<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyakit Kencing Tikus Serang Jawa Timur, 9 Orang Sudah Meninggal Jadi Korban</title><description></description><link>https://www.okezone.com/read/2023/03/08/620/2777494/penyakit-kencing-tikus-serang-jawa-timur-9-orang-sudah-meninggal-jadi-korban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2023/03/08/620/2777494/penyakit-kencing-tikus-serang-jawa-timur-9-orang-sudah-meninggal-jadi-korban"/><item><title>Penyakit Kencing Tikus Serang Jawa Timur, 9 Orang Sudah Meninggal Jadi Korban</title><link>https://www.okezone.com/read/2023/03/08/620/2777494/penyakit-kencing-tikus-serang-jawa-timur-9-orang-sudah-meninggal-jadi-korban</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2023/03/08/620/2777494/penyakit-kencing-tikus-serang-jawa-timur-9-orang-sudah-meninggal-jadi-korban</guid><pubDate>Rabu 08 Maret 2023 13:45 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Sukardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/08/620/2777494/penyakit-kencing-tikus-serang-jawa-timur-9-orang-sudah-meninggal-jadi-korban-iSmryuZb01.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Kencing Tikus. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2023/03/08/620/2777494/penyakit-kencing-tikus-serang-jawa-timur-9-orang-sudah-meninggal-jadi-korban-UfoPizYhoJ.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/08/620/2777494/penyakit-kencing-tikus-serang-jawa-timur-9-orang-sudah-meninggal-jadi-korban-iSmryuZb01.jpg</image><title>Ilustrasi Kencing Tikus. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>MUSIM hujan yang cukup ekstrem dalam beberapa minggu terakhir memang menimbulkan banyak masalah kesehatan. Beberapa penyakit seperti Demam Berdarah (DB), Gatal-gatal, Flu memang kerap menghantui.

Tapi, jangan salah selain penyakit-penyakit itu ada juga penyakit yang cukup berbahaya loh yakni Leptospirosis atau kencing tikus. Pasalnya, ketika musim hujan banyak tanaman liar, seperti gulma yang membuat banyak tikus berkembangbiak.

Inilah yang terjadi di Jawa Timur, yang diserang penyakit kencing tikus atau Leptospirosis. Hingga 5 Maret 2023, kejadian kasus sudah menembus angka 249 dengan 9 orang di antaranya meninggal dunia.

BACA JUGA:
Jawa Timur Diserang Leptospirosis, Tembus 249 Kasus dan 9 Orang Meninggal


Angka kejadian ini cukup tinggi, mengingat data Dinas Kesehatan Jawa Timur mencatat bahwa sepanjang 2022, kasus Leptospirosis itu sebanyak 606 kasus. Sementara, ini baru 3 bulan di 2023, kasusnya sudah sepertiga dari total kasus tahun lalu.

Sebaran penyakit ini di Jawa Timur antara lain di Kabupaten Pacitan 204 kasus dengan 6 kasus meninggal dunia. Lalu, kejadian juga dilaporkan di Kabupaten Probolinggo 3 kasus dengan jumlah kematian 2 orang.

Kemudian, Kabupaten Gresik 3 kasus, Kabupaten Lumajang 8 kasus, Kota Probolinggo 5 kasus dengan kematian 1 orang, Kabupaten Sampang 22 kasus, dan Kabupaten Tulungagung 4 kasus.

BACA JUGA:
Leptospirosis Mengintai di Musim Hujan, Cegah dengan 5 Langkah Ini


Karena tingginya angka kejadian, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau kepada masyarakat Jatim agar menjaga kebersihan diri selama musim hujan. Selain itu, diminta tidak menunda pergi ke dokter jika sakit.

Ya, bagi masyarakat yang merasakan gejala terkait dengan Leptospirosis disarankan segera memeriksakan diri. Gejala tersebut antara lain demam (&amp;gt;38&amp;deg;C), nyeri kepala, nyeri otot, malaise (lelah), serta mata tampak merah atau kekuning-kuningan. &quot;Mirip dengan demam berdarah, jika tidak segera tertangani, pasien terjangkit bisa meninggal dunia,&quot; kata Khofifah dalam pernyataan resminya, Rabu (8/3/2023).</description><content:encoded>MUSIM hujan yang cukup ekstrem dalam beberapa minggu terakhir memang menimbulkan banyak masalah kesehatan. Beberapa penyakit seperti Demam Berdarah (DB), Gatal-gatal, Flu memang kerap menghantui.

Tapi, jangan salah selain penyakit-penyakit itu ada juga penyakit yang cukup berbahaya loh yakni Leptospirosis atau kencing tikus. Pasalnya, ketika musim hujan banyak tanaman liar, seperti gulma yang membuat banyak tikus berkembangbiak.

Inilah yang terjadi di Jawa Timur, yang diserang penyakit kencing tikus atau Leptospirosis. Hingga 5 Maret 2023, kejadian kasus sudah menembus angka 249 dengan 9 orang di antaranya meninggal dunia.

BACA JUGA:
Jawa Timur Diserang Leptospirosis, Tembus 249 Kasus dan 9 Orang Meninggal


Angka kejadian ini cukup tinggi, mengingat data Dinas Kesehatan Jawa Timur mencatat bahwa sepanjang 2022, kasus Leptospirosis itu sebanyak 606 kasus. Sementara, ini baru 3 bulan di 2023, kasusnya sudah sepertiga dari total kasus tahun lalu.

Sebaran penyakit ini di Jawa Timur antara lain di Kabupaten Pacitan 204 kasus dengan 6 kasus meninggal dunia. Lalu, kejadian juga dilaporkan di Kabupaten Probolinggo 3 kasus dengan jumlah kematian 2 orang.

Kemudian, Kabupaten Gresik 3 kasus, Kabupaten Lumajang 8 kasus, Kota Probolinggo 5 kasus dengan kematian 1 orang, Kabupaten Sampang 22 kasus, dan Kabupaten Tulungagung 4 kasus.

BACA JUGA:
Leptospirosis Mengintai di Musim Hujan, Cegah dengan 5 Langkah Ini


Karena tingginya angka kejadian, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau kepada masyarakat Jatim agar menjaga kebersihan diri selama musim hujan. Selain itu, diminta tidak menunda pergi ke dokter jika sakit.

Ya, bagi masyarakat yang merasakan gejala terkait dengan Leptospirosis disarankan segera memeriksakan diri. Gejala tersebut antara lain demam (&amp;gt;38&amp;deg;C), nyeri kepala, nyeri otot, malaise (lelah), serta mata tampak merah atau kekuning-kuningan. &quot;Mirip dengan demam berdarah, jika tidak segera tertangani, pasien terjangkit bisa meninggal dunia,&quot; kata Khofifah dalam pernyataan resminya, Rabu (8/3/2023).</content:encoded></item></channel></rss>
