<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Butuh Rp3.779 Triliun, Diperlukan Kerja Sama Mitigasi Perubahan Iklim</title><description>Pemerintah dan pemangku kepentingan di berbagai sektor diminta untuk bekerja sama untuk memitigasi perubahan iklim.</description><link>https://www.okezone.com/read/2023/03/20/620/2784159/ri-butuh-rp3-779-triliun-diperlukan-kerja-sama-mitigasi-perubahan-iklim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2023/03/20/620/2784159/ri-butuh-rp3-779-triliun-diperlukan-kerja-sama-mitigasi-perubahan-iklim"/><item><title>RI Butuh Rp3.779 Triliun, Diperlukan Kerja Sama Mitigasi Perubahan Iklim</title><link>https://www.okezone.com/read/2023/03/20/620/2784159/ri-butuh-rp3-779-triliun-diperlukan-kerja-sama-mitigasi-perubahan-iklim</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2023/03/20/620/2784159/ri-butuh-rp3-779-triliun-diperlukan-kerja-sama-mitigasi-perubahan-iklim</guid><pubDate>Senin 20 Maret 2023 11:14 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/20/620/2784159/ri-butuh-rp3-779-triliun-diperlukan-kerja-sama-mitigasi-perubahan-iklim-SpgzNS24Dt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI Butuh Rp3.779 Triliun, Diperlukan Kerja Sama Mitigasi Perubahan Iklim (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2023/03/20/620/2784159/ri-butuh-rp3-779-triliun-diperlukan-kerja-sama-mitigasi-perubahan-iklim-D8dhdpLckF.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/20/620/2784159/ri-butuh-rp3-779-triliun-diperlukan-kerja-sama-mitigasi-perubahan-iklim-SpgzNS24Dt.jpg</image><title>RI Butuh Rp3.779 Triliun, Diperlukan Kerja Sama Mitigasi Perubahan Iklim (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah dan pemangku kepentingan di berbagai sektor diminta untuk bekerja sama untuk memitigasi perubahan iklim di Indonesia. Apalagi, ancaman perubahan iklim sangat nyata dan bisa menganggu perekonomian global.

&amp;ldquo;Harus ada langkah-langkah nyata untuk memitigasi perubahan iklim dan menjaga kualitas lingkungan tetap produktif,&quot; ujar Duta Besar RI  untuk Amerika Serikat (AS) Rosan Perkasa Roeslani melalui keterangan tertulis yang diterima, Jakarta, Senin (20/3/2023).

BACA JUGA:Presiden Jokowi: Apa yang Ditakuti Dunia saat Ini? Perubahan Iklim!&amp;nbsp;


Perubahan iklim menyebabkan terjadinya curah hujan tinggi, musim kemarau berkepanjangan, meningkatnya  olume air akibat mencairnya es di kutub, bencana alam angin  puting beliung hingga berkurangnya sumber air.

Hal ini disampaikan Rosan mengenai isu-isu terkait perubahan iklim dan transportasi energi bersih menjadi topik pembahasan dalam pertemuan  Gubernur Bali I Wayan Koster di  Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC, AS, Kamis 16 Maret 2023.

&quot;Saya menyambut baik inisiatif Pemerintah Provinsi Bali  dalam menyikapi perubahan iklim dan menyediakan  sarana transportasi energi bersih. Bapak Gubernur Bali I Wayan Koster berada di Amerika Serikat dalam rangka menghadiri  pertemuan  Transforming Transportation 2023: Accelerating Toward Green and Inclusive Mobility yang diselenggarakan Bank Dunia dan World Research Institute di Washington DC. Ini menjadi kebanggaan bagi Indonesia,&amp;rdquo; kata dia.

BACA JUGA:Perubahan Iklim Picu Lebih dari 1.800 Bencana Alam di RI, Sri Mulyani Minta Masyarakat Waspada&amp;nbsp;


Mengutip Roadmap Nationally Determined Contribution (NDC), Indonesia membutuhkan biaya Rp3.779,63 triliun untuk mendukung mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, penurunan emisi karbon, dan gas rumah kaca di Indonesia

Dia mengatakan,  pada pertemuan yang melibatkan kalangan pembuat kebijakan untuk mengeksplorasi solusi persoalan transportasi hijau dan mobilitas  inklusif di kota-kota  di seluruh dunia, Gubernur Koster hadir menyampaikan makalah berjudul Resilient Transport: Navigating Climate Change, Conflict, and Disruptions.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yMS8xLzE2MTIxNS81L3g4ajZrMHI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah dan pemangku kepentingan di berbagai sektor diminta untuk bekerja sama untuk memitigasi perubahan iklim di Indonesia. Apalagi, ancaman perubahan iklim sangat nyata dan bisa menganggu perekonomian global.

&amp;ldquo;Harus ada langkah-langkah nyata untuk memitigasi perubahan iklim dan menjaga kualitas lingkungan tetap produktif,&quot; ujar Duta Besar RI  untuk Amerika Serikat (AS) Rosan Perkasa Roeslani melalui keterangan tertulis yang diterima, Jakarta, Senin (20/3/2023).

BACA JUGA:Presiden Jokowi: Apa yang Ditakuti Dunia saat Ini? Perubahan Iklim!&amp;nbsp;


Perubahan iklim menyebabkan terjadinya curah hujan tinggi, musim kemarau berkepanjangan, meningkatnya  olume air akibat mencairnya es di kutub, bencana alam angin  puting beliung hingga berkurangnya sumber air.

Hal ini disampaikan Rosan mengenai isu-isu terkait perubahan iklim dan transportasi energi bersih menjadi topik pembahasan dalam pertemuan  Gubernur Bali I Wayan Koster di  Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC, AS, Kamis 16 Maret 2023.

&quot;Saya menyambut baik inisiatif Pemerintah Provinsi Bali  dalam menyikapi perubahan iklim dan menyediakan  sarana transportasi energi bersih. Bapak Gubernur Bali I Wayan Koster berada di Amerika Serikat dalam rangka menghadiri  pertemuan  Transforming Transportation 2023: Accelerating Toward Green and Inclusive Mobility yang diselenggarakan Bank Dunia dan World Research Institute di Washington DC. Ini menjadi kebanggaan bagi Indonesia,&amp;rdquo; kata dia.

BACA JUGA:Perubahan Iklim Picu Lebih dari 1.800 Bencana Alam di RI, Sri Mulyani Minta Masyarakat Waspada&amp;nbsp;


Mengutip Roadmap Nationally Determined Contribution (NDC), Indonesia membutuhkan biaya Rp3.779,63 triliun untuk mendukung mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, penurunan emisi karbon, dan gas rumah kaca di Indonesia

Dia mengatakan,  pada pertemuan yang melibatkan kalangan pembuat kebijakan untuk mengeksplorasi solusi persoalan transportasi hijau dan mobilitas  inklusif di kota-kota  di seluruh dunia, Gubernur Koster hadir menyampaikan makalah berjudul Resilient Transport: Navigating Climate Change, Conflict, and Disruptions.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yMS8xLzE2MTIxNS81L3g4ajZrMHI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
