<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Miliki Potensi Kembangkan Ekonomi Digital, Ini Alasannya</title><description>Ekonomi digital di Indonesia dan Industri 4.0 diperkirakan akan berkontribusi pada PDB) Indonesia mencapai USD133 miliar.</description><link>https://www.okezone.com/read/2023/03/21/620/2785353/ri-miliki-potensi-kembangkan-ekonomi-digital-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2023/03/21/620/2785353/ri-miliki-potensi-kembangkan-ekonomi-digital-ini-alasannya"/><item><title>RI Miliki Potensi Kembangkan Ekonomi Digital, Ini Alasannya</title><link>https://www.okezone.com/read/2023/03/21/620/2785353/ri-miliki-potensi-kembangkan-ekonomi-digital-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2023/03/21/620/2785353/ri-miliki-potensi-kembangkan-ekonomi-digital-ini-alasannya</guid><pubDate>Selasa 21 Maret 2023 21:40 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/21/620/2785353/ri-miliki-potensi-kembangkan-ekonomi-digital-ini-alasannya-GnNXHtkZCI.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi Digital RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2023/03/21/620/2785353/ri-miliki-potensi-kembangkan-ekonomi-digital-ini-alasannya-OOZ5QGWb7y.jfif</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/21/620/2785353/ri-miliki-potensi-kembangkan-ekonomi-digital-ini-alasannya-GnNXHtkZCI.jfif</image><title>Ekonomi Digital RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ekonomi digital di Indonesia dan Industri 4.0 diperkirakan akan berkontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai USD133 miliar  pada tahun 2025. Kemajuan industri tersebut akan mengantarkan Indonesia menuju sepuluh besar kekuatan ekonomi global pada tahun 2030.
Transformasi ekonomi digital perlu dioptimalkan karena menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan tumbuh 20 persen dari tahun 2021 menjadi USD 146 miliar pada tahun 2025 dan diprediksi akan terus meningkat (Kemenkeu).

BACA JUGA:
Menko Airlangga Sebut UU Ciptaker Selamatkan Ekonomi RI

Saat ini, kontribusi ekonomi digital Indonesia masih relatif kecil terhadap  perekonomian  nasional, namun pertumbuhannya sangat pesat.
Untuk mendukung hal tersebut dan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital  besar yang diperhitungkan di pasar global, pemerintah perlu melakukan penyesuaian kebijakan pembangunan infrastruktur nasional. Tidak hanya pembangunan infrastruktur darat dan laut, namun infrastruktur pendukung aktivitas ekonomi digital juga perlu dukungan dari pemerintah. Ini ditandai dengan diterbitkannya omnibus law dalam bentuk Undang-undang Cipta Kerja.
Kehadiran menara telekomunikasi tanpa disadari telah berjasa dalam memenuhi kebutuhan layanan data seluler dan menjamin adanya konektivitas sebagai unsur utama dalam kegiatan ekonomi digital. Menara telekomunikasi menjadi syarat utama agar sinyal yang dipancarkan perangkat Base Transceiver Station (BTS) dapat menjangkau masyarakat seluas-luasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xMC85LzE2NDA5My81L3g4ajU3OWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ketua umum Asosiasi Pengembang Infrastruktur dan Menara Telekomunikasi (ASPIMTEL) Theodorus Ardi Hartoko menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan ekonomi digital dilihat dari jumlah penggunaan layanan data yang terus berkembang pesat.

BACA JUGA:
Cerita Luhut soal Kebijakan PPKM: Bukan Hal Mudah, Berdampak ke Ekonomi Banyak Orang

&quot;Keberadaan menara telekomunikasi sama pentingnya dalam membangun konektivitas bagi ekonomi digital lainna seperti jalan tol, gardu listrik, atau infrastruktur vital lainnya, terlebih dalam menghadapi era 5G,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (21/3/2023).</description><content:encoded>JAKARTA - Ekonomi digital di Indonesia dan Industri 4.0 diperkirakan akan berkontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai USD133 miliar  pada tahun 2025. Kemajuan industri tersebut akan mengantarkan Indonesia menuju sepuluh besar kekuatan ekonomi global pada tahun 2030.
Transformasi ekonomi digital perlu dioptimalkan karena menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan tumbuh 20 persen dari tahun 2021 menjadi USD 146 miliar pada tahun 2025 dan diprediksi akan terus meningkat (Kemenkeu).

BACA JUGA:
Menko Airlangga Sebut UU Ciptaker Selamatkan Ekonomi RI

Saat ini, kontribusi ekonomi digital Indonesia masih relatif kecil terhadap  perekonomian  nasional, namun pertumbuhannya sangat pesat.
Untuk mendukung hal tersebut dan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital  besar yang diperhitungkan di pasar global, pemerintah perlu melakukan penyesuaian kebijakan pembangunan infrastruktur nasional. Tidak hanya pembangunan infrastruktur darat dan laut, namun infrastruktur pendukung aktivitas ekonomi digital juga perlu dukungan dari pemerintah. Ini ditandai dengan diterbitkannya omnibus law dalam bentuk Undang-undang Cipta Kerja.
Kehadiran menara telekomunikasi tanpa disadari telah berjasa dalam memenuhi kebutuhan layanan data seluler dan menjamin adanya konektivitas sebagai unsur utama dalam kegiatan ekonomi digital. Menara telekomunikasi menjadi syarat utama agar sinyal yang dipancarkan perangkat Base Transceiver Station (BTS) dapat menjangkau masyarakat seluas-luasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xMC85LzE2NDA5My81L3g4ajU3OWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ketua umum Asosiasi Pengembang Infrastruktur dan Menara Telekomunikasi (ASPIMTEL) Theodorus Ardi Hartoko menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan ekonomi digital dilihat dari jumlah penggunaan layanan data yang terus berkembang pesat.

BACA JUGA:
Cerita Luhut soal Kebijakan PPKM: Bukan Hal Mudah, Berdampak ke Ekonomi Banyak Orang

&quot;Keberadaan menara telekomunikasi sama pentingnya dalam membangun konektivitas bagi ekonomi digital lainna seperti jalan tol, gardu listrik, atau infrastruktur vital lainnya, terlebih dalam menghadapi era 5G,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (21/3/2023).</content:encoded></item></channel></rss>
