<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Alex Kawilarang, Perintis Kopassus yang Kerap Dibui dan Disiksa   </title><description>Kolonel Inf. Alexander Evert Kawilarang, seorang perwira Tentara Nasional Indonesia masa Revolusi Nasional Indonesia&amp;nbsp;</description><link>https://www.okezone.com/read/2023/06/13/620/2829908/kisah-alex-kawilarang-perintis-kopassus-yang-kerap-dibui-dan-disiksa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2023/06/13/620/2829908/kisah-alex-kawilarang-perintis-kopassus-yang-kerap-dibui-dan-disiksa"/><item><title>Kisah Alex Kawilarang, Perintis Kopassus yang Kerap Dibui dan Disiksa   </title><link>https://www.okezone.com/read/2023/06/13/620/2829908/kisah-alex-kawilarang-perintis-kopassus-yang-kerap-dibui-dan-disiksa</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2023/06/13/620/2829908/kisah-alex-kawilarang-perintis-kopassus-yang-kerap-dibui-dan-disiksa</guid><pubDate>Selasa 13 Juni 2023 12:01 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/13/620/2829908/kisah-alex-kawilarang-perintis-kopassus-yang-kerap-dibui-dan-disiksa-fDjiawZV8i.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perintis Kopassus, Alex Kawilarang (foto: dok ist)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2023/06/13/620/2829908/kisah-alex-kawilarang-perintis-kopassus-yang-kerap-dibui-dan-disiksa-rnEvA25tzY.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/13/620/2829908/kisah-alex-kawilarang-perintis-kopassus-yang-kerap-dibui-dan-disiksa-fDjiawZV8i.jpg</image><title>Perintis Kopassus, Alex Kawilarang (foto: dok ist)</title></images><description>
JAKARTA - Kolonel Inf. Alexander Evert Kawilarang, seorang perwira Tentara Nasional Indonesia masa Revolusi Nasional Indonesia dan mantan anggota Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL). Ia juga adalah pendiri Kesko TT yang kemudian menjadi Kopassus

Kisah Alexander Evert Kawilarang penuh dengan derita selama hidupnya di dunia militer. Usai pendidikan dasar dan menengah, Kawilarang meniti karier kemiliteran di dua tempat. Yakni, pendidikan CORO (Corps Opleiding Reserve Officieren) atau Korps Pendidikan Perwira Cadangan, serta KMA (Koninklijke Militaire Academie) alias Akademi Militer Kerajaan Belanda di Jatinegara.

Ia pun mengikuti jejak ayahnya, AHH Kawilarang yang merupakan pensiunan perwira Koninklijke Nederlands Indisch Leger atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) berpangkat mayor.

BACA JUGA:
Tokoh-Tokoh di Balik Kopassus: Idjon Djanbi, Alex Kawilarang dan Slamet Rijadi

Tidak lama menempuh pendidikan di KMA, Kawilarang harus ikut mobilisasi menghadapi invasi Jepang pada 1942. Saat Belanda menyerah di Kalijati, semua prajurit KNIL dijebloskan ke tahanan, termasuk Kawilarang.

Kawilarang dimasukkan ke kamp interniran Depot Bandung (kini Gedung Rindam III Siliwangi di Jalan Manado). Sehari sebelum para tahanan akan digunduli Jepang, Kawilarang merencanakan kabur dari penjara.

Kawilarang bergegas kabur karena jika digunduli, akan lebih sulit kabur karena akan lebih mudah diketahui meski sudah berada di luar kamp interniran.

BACA JUGA:
Cerita Unik Alex Kawilarang, Dua Kali Promosi Pangkat dalam 10 Menit

Pada malam hari, hujan deras mengiringi pelarian Kawilarang dari penjara bersama enam rekannya pada 20 April 1942. Mereka harus melewati selokan yang bau airnya bisa bikin muntah.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Kolonel Inf. Alexander Evert Kawilarang, seorang perwira Tentara Nasional Indonesia masa Revolusi Nasional Indonesia dan mantan anggota Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL). Ia juga adalah pendiri Kesko TT yang kemudian menjadi Kopassus

Kisah Alexander Evert Kawilarang penuh dengan derita selama hidupnya di dunia militer. Usai pendidikan dasar dan menengah, Kawilarang meniti karier kemiliteran di dua tempat. Yakni, pendidikan CORO (Corps Opleiding Reserve Officieren) atau Korps Pendidikan Perwira Cadangan, serta KMA (Koninklijke Militaire Academie) alias Akademi Militer Kerajaan Belanda di Jatinegara.

Ia pun mengikuti jejak ayahnya, AHH Kawilarang yang merupakan pensiunan perwira Koninklijke Nederlands Indisch Leger atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) berpangkat mayor.

BACA JUGA:
Tokoh-Tokoh di Balik Kopassus: Idjon Djanbi, Alex Kawilarang dan Slamet Rijadi

Tidak lama menempuh pendidikan di KMA, Kawilarang harus ikut mobilisasi menghadapi invasi Jepang pada 1942. Saat Belanda menyerah di Kalijati, semua prajurit KNIL dijebloskan ke tahanan, termasuk Kawilarang.

Kawilarang dimasukkan ke kamp interniran Depot Bandung (kini Gedung Rindam III Siliwangi di Jalan Manado). Sehari sebelum para tahanan akan digunduli Jepang, Kawilarang merencanakan kabur dari penjara.

Kawilarang bergegas kabur karena jika digunduli, akan lebih sulit kabur karena akan lebih mudah diketahui meski sudah berada di luar kamp interniran.

BACA JUGA:
Cerita Unik Alex Kawilarang, Dua Kali Promosi Pangkat dalam 10 Menit

Pada malam hari, hujan deras mengiringi pelarian Kawilarang dari penjara bersama enam rekannya pada 20 April 1942. Mereka harus melewati selokan yang bau airnya bisa bikin muntah.
</content:encoded></item></channel></rss>
