce Willis didiagnosa idap Demensia. (Foto: Reuters)</title></images><description>LOS ANGELES - Kesehatan Bruce Willis memburuk setelah menyatakan pensiun dari dunia akting pada Maret 2022. Dia didiagnos mengidap Demensia frontotemporal (FTD), sebuah kondisi di mana lobus alias cuping otak rusak.&amp;nbsp;
Pernyataan tersebut diumumkan keluarga sang aktor yang diwakili istrinya, Emma Heming dan sang mantan istri, Demi Moore, melalui situs Association for Frontotemporal Degeneration, pada 16 Februari 2023.&amp;nbsp;
BACA JUGA:Idap Afasia, Bruce Willis Pensiun Berakting

BACA JUGA:8 Artis Senior Putuskan Pindah Agama, Ada yang Berawal dari Syahadat dalam Film
&amp;ldquo;Meski diagnosa itu menyakitkan, namun kami lega karena akhirnya ada diagnosa yang jelas tentang kondisi Bruce. FTD adalah penyakit mengerikan yang mungkin jarang kita dengar,&amp;rdquo; ujar keluarga dalam pernyataan resmi tersebut dikutip dari Page Six, Jumat (17/2/2023).&amp;nbsp;
Bagi orang-orang di bawah usia 60 tahun, FTD merupakan bentuk demensia yang paling umum terjadi. Diagnosa tersebut seringkali baru ditemukan setelah pasien bertahun-tahun mengidapnya.&amp;nbsp;
Ironisnya, menurut Demi dan Emma, belum ada pengobatan untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Sehingga keluarga berharap, akan ada banyak penelitian untuk mengembangkan metode pengobatan FTD di masa depan.&amp;nbsp;



</description><content:encoded>LOS ANGELES - Kesehatan Bruce Willis memburuk setelah menyatakan pensiun dari dunia akting pada Maret 2022. Dia didiagnos mengidap Demensia frontotemporal (FTD), sebuah kondisi di mana lobus alias cuping otak rusak.&amp;nbsp;
Pernyataan tersebut diumumkan keluarga sang aktor yang diwakili istrinya, Emma Heming dan sang mantan istri, Demi Moore, melalui situs Association for Frontotemporal Degeneration, pada 16 Februari 2023.&amp;nbsp;
BACA JUGA:Idap Afasia, Bruce Willis Pensiun Berakting

BACA JUGA:8 Artis Senior Putuskan Pindah Agama, Ada yang Berawal dari Syahadat dalam Film
&amp;ldquo;Meski diagnosa itu menyakitkan, namun kami lega karena akhirnya ada diagnosa yang jelas tentang kondisi Bruce. FTD adalah penyakit mengerikan yang mungkin jarang kita dengar,&amp;rdquo; ujar keluarga dalam pernyataan resmi tersebut dikutip dari Page Six, Jumat (17/2/2023).&amp;nbsp;
Bagi orang-orang di bawah usia 60 tahun, FTD merupakan bentuk demensia yang paling umum terjadi. Diagnosa tersebut seringkali baru ditemukan setelah pasien bertahun-tahun mengidapnya.&amp;nbsp;
Ironisnya, menurut Demi dan Emma, belum ada pengobatan untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Sehingga keluarga berharap, akan ada banyak penelitian untuk mengembangkan metode pengobatan FTD di masa depan.&amp;nbsp;



</content:encoded></item></channel></rss>
