<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Cuma Bersiap Hadapi Macet, Pemudik Harus Juga Atasi Varian Varian Arcturus</title><description>Karenanya masyarakat tetap diimbau untuk jalankan protokol kesehatan.</description><link>https://www.okezone.com/read/2023/04/19/620/2801200/tak-cuma-bersiap-hadapi-macet-pemudik-harus-juga-atasi-varian-varian-arcturus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2023/04/19/620/2801200/tak-cuma-bersiap-hadapi-macet-pemudik-harus-juga-atasi-varian-varian-arcturus"/><item><title>Tak Cuma Bersiap Hadapi Macet, Pemudik Harus Juga Atasi Varian Varian Arcturus</title><link>https://www.okezone.com/read/2023/04/19/620/2801200/tak-cuma-bersiap-hadapi-macet-pemudik-harus-juga-atasi-varian-varian-arcturus</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2023/04/19/620/2801200/tak-cuma-bersiap-hadapi-macet-pemudik-harus-juga-atasi-varian-varian-arcturus</guid><pubDate>Rabu 19 April 2023 12:22 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Sukardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/19/620/2801200/tak-cuma-bersiap-hadapi-macet-pemudik-harus-juga-atasi-varian-varian-arcturus-g5AUIeAEGn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Mudik. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2023/04/19/620/2801200/tak-cuma-bersiap-hadapi-macet-pemudik-harus-juga-atasi-varian-varian-arcturus-fwOKmi4oW0.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/19/620/2801200/tak-cuma-bersiap-hadapi-macet-pemudik-harus-juga-atasi-varian-varian-arcturus-g5AUIeAEGn.jpg</image><title>Ilustrasi Mudik. (Foto: Okezone)</title></images><description>ARUS mudik ke beberapa daerah memang mulai mengalami peningkatan. Bahkan Kepolisian pun mulai memberlakukan sistem satu arah di beberapa tempat guna menghindari kemacetan akibat arus mudik tersebut.

Tapi selain kemacetan yang dihadapi para pemudik, mudik Lebaran 2023 kali ini dibayang-bayangi ancaman varian Arcturus yang memang sudah masuk ke Indonesia. Varian ini mudah sekali menular, karenanya masyarakat tetap diimbau untuk jalankan protokol kesehatan.

Ahli Kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama mengimbau kepada pemudik agar memperhatikan beberapa hal supaya mudik tetap sehat dan aman dari varian Arcturus.

BACA JUGA:
Puncak Mudik Lebaran, One Way Tol Cipali-Kalikangkung Diperpanjang hingga Malam

Hal penting yang perlu diperhatikan selama mudik supaya tetap sehat adalah memastikan kelompok lansia, orang dengan komorbid, atau anak-anak tetap waspada.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xOS8xLzE2NTM3MC81L3g4azd0cTA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kelompok rentan diimbau untuk tetap menggunakan masker di ruang tertutup dan di dalam kendaraan,&quot; katanya pada MNC Portal, Rabu (19/4/2023).

Ia melanjutkan, pemudik juga semestinya sudah mendapatkan vaksin booster, sekali pun pemerintah tidak lagi menjadikan itu sebagai syarat mudik. Ini penting, sebagai proteksi diri dari Covid-19.

BACA JUGA:
Mudik 2023, Jumlah Penumpang Angkutan Umum Naik 28% Tembus 1,3 Juta Orang

&quot;Terlebih, varian Arcturus itu bisa menginfeksi orang yang sudah pernah sakit Covid-19,&quot; katanya.

Diimbau juga kepada pemudik untuk tidak memaksakan diri jika mengalami beberapa keluhan penyakit. Manfaatkan pos kesehatan agar perjalanan ke kampung halaman tidak malah membuat kondisi drop.

&quot;Kalau ada keluhan yang mengarah ke Covid-19, segera memeriksakan diri, bila perlu lakukan tes antigen atau PCR,&quot; saran Prof Tjandra yang juga Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI.</description><content:encoded>ARUS mudik ke beberapa daerah memang mulai mengalami peningkatan. Bahkan Kepolisian pun mulai memberlakukan sistem satu arah di beberapa tempat guna menghindari kemacetan akibat arus mudik tersebut.

Tapi selain kemacetan yang dihadapi para pemudik, mudik Lebaran 2023 kali ini dibayang-bayangi ancaman varian Arcturus yang memang sudah masuk ke Indonesia. Varian ini mudah sekali menular, karenanya masyarakat tetap diimbau untuk jalankan protokol kesehatan.

Ahli Kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama mengimbau kepada pemudik agar memperhatikan beberapa hal supaya mudik tetap sehat dan aman dari varian Arcturus.

BACA JUGA:
Puncak Mudik Lebaran, One Way Tol Cipali-Kalikangkung Diperpanjang hingga Malam

Hal penting yang perlu diperhatikan selama mudik supaya tetap sehat adalah memastikan kelompok lansia, orang dengan komorbid, atau anak-anak tetap waspada.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xOS8xLzE2NTM3MC81L3g4azd0cTA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kelompok rentan diimbau untuk tetap menggunakan masker di ruang tertutup dan di dalam kendaraan,&quot; katanya pada MNC Portal, Rabu (19/4/2023).

Ia melanjutkan, pemudik juga semestinya sudah mendapatkan vaksin booster, sekali pun pemerintah tidak lagi menjadikan itu sebagai syarat mudik. Ini penting, sebagai proteksi diri dari Covid-19.

BACA JUGA:
Mudik 2023, Jumlah Penumpang Angkutan Umum Naik 28% Tembus 1,3 Juta Orang

&quot;Terlebih, varian Arcturus itu bisa menginfeksi orang yang sudah pernah sakit Covid-19,&quot; katanya.

Diimbau juga kepada pemudik untuk tidak memaksakan diri jika mengalami beberapa keluhan penyakit. Manfaatkan pos kesehatan agar perjalanan ke kampung halaman tidak malah membuat kondisi drop.

&quot;Kalau ada keluhan yang mengarah ke Covid-19, segera memeriksakan diri, bila perlu lakukan tes antigen atau PCR,&quot; saran Prof Tjandra yang juga Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI.</content:encoded></item></channel></rss>
